Awal April, Bentrokan Kelompok Pemuda Dara dan Kampung Sigi "Meletus", Seorang Pemuda Dara Terkena Anak Panah

Angga, pemuda asal Kelurahan Dara yang terkena luka panah akibat bentrokan dua kelompok pemuda Kampung Sigi dan Kampung Dara, Minggu, 1 April 2018 dini hari ini. METROMINI/Azhar
KOTA BIMA - Di tengah suasana yang hampir setahun lebih tak pernah terjadi di wilayah hukum Kota Bima. Dua kampung yang sepertinya mengulang kisah chaos yang pernah terjadu sebelumnya Minggu, 1 April 2018 dini hari ini. Sebelumnya, chaos antara dua kubu yang bertikai malam ini pun pernah terjadi di awal bulan Juni tahun 2016 silam.

Pantauan langsung Metromini di Tempat Kejadian Perkara (TKP) perdikaian dua kubu massa atau kelompok pemuda ini, saat ini, sudah dijaga dan dikendalikan oleh pihak Kepolisian Resort Bima Kota. Dua kubu massa yang bertikai adalah kelompok pemuda asal lingkungan Dara Bawah, Kelurahan Dara yang terlibat chaos dengan kelompok pemuda Lingkungan Kampung Sigi, Kelurahan Paruga, Kecamtan Rasanae Barat, Kota Bima.

Dalam chaos yang terjadi sekitar pukul 23:55 WITA di akhir bulan Maret 2018 ini, seorang korban, pemuda bernama Angga asal Kelurahan Dara terkena anak panah. Diduga sumber panah berasal dari kelompok pemuda asal Lingkungan Kampung Sigi. 

Angga yang ditemui oleh Metromini di Puskesmas Paruga, Kelurahan Dara menceritakan, awal perseteruan antara warga Kampung Sigi dengan pemuda Kampung Dara tiba-tiba saja kedua kelompok pemuda ini terlibat aksi saling lempar menggunakan batu di Jembatan Cinta.

"Entah apa sebab pertikaian awal yang terjadi, Tapi, saya mengetahui tiba-tiba saja dua kelompok massa antara pemuda Kampung Sigi dan Kampung Dara terliabt saling melempar batu di Jembatan Cinta," ujar pemuda berusia 21 tahun itu yang bermukim di RT. 04/02, Kelurahan Dara sembari menahan rasa sakit di bagian belakang punggungnya, Minggu (1/4/2018) dini hari ini.

Kata dia, mendengar rekannya tersebut terlibat pertikaian massal itu, dia pun mendekati lokasi atau TKP bentrokan. Dan baru tiba di lokasi, ia pun langsung terkena anak panah yang diduga berasal dari kubu lawannnya.. 

"Oleh teman-teman dan warga yang melihat saya terkena panah, langsung membawa saya ke Puskesmas Paruga. Dan oleh dokter, anak panah di bagian punggung saya sudah berhasil dicabut atau dikeluarkan," ungkap dia. 

Dan sekitar pukul 00:30 WITA, TKP bentrokan sudah dalam penjagaan pihak Kepolisian. Tidak terlihat adanya dua kelompok massa yang berkonsentrasi. Di beberapa titik antara kedua wilayah yang bertikai, terlihat anggota kepolisian yang siap mengamankan situasi dini hari ini. 

Sementara itu, terkait dengan kronologis kejadian bentrokan ini, pihak kubu massa dari Kampung Sigi, Paruga maupun pihak Polres Bima Kota masih dikonfirmasi lebih lanjut terkait pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item