Cerminan Miniatur Indonesia Dalam Peragaan Pawai Budaya Meriahkan HUT Kota Bima ke-16


Wali Kota Bima, H. M. Qurais bersama istri di acara Pawai Budaya, Kamis, 5 April 2018 kemarin. BAGIAN HUMASPRO/Dok
KOTA BIMA - Pawai budaya dalam rangka memperingati hari jadi Kota Bima ke-16 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima, Kamis (05/04/2018) berlangsung meriah. Ribuan masyarakat berpartisipasi meramaikan pawai budaya dengan mengenakan berbagai busana khas daerah yang ada di Indonesia.

Terlihat pula beberapa masyarakat Kota Bima yang mengenakan rimpu colo, rimpu cili serta pakaian khas daerah bima (baju Bodo, siki lanta, dan sebagainya) menambah khasanah dan kemeriahan pawai budaya. Seluruh paguyuban ikut pula berpartisipasi mewarnai kemeriahan Pawai Budaya diakhir masa jabatan Wali Kota Bima, H. M. Qurais H Abidin dan Wakilnya H. A. Rahman H. Abidin untuk masa bakti periode 2013 - 2018.

Bagi Pemerintah Kota Bima, perayaan HUT Kota Bima telah menjadi calender Of Event kegiatan Pariwisata di Kota Bima. Kehadiran miniatur wujud keberagaman budaya di Indonesia dalam kegiatan pawai budaya ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun tercipta. para peserta pawai adalah dari organisasi masyarakat, BUMN/BUMD, sekolah, organisasi kepemudaan, paguyuban dan kelompok kesenian serta budaya daerah yang ada di Kota Bima.

Wali Kota Bima, H. M. Qurais  di acara Pawai Budaya, Kamis, 5 April 2018 kemarin. BAGIAN HUMASPRO/Dok
Menurut Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP, MM mengatakan, pawai yang dimulai dari dua arah yang berbeda yakni dari arah barat dengan start awal di Lapangan Manggemaci, Kecamatan Mpunda dan dari arah timur dengan start awal di Lapangan Pahlawan, Kecamatan Raba, keduanya berakhir di depan Kantor Wali Kota Bima.

Kata Kabag, total jumlah peserta pawai sebanyak 241 peserta yang dibagi menjadi 2 (dua) bagian yakni 115 peserta dari lokasi start (timur) dan 126 peserta dari arah barat. Seluruh peserta diterima langsung oleh Wali Kota Bima dengan didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Bima, Hj Yani Marlina.

"Hadir pula Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kapolres Bima Kota beserta Istri, Dandim 1608/Bima beserta istri, Anggota Iswara Kota Bima, Plt Sekretaris Daerah Kota Bima, para Asisten Setda Kota Bima dan Staf ahli walikota Bima," beber Ryan, sapaan akrab Kabag muda itu, Kamis, 5 April 2018.

Kata dia, peserta pawai budaya dari arah Timur diawali oleh drumband Kota Bima disusul oleh barisan Sekretariat Daerah Kota Bima, Sekretariat Dewan, Dharma Wanita Persatuan, dan GOW. Sedangkan dari arah Barat diawali oleh drumband SMPN 2 Kota Bima disusul barisan ibu-ibu anggota TP PKK Kota Bima, Mar’atus Sholehah, Bank NTB dan anggota Kodim1608/Bima.

"Berbagai macam budaya daerah dari masing-masing paguyuban tampil dengan kemasan yang begitu menarik sehingga menghadirkan decak kagum dari Walikota Bima beserta tamu lainnya yang duduk di tribun kehormatan. Terik matahari tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi memeriahkan Hari Jadi Kota Bima ke-16," ungkapnya.

Wali Kota Bima, H. M. Qurais bersama Dandim 1608 Bima dan pejabat daerah lainnya di acara Pawai Budaya, Kamis, 5 April 2018 kemarin. BAGIAN HUMASPRO/Dok
Ia mengungkapkan, rasa suka cita dan keakraban terlihat dari wajah-wajah para peserta pawai budaya. Tampak pula Wali Kota Bima bersama anggota FKPD Kota Bima ikut berpartisipasi bersama para peserta pawai yang menampilkan atraksi tari maupun persembahan atraksi lainnya. Rasa sukacita dan sinergi yang begitu indah tercipta mewarnai pawai Budaya di Hari Jadi Kota Bima ke-16 kali ini.

"Ribuan masyarakat turun ke jalanan menyaksikan secara langsung rangkaian pawai budaya yang berlangsung meriah dan dipadati peserta. Hampir selama 6 jam barisan para peserta memadati jalan protokol Kota Bima. Berbagai macam keunggulan khas serta kesenian dari para peserta dipersembahkan di hadapan Wali Kota Bima beserta para tamu kehormatan lainnya," jelasnya.

"Saat acara pawai budaya itu pun ditampilkan atraksi pencak silat, reog ponorogo, tarian khas minang, tarian khas suku sunda Jawa Barat, Jawa Timuran, Madura, Sumatera, NTT dan sebagainya. Terlihat pula Walikota Bima dan beserta istri ikut menari tarian Reog Ponorogo dan tarian khas Jawa Timuran bersama paguyuban dari Jawa Timur," beber dia menambahkan dalam siaran persnya. 

Selain keberagaman berbagai etnis masyarakat yang berdomisili di Kota Bima, sambung Kabag, pawai budaya juga dimeriahkan oleh para pelajar di berbagai sekolah juga tampil mengusung berbagai kesenian dan ragam budaya di wilayah tempat belajar. "Tak ketinggalan pula Polisi Militer dan ibu-ibu Bhayangkari dan Persit Kartika Candra Kirana mengambil bagian menjadi peserta pawai budaya pagi tadi," tuturnya.

Diakuinya, menurut Wali Kota Bima, antusiasme dari seluruh peserta untuk mengambil bagian melestarikan budaya yang ada di Kota Bima menjadi bukti kokohnya persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat Kota Bima untuk membangun Kota Bima yang lebih baik ke depannya.

“Saya bangga dan sangat mengapresiasi seluruh masyarakat yang terlibat dalam mensukseskan pawai budaya ini, terlebih mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan keberagaman budaya yang kita miliki. Inilah momentum kebersaman untuk kita membangun Kota Bima menjadi lebih baik lagi sekaligus persembahan terakhir di masa akhir jabatan saya,” ungkap Ryan yang meniru pernyataan Wali Kota Bima yang akan berakhir masa jabatannya di tahun 2018 ini. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item