Persaudaraan Muslimah (Salimah) Gelar Sekolah Terpadu

Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bima kembali menggelar program Sekolah Ibu Salimah Terpadu (Sister), Sabtu 24 Maret 2018 lalu.. METROMINI/Agus Mawardy
KOTA BIMA - Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bima kembali menggelar program Sekolah Ibu Salimah Terpadu (Sister). Kegiatan Sister yang juga di dukung oleh komunitas tilawah One Day One Juz (ODOJ) Bima dan Komunitas Tahajjud Berantai (KUTUB) Bima, berlangsung di Museum Asi Mbojo Kota Bima, Sabtu 24 Maret 2018 lalu.

Ketua Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bima, Leni Uswatun, SP, disela kegiatan menjelaskan, Sister Salimah periode Maret 2018 ini mengangkat tema "With Hijab Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslimah". Sebagai pembicara pada program sekolah terpadu sehai itu katanya, Nurul Asih Kurniawati, S.Pi. 

Jelas Leni, sekolah terpadu 40 muslimah yang merupakan perwakilan organisasi wanita, perwakilan pelajar dan muslimah di Kota Bima umumnya dilaksanakan dalam memberikan pemahaman dan kesadaran pada muslimah Bima tentang hijab dan tentang kemuslimahan lainnya.

“Dengan program Sister ini dapat memberikan pemahaman dan kesadaran pada muslimah Bima tentang hijab sebagai bagian dari kewajiban seorang muslimah,” harapnya, seraya menginformasikan pada publik jika ingin mendapatkan pemahaman tentang kemuslimaan dapat menghubungi sekretariat Persaudaraan Muslimah, Jalan Gajah Mada No 12 RT 011 RW 004 Salama Keluarahan Nae Kec.Rasanae Barat Kota Bima atau kontak persons pada nomor handphone 081353421420.

Sementara itu, pada pemaparannya, pembicara tunggal Nurul Asih Kurniawati mengemukakan, masa kekinian banyak dijumpai muslimah berjilbab dan berkerudung dengan berbagai gaya dan corak tanpa memahami makna dan tata cara memakainya. 

“Kesalahpahaman makna jilbab dan kerudung dikalangan muslimah, menjadi persoalan yang harus dicerahkan, sehingga semua menjadi mengerti dan betul-betul sesuai akidah Islam,” ujarnya pada peserta sekolah terpadu. 

Ada yang sudah berjilbab, lanjutnya, tapi kerudung masih keliru digunakan. Sudah berkerudung tapi masih menggunakan paksian ketat. “Jadi, kerudung itu kain yang menutupi kepala hingga dada muslimah. Oleh karenanya, kain yang digunakan tidak boleh tipis,” paparnya.

Sedangkan jilbab, jelasnya pula, kain yang menutupi tubuh wanita hingga kaki. Sementara syarat berhijab, katanya, dengan tidak berlebih-lebihan atau terlalu banyak hiasan, longgar atau tidak ketat, tidak menyerupai laki-laki, tidak menyerupai pakaian orang kafir, tidak tipis atau transparan, tidak tabarruj, tidak memakai pakaian mencolok. "Dan yang utama hijab harus diniatkan karena Allah," tutup dia. (RED*)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item