Warga Keluhkan Adanya "Uang Pelicin" Rp100 Ribu Urus KTP di Disdukcapil Kabupaten Bima

Ilustrasi. GOOGLE/www.republika.co.id
KABUPATEN BIMA - Keluhan soal adanya penarikan uang saat mengurus administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupate Bima kembali dikeluhkan warga.

Ternyata, kantor Disdukcapil yang pelayanannya sudah berpindah lokasi dari Kelurahan Penatoi, Kota Bima ke lingkungan kantor Persiapan Bupati Bima di Desa Godo, Woha Kabupaten Bima, potret buram pelayanan warga dengan adanya uang pelicin guna mempercepat proses pembuatan administrasi kependudukan masih terjadi.

Seorang guru sebut saja namanya, Nur mengungkapkan, dirinya mendapat informasi dari rekan guru yang mengurus KTP di kantor Disdukcapil Kabupaten Bima. "Biar KTP cepat jadi kasih uang Rp100 ribu kepada petugas. Padahal, pembuatan KTP inikan harusnya gratis," keluh dia, Jum'at, 30 Maret 2018 kemarin.

Diakuinya, saat ini, dirinya bersama guru-guru yang lain sedang ada permintaan untuk pengurusan dokumen sebagai guru kontrak propinsi, Persyaratannya harus ada KTP yang dilegalisir. 

"Batas kumpulin bahan ini sampai dengan tanggal 4 Juli 2018. Rencananya, pekan depan saya ingin mengurus KTP di kantor Disdukcapil karena KTP saya masih buatan daerah luar. Apa saya pun harus keluarkan duit Rp100 ribu, di tengah aturan buat KTP sekarang yang sudah gratis?" Tanya dia dengan nada sedikit mengeluh.

Diakuinya, info yang diterimanya, uang itu diserahkan kepada petugas yang menyapaikan kepada warga, bila ingin mempercepat pembuatan KTP di sana. "Semacam uang pelicin uang Rp100 ribu yang dimintai petugas agar KTP kita cepat jadinya," tutur dia.

Sementara itu, warga lainnya, Zuraid mengaku, dirinya juga pernah membuat eKTP di kantor Disdukcapil Kabupaten Bima. Diakuinya, tidak ada permintaan macam-macam dari petugas di sana. Namun, ia menduga, ada beberapa calo yang mungkin ada di kantor itu. 

"Karena saya lihat dari ratusan yang antri ada beberapa calo atau orang yang katanya bisa mengurus lebih cepat di sana," ujar Zuraid dengan sedikit nada berkelakar, Sabtu (31/3/2018) siang tadi di komentar Facebook yang mengunggah status soal uang pelicin ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima, masih dikonfirmasi kembali atas adanya keluhan warga terkait uang pelicin atau beredarnya calo dalam pembuatan KTP saat ini. (RED) 

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item