Diduga Tagih Biaya Rawat Tahun 2015 Lalu di RSUD "Sambil Rusuh", Oknum Keluarga Pasien Dipolisikan

Seorang petugas medis, Nur Agustiningsih memberikan laporan penghinaan terhadap dirinya di Mapolsek Rasanae Timur, Selasa (20/3/2018). METROMINI/Azhar

KOTA BIMA - Seolah tak usai dirundung masalah. Di tengah polemik dan proses yang dilakukan Tim Inspektorat Kabupaten Bima terhadap 6 petuga medis di Badan Layanan Umum Dauear (BLUD) RSUD Bima. Diduga, seorang keluarga pasien melakukan kegadungan dan menuduh seorang petugas medis, Nur Agustiningsih dengan berujung pada adanya laporan penghinaan oleh korban.



Dihimpung dari berbagai sumber. Dikabarkan bahwa Nur Agustiningsih yang juga seorang bidan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima mengadu ke kantor Polsek Rasanae Timur, Selasa (20/03/2018). Nur mengaku menjadi korban kasus dugaan tindak pidana penghinaan setelah didatangi oknum keluarga pasien.

"Oknum keluarga pasien ini datang dan meminta kembali biaya persalinan istrinya di RSUD Bima. Saya disebut-sebut oleh pelaku telah menerima sejumlah uang jaminan untuk biaya persalinan istrinya. Pelaku ini bernama Dedi, seorang suami pasien warga asal Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, yang dirawat inap di RSUD Bima pada tahun 2015 lalu," ungkap Sumber, kemarin.

Diakuinya, tindakan Dedi telah menyerang pribadinya. Dan kelakuan pelaku terjadi di ruang umum tempatnya bekerja dan tentu membuat dirinya malu serta merasa terhina. "Saya tentu merasa terhina sekali apalagi tudingan si Dedi itu tidak mendasar," ucap Sumber yang ada di RSUD itu.

Sementara itu, menurut Sekretaris RSUD Bima, Suharto, S. Kep mengatakan, kasus penghinaan yang dialami pegawainya itu terjadi  saat korban sedang bekerja di ruang Inafis Rumah Sakit Umum Daerah Bima. "Sekitar pukul 11.30 WITA kemarin. Terduga Dedi tiba-tiba datang menghampiri pelapor dan langsung meneriakinya pencuri," ucapnya.

"Pegawai saya ditekan, diteror dan teriakin mencuri. Teriakan yang bersangkutan didengar semua pegawai yang ada dalam ruang Inafis,” tambah Suharto di kantor Mapolsek Rasanae Timur, Selasa (20/3/2018) sore. 

Nomor pengaduan untuk layanan umum di RSUD Bima. METROMINI/Dok
Ia mengaku, oknum rupanya mendatangi korban dengan alasan ingin memintai kembali biaya perawatan istrinya tahun 2015 lalu. Pelapor disebut-sebut telah menerima uang jaminan untuk biaya persalinan istri pelaku sebesar Rp3.470.000. Dedi mengamuk karena tak diberikan uang dari biaya perawatan istrinya. “Sebenarnya, tidak ada uang jaminan karena istri terlapor terdaftar sebagai pasien umum. Bukan pasien BPJS karena pasien tersebut belum memenuhi kelengkapan administrasi," jelas dia.

Kendati demikian, kata dia, korban bersama petugas lain sempat memberi kelonggaran untuk segera menyelesaikan kelengkapan adiministrasi dalam 3 hari ke depan saat itu. Tetapi, Dedi tak kunjung mengurus BPJS untuk meringankan beban biaya perawatan istrinya.  Lantaran tidak melengkapi dokumen administrasi BPJS, istri terlapor akhirnya dimasukkan ke daftar pasien umum. 

"Petugas kemudian meminta Dedi segera melunasi uang jaminan untuk biaya perawatan istrinya sebesar Rp2.587.500. Sampai yang bersangkutan tidak mampu memenuhi kelengkapan administrasi, maka uang jaminan tersebut secara otomatis masuk menjadi biaya perawatan sebagai pasien umum,” jelasnya. 

Diakuinya, tidak terima dengan kebijakan itu, terlapor akhirnya mendatangi rumah sakit setelah hampir 3 tahun lalu dia dan istrinya kembali ke kampung asalnya. “Entah apa penyebabnya, sekarang tiba-tiba dia datang mengamuk dan berteriak meminta kembali uangnya dengan meneriaki pencuri. Kasihan mereka,” tuturnya. 

Lanjut dia, kejadian ini sempat menggangu aktivitas para petugas medis. Keadaan kembali normal setelah oknum kabur saat mengetahui keluarga korban mendatangi rumah sakit. "kasus penghinaan ini tengah ditangani penyidik Polsek Rasane Timur. Laporan korban sudah kami diterima, tapi baru bersifat pengaduan," jelasnya.

Sementara itu, pihak Polsek Rasanae Timur mengaku kasus dugaan pencemaran nama baik ini akan ditangani sesuai prosedur. "Kita lidik dulu, setelah itu dinaikkan ke tingkat penyidikan,” kata Kapolsek Rasanae Timur, IPTU Rusdin. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item