Dusun Tangga Baru dan Tanjung Baru Islah, Ratusan Warga Berpelukan

Ratusan warga Dusun Tangga Baru dan Dusun Tanjung Baru Islah, Minggu (4/3/2018). METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Konflik antar dusun yang terjadi di Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima yang telah mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan belasan rumah rusak dan dibakar di sana. Akhirnya, atas komunikasi yang intensif dibangun petugas dengan kedua belah pihak kelompok warga yang bertikai berujung para proses perdamaian atau islah.


Menurut Dandim 1608 Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra mengungkapkan, proses islah yang dilakukan pada hari Minggu 4 Februari 2018, sekitar jam sebelas siang kemarin, berlangsung di halaman sekolah SDN Inpres Tanjung Baru, Desa Tangga Baru, Monta, Kabupaten Bima.

"Proses berlangsungnya Islah (perdamaian) ini antara Dusun Satu Tanjung Baru dengan Ddusun Dua Tangga Baru, Desa Tangga Baru yang bertikai secara massal yang disebabkan adanya kejadian pencurian ternak jenis kambing dan oknum warga itu pun meninggal dunia dihakimi massa. Dari kasus itu, berujung balasan pula aksi pengrusakan rumah warga," ujarnya.

"Dan Alhamdulillah, semua sudah islah, damai dan Desa Tangga Baru sudah pulih seperti sedia kala," tambah dia kepada Metromini, Minggu (4/3/2018) pasca islah berlangsung.


Kata Dandim, dalam kegiatan itu dihadiri pula oleh Camat Monta, Kapolsek Monta, Wadan Ramil Monta, Danton Brimob, Kades Tangga Baru dan juga aparat TNI POLRI. "Sementara dari perwakilan kedua dusun yang bertikai ada sekitar 300 orang di acara itu," sebutnya.
Warga Dusun Tangga Baru dan Dusun Tanjung Baru saling berpelukan pada proses islah yang berlangsung, Minggu (4/3/2018). METROMINI/Dok
Dia mengatakan, dari pihak pemerinah desa dan kecamatan pun telah menghimbau kepada warga untuk tidak lagi melakukan permusuhan atau membuat konflik tambahan. Jangan sampai ada tindakan provokasi dan saling menyalahkan hingga persaudaraa satu rumpun yang ada di Desa Tangga Baru tercerai-berai.

"Seperti yang Camat Monta bilang, setiap permasalahan harus selalu dikordinasikan dengan pimpinan dan bahkan kordinasi juga ke bawah dengan masyarakat bagaimana caranya setiap permasalahan diselesaikan dengan cepat. Hari ini sudah ada kesepakatan lkrah disaksikan oleh Muspika," jelasnya.

"Kami pun akan menyampaikan kepada pimpinan masing-masing dan mulai hari ini tidak ada lagi permasalahan atau silang pendapat. Kita harus damai. Bila ada permasalahan yang segera serahkan prosesnya kepada hukum yang berlaku," tambahnya.

Dia menambahkan, dalam proses kompensasi penanganan pasca konflik yang terjadi, bantuan Insya Allah biasanya ada. Bahkan sudah didata. "Dan soal bantuan, jangan berharap penuh tapi tetap ada sebagai kompensasi konflik yang ada," tandasnya.

Lulusan Akmil 1999 dan pria kelahiran Kabupaten Magelang itu mengungkapkan, orang Bima ini sebenarnya satu darah dan saudara. Namun kenapa harus terjadi perkelahian bahkan antara dusun yang satu dengan dusun yang lain yang masih dalam sebuah desa. 

"Tentu peristiwa ini adalah kemunduran bagi kita semua. Konflik hanya melahirkan penderitaan tidak ada kebahagian dibalik konflik atau perang yang ada di dunia ini. Dan untuk proses hukum. Jangan dipikirkan oleh warga. Kami akan melakukan penegakan hukum dan ke depannya kami akan bertindak tegas," pungkasnya. 

Dia berharap, warga bisa kembali ke kampung dan rumahnya masing-masing. Dan warga pun sudah berpelukan serta saling menyesali perbuatannya. "Semoga kejadian ini menjadi pelajaran dan kita semua pandai mengambil hikmahnya," tutup Dandim berusia 42 tahun itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item