Ufti, Balita Miskin ASal Dorotangga-Dompu Otaknya Menyembul

Sarafiah, Ibu balita dan bayinya Ufti di Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. METROMINI/Azhar
KABUPATEN DOMPU - Cerita duka kemanusiaan dan ratap tangis orang-orang miskin di negeri ini, sepertinya tak akan berujung. Selalu saja ceritanya membingkai kehidupan kita semua. Potret warga miskin tak mampu membeli sehat akibat sakit yang mendera semakin menumpuk saja. Meski selalu diurai dari masalah, tumbuh dan ada saja yang belum tesentuh oleh bantuan.

Kali ini, derita itu dirasakan Ufti, Bayi umur 1,9 bulan asal Kabupaten Dompu. Kondisinya begitu memprihatinkan dan mencengangkan. Siapapun yang melihatnyanya, sejak lahir otaknya menyembul dari batok kepalanya. 

Ditemui di rumahnya Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Sarafiah, Ibu Balita malang itu menuturkan, kondisi anaknya memang sejak lahir sekitar awal 2017 lalu.

Rasa kaget atas kondisi Ufti saat lahir, keluhnya, dirasakan semua keluarga.

”Kami bingung harus berbuat apa.awalnya kami pasrah dengan keadaan Ufti. Rasa cinta lahirnya Ufti lebih besar, hingga kamipun berusaha mencari cara untuk pengobatannya,” ujar Sarafiah yang saat itu didampingi suaminya, Mahmud, Minggu, 25 Maret 2018.

Saat itu, katanya, umur Ufti baru satu bulan, sempat bawah ke RSUD Dompu bahkan dilarikan ke RSUD Provinsi NTB di Mataram. Usaha menormalkan otak Ufti yang menyembul di batok kepalanya, saat itu urung dilakukan. Sebabnya, menurut dokter di RSUD itu, kondisi Ufti belum bisa dilakukan operasi. Harus menunggu umur 10 bulan. 

Waktu pun berlalu, lanjutnya bercerita, keinginan untuk melakukan operasi pada anaknya, saat umurnya menapaki umur 10 bulan, tidak bisa dilakukan. Tentu katanya, biaya untuk operasi tidak dimiliki. 

“Kami keluarga miskin pak. Bapaknya Ufti hanya buruh tani. Sementara saya hanyalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan pula. Dimana kami mendapatkan uang untuk biaya operasi. Tentu besar biayanya,”keluh Sarafiah pada Metromini. 

Kini keluarga papah itu pasrah saja menerima kenyataan kondisi balitanya yang kelainan fisik tersebut. Ia juga berharap ada ulurkan tangan pemerintah atau siapapun untuk memebantu pengobatan Ufti. Namun tidak tahu caranya seperti apa.

“Tolong bantu kami pak,” pintanya pada wartawan yang menyambanginya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item