Sirajuddin Tanggapi Terjeratnya Sekdes Ntoke dan Balik Tuding Kades Kawinda To'i Berbohong

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDes) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDes) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin menanggapi pemberitaan soal terlibatnya Sekretaris Desa Sekdes Ntoke, Kecamatan Wera dalam kasus pencurian ternak di wilayah hukum Polsek Wera.


Kadis menyesalkan tindakan yang disangkakan kepada Sekdes Ntoke tersebut. Semestinya, Sekdes Ntoke memberikan contoh teladan yang baik bagi masyarakat. "Sangat kita sesalkan apa yg dilakukan oleh Sekretaris Desa Ntoke. Seharusnya sebagai seorang Sekdes memberikan contoh dan teladan, bukan sebaliknya," tutur Sirajuddin via pesan WhatsApp miliknya, Sabtu, 31 Maret 2018.

Kata dia, dalam kasus ini, pihaknya sudah memerintakan jajarannya untuk melakukan kordinasi dengan Pihak Camat Wera dan pemerintah Desa Ntoke. "Hari ini saya sudah perintahkan Kasi terkait di kantor (Pak Herman-red) untuk berkoordinasi dengan Camat Wera dan Kades Ntoke dalam mensikapi kasus ini," ungkapnya.

Dikatakannya, pihak DPMDes menunggu sikap resmi dari Kades Ntoke dan Camat Wera. Prinsipnya, dalam menyikapi kasus ini, DPMDes tetap melakukan Proses sesuai dengan aturan yang berlaku. "Sementara untuk pemberhentian dan pengangkatan Plt. Sekdes adalah tugasnya Kades setempat," terangnya.

Soal Dugaan Masalah ADD di Desa Kawinda Toi pun Ditanggapi Kadis

Tak hanya soal Sekdes Ntoke yang terlibat tindak pidana. Polemik dirinya dengan Kades Kawinda To'i, Kecamatan Tambora yang menilai Kadis PMDes asal bunyi (asbun) ditanggapi oleh Sirajuddin. Mantan Kadis Dukcapil Kabupaten Bima itu melah menuduh balik dan menuding Kades Kawinda To'i telah berbohong.

"Pernyataan Kades Kawinda To'i itu pembenaran dan bohong. Silakan di cek pekerjaan yang dilakukan Pemerintah Desa Kawinda To'i agar tidak meraba-raba dalam masalah ini. Saya sudah dua kali mengecek fisik pekerjaannya. Dan memang di sana bermasalah pengunaan Anggaran Dana Desa di tahun 2017 lalu," tegas Kadis, pagi tadi. 


Sirajuddin mengatakan, pada pekerjaan fisik yang dilakukan Pemdes Kawinda To'i sudah dua tahun tidak membayar pajak "Pajak 2 tahun belum dibayar oleh Kades Kawinda To'i," ucapnya. 

Dikatakannya, hingga pengecekan pada akhir Februari 2018 lalu, Kades Kawinda To'i belum menyelesaikan pekerjaan yang ada. Dan pengakuannya di media itu pernyataan dusta karena masih banyak pekerjaan yang belum dituntaskan. 

"Sampai akhir Februari 2018 lalu, beberapa item pekerjaan fisik masih 0%. Justru yang berbohong itu Kades. Pekerjaan masih belum tuntas sampai akhir desember 2017 lalu," bebernya. 

Ia menjelaskan, pada pekerjaan yang menggunakan dana percairan tahap satu pada bulan Mei 2017, Pemdes Kawinda To'i belum mengerjakan kegiatan dari dana tersebut. Ada ratusan juta uang Dana Desa (DD) yang belum dikerjakan oleh Kades. 

"Pekerjaan fisik yang menggunakan DD tahap I dengan pencairan  60% di bulan Mei 2017 lalu sampai dengan akhir tahun belum dikerjakan sama sekali. Misalnya, pekerjaan jalan lingkar pelabuhan Rp120 juta, pembangunan kantor BPD Rp35 juta. rabat gang baru 50% dari anggatan Rp100 juta, belum lagi pemasangan parit yang panjangnya 165 meter yang menelan anggaran Rp120 juta ditambah lagi dengan pengadaan bibit jahe Rp15 juta," bebernya. 

"Pada banyak pekerjaan itu, Pemdes Kawinda To'i belum menuntaskan semua. Dan saya berharap agar segera menyelesaikan semua pekerjaan fisik maupun pengadaan yang telah direncanakan di tahun 2017 lalu tersebut," tambah dia.

Kata dia, jika pekerjaan-pekerjaan tersebut telah selesai dilakukan, Anggaran Dana Desa untuk tahun 2018 bisa dicairkan setelah dilakukan SPJ pada pekerjaan di tahun lalu. "Kalaupun pekerjaaan tidak diselesaikan maka Dana Desa tahun 2018 untuk Desa Kawinda To'i tentu pihak kami (DPMDes-red) akan menahan dulu uangnya," tegas dia.

Hal ini, sambung dia, sudah jelas aturan mainnya. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa tahun 2017 lalu seharusnya sudah selesai dikerjakan bulan Januari 2018 lalu. Tapi sampai saat ini masih banyak pekerjakan yang belum diselesaikan oleh Pemdes atau Kades Kawinda To'i. 

"Bicara aturan sebenarnya semua pekerjaan harus berakhir bulan Januari 2018 lalu. Tapi, asal semua pekekerjaan itu mau diselesaikan. Tentu Anggaran Dana Desa untuk tahun 2018 ini akan dicairkan. Tidak berlaku bagi Desa Kawinda To'i saja, tapi juga desa-desa yang lainnya," papar dia menutup keterangan persnya kepada media ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item