Ribuan Butir Tramadol dari Jakarta Diungkap di BTN Gindi, Pasutri Warga Keturunan dan Seorang Kurir Dibekuk

Ketiga pelaku yang terlibat dalam kasus pengungkapan ribuan butir tramadol di BTN Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Minggu (11/3/2018) sore tadi. METROMINI/Agus Mawardy
KOTA BIMA - Kapolsek Asakota IPTU Lutfi Hidayat, SH mengungkapkan, pihaknya berhasil mengamankan tiga orang warga yang diduga sebagai bandar obat keras jenis tramadol, Minggu, 11 Maret 2018. Pengungkapan ini sekitar pukul 18.00 WITA atas upaya gabungan antara Polsek Asakota dan Polsek Wera.
"Kami melakukan penangkapan terhadap distributor Obat Keras Tipe G Jenis Tramadol sebanyak ribuan butir. Lokasi TKP penangkapan di RT 13, Kompleks Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, sore tadi," ucap Lutfi dalam siaran persnya malam ini.

Kata dia, penangkapa tersebut merupakan hasil penyelidikan selama lebih kurang satu minggu akibat masifnya pengedaran Obat Keras Tramadol baik di wilayah Kota dan Kabupaten Bima. "Kalau di Kabupaten Bima khusus beredar di Kecamatan Wera dan Ambalawi," kata dia.

Barang bukti kasus pengungkapan ribuan butir tramadol di BTN Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Minggu (11/3/2018) sore tadi. METROMINI/Agus Mawardy
Dari hasil penyelidikan tersebut, sambungnya, gabungan anggota Polsek Wera dan Polsek Asakota melakukan penangkapan terhadap distributor tramadol di rumahnya. Ditemukan ada 9 kardus yang berisi ribuan butir tramador sebagai barang bukti dalam kasus ini. 

"Sementara pelaku yang diamankan adalah pasangan suami dan istri atas nama Farida (50) dan Bambang Iskandar (53). Pasutri tersebut bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di Kompleks Gindi, Jatiwangi," bebernya.

"Selain pasutri tersebut ada juga seorang wiraswasta lainnya bernama Heriyanto yang berperan sebagai kurir yang membawa obat tersebut dari Jakarta ke Bima. Yanto ini merupakan warga asal Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota," ungkapnya menambahkan.

Kata dia, ketiga terduga pelaku dan juga barang bukti ribuan tramadol ini sudah diamankan di Polsek Asakota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara informasi yang dihimpun media ini. Terduga pasutri Farida (50) dan Bambang Iskandar (53) merupakan warga keturunan yang sebelumnya menetap di Kecamatan Wera. Pasutri yang dikenal sebagai kalangan yang berada di Wera itu, pindah ke BTN Gindi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Keduanya diduga sebagai salah satu bandar tramadol terbesar di Bima. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item