Polsek Wera Ungkap Sekdes Ntoke Diduga Otak Pencurian Ternak, 3 Warga Lainnya Diringkus

Sekdes Ntoke-Wera dan 3 warga lainnya diciduk polisi, diduga terlibat tindak pidana pencurian ternak. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA -  Kapolsek Wera IPDA H. Syamsudin mengatakan, setelah mendapat informasi dari masyarakat, Kamis, 29 Maret 2018 sekitar pukul 14.00 WITA, kemarin. Peristiwa tindak pidana pencurian ternak jenis kerbau yang dimuat dengan menggunakan Mobil Pick up yang dikemudikan oleh H. F diungkap jajaran Tim Opsnal Polsek Wera.

Syamsudin menerangkan, hasil informasi dari warga, pihak anggota Polsek Wera melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian ternak di wilyaha hukumnya. Dari hasil penyelidikan tersebut, didapatkan info ada mobil Pick up yang mengangkut ternak kerbau diduga hasil curian.

"Mobil yang diduga mengangkut ternak curian itu melintas lewat jalur Wea menuju Sape atau jalur lintas sape," ucap dia dalam keterangan persnya, Jum'at (30/3/2018) pagi tadi.

Selanjutnya, Polsek Wera langsung melakukan pengejaran sambil menghubungi pihak Polsek Sape. Atas kerjasama tersebut, Polsek Sape langsung memberhentikan mobil Pick up yang memuat ternak hasil curian itu.

"TKP pengamanan mobil ternak ini di Desa Poja, Kecamatan Sape. Selanjutnya, mobil dan barang bukti serta para pelaku diamankan di Polsek Sape. Setelah itu, karena lokasi pencurian kerbaunya di Wera, mobil Pick up beserta ternak kerbau hasil curian tersbut dibawa ke Polsek Wera untuk di amankan," jelasnya.

Ia menjelaskan, terjadinya peristiwa pencurian ternak ini berkisah saat Abdul Rulis (32) Sekdes Ntoke yang merupakan warga Dusun Fo'o Peda,  Desa Ntoke, Kecamatan Wera menyuruh Bambang Sugianto, Jainudin dan Muhtar untuk menangkap kerbau di Desa Oitui, Kecamatan Wera.

"Setelah kerbau tersebuyt ditangkap, Abdul Rulis menjual kepada H.F seharga Rp3000.000,- (tiga juta rupiah). Dan yang sudah dibayar oleh H. F sebesar Rp1.000.000,-  (satu juta rupiah) dulu. Pembayaran dilakukan dirumahnya H. F dan uang tersebut telah digunakan untuk menbayar utang di koperasi oleh Abdul Rulis," jelas Kapolsek.

Barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus ini. METROMINI/Dok
Ia menambahkan, kerbau hasil transaksi itu dibawa oleh H. F dengan menggunakan mobil pick up miliknya. Rencananya, dengan melintasi jalan lintas Sape, kerbau itu hendak dijual di Kota Bima. 

"Aksi transaksi jual beli ternak kerbau yg dilakukan oleh Abdul Rulis dan H.F tersebut diketahui pula dengan menggunakan kartu jual beli ternak abal-abal. Diduga Sekdes (Abdul Rulis) melakukan pemalsuan tanda tangan kepala desa. Diduga Sekdes Ntoke ini otak dari dalam pencurian ini," pungkasnya. 

Setelah dilakukan pendalaman, sambung Kapolsek, terkait pemilik ternak yang sebenarnya adalah milik Muliadin, S.Pd (54). "Pemilik ternak sebenarnya adalah kepuntaan seorang PNS atas nama Muliadin, warga Dusun Nari, Desa Nunggi, Kecamatan Wera. Hal ini diketahui setelah melakukan pemeriksaan terhadap kerbau dan pemiliknya tersebut," ujarnya.

Lanjut Kapolsek, dalam kasus pencurian ternak kerbau ini, pihaknya telah mengamankan para pelaku dan penadah ternak curian ini. Keempatnya adalah Abdul Rulis (32), Sekretaris Desa Ntoke, Bambang Sugianto (34), Jainudin (42) dan H. F (47) sebagai penadahnya. 

"Sementara seorang pelaku atas nama Muhtar, sedang dalam pencarian dan pengejaran jajaran Polsek Wera," ucap dia.

Sementara barang bukti yang diamankan dalam kasus ini adalah 1 ekor kerbau warna bulu hitam, 1 unit mobil Pick Up warna hitam dengan nomor polisi EA 9759 WZ, 3 unit HP Nokia, 1 buah STNK
dan 1 lembar kartu ternak abal-abal dengan mencantumkan nama H. Sanusi.

"Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah digelandang ke Polres Bima Kota untuk diperiksa lebih lanjut di sana. Dan giat ini berjalan dengan tertib dan aman," tutup Kapolsek. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item