SMAN 2 Monta Didemo LMPI Desak Transparan Anggaran Sekolah

Tuntut transparan anggaran yang ada di SMAN 2 Monta, LMPI gelar aksi unjuk rasa, Senin, 25 Maret 2017 lalu. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA – Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) mestinya bukan menjadi senjata makan tuan bagi pengelolanya. Sebab dana yang dikucurkan negara demi keberlangsungan proses belajar mengajar di setiap sekolah itu, demi meningkatkan kualitas pendidikan bukan dijadikan untuk ajang aksi korupsi bagi pengelolanya.

Fakta terbaru menyoal pengelolaan dana BOS, terjadi di Desa Sondo, Kecamatan Monta Kabupaten Bima.  Aliansi Laskar Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (LMPI) melakukan unjuk rasa di depan SMAN 2 Monta, guna menyorot pengelolaan dana BOS di sekolah setempat, Senin (25.3.2018) lalu, 

Puluhan aktifis LMPI yang pimpim olek Kordinator Lapangan, Firdaus meminta pada pihak sekolah agar menuntaskan dugaan masalah pada anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun 2017 dan meminta nama-nama siswa yang menerima dan yang memanfaatkan Dana PIP tersebut.

“Dugaan masalah anggaran PIP pada tahun 2017 lalu agar segera dituntaskan. Kami meminta SK nama-nama siswa penerima manfaat PIP dan menanyakan teknis penyalurannya di tahun 2017 lalu. Agar dugaan masalah ini terbuka dan tuntas di mata publik,” tegasnya. 

Pada orasinya, Firdaus meminta agar sesegera mungkin mengeluarkan rekomendasi pemecatan terhadap guru yang bermasalah selama ini di SMAN 2 Monta. "Kami meminta Kepala Sekolah agar mengeluarkan dan merekomendasikan pemecatan beberapa orang guru yang diduga bermasalah di SMAN 2 Monta. Untuk masalah oknum guru tersebut, tentu pihak sekolah yang lebih paham,” terangnya.

Kata Korlap, pihak sekolah sebagai pengelola dana BOS dan PIP serta dana yang lainnya, harus terbuka dan tidak menutup-nutupi setiap penggunaan anggaran yang ada. Apalagi sampai ada kesan pilih kasih untuk menentukan siswa yang berhak menerima uang dari negara itu.

“Kepala Sekolah harus terbuka dengan anggaran yang masuk di SMAN 2 Monta. Dan jangan pilih kasih pemanfaatan dana tersebut bagi siswa maupun yang lainnya,"  tegasnya.

Selain itu Firdaus mendesak Kepala SMAN 2 Monta menjelaskan penggunaan dana BOS secara terperinci. Sehingga tidak ada persoalan penggunaannya yang berujung pada terganggunya proses belajar mengajar yang terbengkalai atau yang dikorbankan dari polemik ini.

“Kami meminta agar kepala sekolah menjelaskan secara rinci dan transparan terhadap penggunaan dana BOS sejauh ini,“ desaknya.

Sementara itu,  pihak Kepala SMAN 2 Monta usai aksi, belum bisa dihubungi dan masih dimintai keterangannya hingga berita ini dipublikasikan. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item