SPJ Dana Desa Laju 2017 Belum Selesai, HIMPEL Bertandang ke DPMDes

Belasan anggota Himpunan Mahsiswa dan Pelajar Laju (HIMPEL) Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Bima, Rabu, 7 Maret 2018. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Belasan mahasiswa dan pelajar yang bergabung Himpunan Mahsiswa dan Pelajar Laju (HIMPEL) Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Bima, Rabu, 7 Maret 2018

Namun, dalam pertemuan yang diharapkan bisa bertemu dengan Kadis DMPDes, Drs. Sirajuddin akhirnya, pertemuan di ruang kadis itu difasilitasi oleh Kabid Pemerintahan Desa, El Faisal.

Menurut Ketua Himpel, Ilhamsah menjelaskan kehadirannya dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan Angaran Dana Desa (ADD) di Desa Laju. Kata dia, sampai saat ini ADD itu belum di cairkan. "Kami ke sini hanya ingin mengkonfirmasi dan meminta solusi terbaik untuk Pemerintah Desa Laju," ucap dia, kemarin.

Ia menjelaskan, sepengetahuannya saat ini Pemdes Laju belum bisa menyelesaikan SPJ 2017. Dan karena masalah itu, pihaknya mempertanyakan solusi atas kondisi ini. Ia menyebutkan, anggaran yang baru dicairkan pada tahun 2017 baru 60%. "Dan saat ini masih tersisa 40 % yang belum cairkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima untuk Pemerintahan Desa Laju," ungkapnya.

"Anggaran tahap dua yang 40% nilainya sekitar Rp400 juta-an dan ini belum di cairkan. Desa Laju baru mendapat 60% anggaran dari tahap pertama saja yang dicairkan," tandasnya menambahkan.

Ia berharap, pihak DPMDes Kabupaten Bima dapat memberikan solusi buat Desa Laju. Ini semua demi kepentingan masyarakat banyak. Sejauh komunikasinya dengan pihak Pemdes Laju ditegaskannya akan melakukan segala persyaratan yang disampaikan pihak DPMDes Kabupaten Bima.

Sementara itu, Pembina HIMPEL Desa Laju, Dedy Indrawansyah, SH mengatakan,  penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2017 tidak ada Hubungan sama sekali dengan hadirnya bendahara baru di desa. "Kepada adik-adik mahasiswa agar bisa mendatangi Kepala Desa di rumahnya agar meminta Kades menyelesaikan segala administaranya," ucap Dedy.

Kata dia, Pemdes Laju agar segera mungkin menyelsaikan laporanya. "Saya tekan kembali tidak ada sangkut pautnya masalah ini dengan adanya bendahara yang baru di Desa Laju,  Harapan kita, bagi teman-teman mahasiswa ini, pergi ke rumah Kepala Desa Laju untuk mengclearkan masalah yang ada," terangnya.

Di sisi lain, Kabid Pemdes El Faisal mengatakan,  pencairan Dana Desa untuk tahun 2017 bukan menjadi soal bagi pemerintah asal pihak Pemdes bisa selasaikan kewajibanya.

"Pencairan anggaran tahun 2017 dan 2018 bukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Hanya saja pihak Pemerintah Desa Laju yang dalam hal ini Kepala Desa sebagai penanggung jawab pengelolaan Dana Desa harus memenuhi kewajiban-kewajiban mereka," jelasnya.

Salah satu kewajiban pihak Pemdes,  kata dia,  harus bisa menyelesaikan Laporan Akhir Tahun dan mencatat semua yang sudah dilakukan dan dikerjakan. Laporan realisasi akhir tahun pelaksanaan APBDes Desa di tahun anggaran 2017 dan bukti SPJ-nya harus segera dilakukan. "Berdasarkan laporan akhir tahun 2017 itu barulah anggaran bisa dicairkan dan mungkin ada informasi yang akan ditindaklanjuti sebagai dasar Perencanaan di APBDes tahun 2018 atau tahun selanjutnya," terangnya.

Dikatakannya,  proses pencairan dana akan dilakukan ketika Pemdes sudah menyelesaikan kewajiban mereka pada penggunaan Dana Desa di tahun sebelumnya. Dan sampai hari ini,  sambung dia, Pemdes Desa Laju belum melakukan kewajiban mereka terkait penggunaan ADD pada tahun 2017 lalu itu.

Di sisi yang lain, Kades atau pihak Pemdes Desa Laju masih diupayakan untuk dikorfirmasi lanjut mengenai pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item