Jaringan "Lelet" 2 Pekan, Pengguna HP di Piong Merasa Jengkel

Ilustrasi. GOOGLE/Image
KABUPATEN BIMA - Para pengguna telepon seluler atau hand phone (HP) di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten  Bima dan sekitarnya merasa jengkel akibat keadaan sinyal jaringan yang mendadak error total selama dua pekan terakhir ini. Kerusakan yang dialami warga di sana, baik jaringan yang digunakan untuk menelepon biasa dan juga jaringan yang digunakan untuk kebutuhan browsing atau internet.

"Jaringan HP di Piong dan sekitarnya ini sudah lelet bahkan error selama dua pekan lamanya. Tidak ada koneksi sinyal sama sekali. Dan warga merasa resah dengan keadaan yang sudah menjadikan penggunaan HP sebagai kebutukan komunikasi dan berinternet warga," ucap Abdullah kepada Metromini, Senin (19/3/2018) siang. 

Abdullah menjelaskan, biasanya warga di Desa Piong menggunakan jasa operator atau provider Telkomsel. Keadaan hilangnya koneksi jaringan atau sinyal ini, diduga adanya kerusakan pada Tower BTS Mini yang disediakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfostik) Kabupaten Bima. 

"Mungkin rusak BTS Mini yang dipasang Dinas Kominfo di RT. 10, tepatnya di Dusun Tampiro, Desa Piong, Kecamatan Sanggar. Dan keadaan ini benar-benar membuat kami warga piong merasa jengkel," ketusnya. 

Kata dia, untuk menggunakan handphone saat ini, masyarakat tidak bisa langsung memanfaatkan HP di rumah atau wilayah pemukiman warga. Warga Piong harus naik ke gunung dulu baru bisa mendapatkan sinyal.

"Kami sekarang harus naik ke atas gunung baru bisa memanfaatkan fasilitas HP di Piong. Karena posisi adanya sinyal di sana saja jarak terdekat dari pemukiman warga saat ini," tuturnya.

Kondisi yang sulit, kata dia, saat malam hari dan dalam keadaan yang mendesak untuk menghubungi sanak keluarga di daerah lain. Warga Piong pun merasa resah karena sanak keluarga yang ada di luar daerah tak bisa menghubungi mereka. "Kami tahu ada pesan yang masuk atau ingin menghubungi saudara di luar Piong. Kondisi yang parah itu kalau malam-malam harus naik gunung dulu," kisah Abdullah dengan nadanya yang jengkel.

"Dan jarak tempuhnya pun cukup jauh. Sekitar 10 KM. Mau isi voucher listrik juga susah. Karena untuk kebutuhan terkait hal-hal tersebut, kami harus ke Desa Kore, untuk desa terdekat mendapat sinyal atau membayar voucher listrik di sana," kata dia menambahkan.

Ia berharap, Diskominfostik Kabupaten Bima segera turun ke Desa Piong dan memeriksa kerusakan pada BTS Mini yang disediakannya di sini. Diakuinya, kebutuhan handphone dalam aktivitas masyarakat Piong bisa dikatakan sudah menjadi bagian hidup mereka. 

"Kami harap Pemda Bima atau Diskominfo dapat segera merespon keluhan kami untuk memperbaiki BTS Mini dan memfasilitasi hadirnya sinyal yang baik untuk aktivitas warga menggunakan HP sebagai alat komunikasi yang ada. Kami rata-rata menggunakan jasa operatot Telkomsel di Piong dan sekitarnya," paparnya.

Di sisi lain,  atas keluhan warga Desa Piong ini. Dinas Kominfostik Kabupaten Bima dan pihak Operator Telkomsel masih di konfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item