Gaya Pidato HMS, Hipnotis Ratusan Guru. "Pejabat Dompu: HMS Figur Panutan di Dompu"

Anggota DPR/MPR RI dari Dapil NTB, H. M. Syafrudin, ST, MM bersama Asisten Aparatur Pemerintah Setda Dompu Drs. H. Sudirman Hamid, M.Si usai Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Dompu, Rabu (4/4/2018). METROMINI/Dok
KABUPATEN DOMPU - Anggota DPR/MPR RI dari Dapil NTB, H. M. Syafrudin, ST, MM, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Dompu, Rabu (4/4/2018) lalu. Kegiatan yang sering digelar legislator senayan dua periode itu, kali ini menggandeng PGRI Kabupaten Dompu. Pada acara itu, dihadiri lebih dari 300 guru yang terhipnotis saat menyimak pidato H. M. Syafrudin (HMS).

Meski suhu ruangan yang cukup panas dan dipadati ratusan orang, namun para pendidik dari berbagai
penjuru lembaga pendidikan di Dompu itu tak beranjak dari lokasi saat mendengarkan pidato HMS. Hal semacam ini jarang dijumpai dalam kegiatan seremonial semacam ini. Biasanya, akan banyak peserta yang keluar mencari suasana lain atau pulang lebih dulu demi lantaran teridap rasa bosan. Namun, kehadiran anggota DPR RI duta PAN itu rupanya sukses membuat para peserta tak beranjak hingga kegiatan usai.

“Semua peserta tidak ada yang meninggalkan tempat karena respon terhadap kegiatan tersebut. Lebih-lebih lagi mendengar materi sosialisasi yang bagus dari bapak H. M. Syafrudin ST,” ujar Ketua PGRI Kabupaten Dompu, M. Irhamsyah, S.Pd.

Irhamsyah menegaskan, para guru memang menaruh harapan kepada sosok Syafrudin yang dianggap rajin turun dan menyerap aspirasi dari rakyat yang diwakilinya. “Kami mengharapkan karena Haji Rudi itu adalah putra terbaik NTB yang ada di Senayan,” tegas Irhamsyah.

Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi itu juga berubah menjadi ajang melepas keluh kesah dan kegundahan para pendidik di Dompu. Khususnya, mereka yang masih berstatus honorer. Para honorer tersebut mengadukan problem kesejahteraan mereka yang masih jauh panggang dari api.

“Gajinya itu, ada yang terima Rp200 ribu per triwulan itu. Sementara bisa bapak lihat sendiri di lapangan satu sekolah bisa ada 5 guru PNS, dan 15 honorer. Yang jelas per sekolah itu biasanya lebih banyak honorernya dari PNS-nya. Itu kenyataan di lapangan,” tutur Irhamsyah.

Anggota DPR/MPR RI dari Dapil NTB, H. M. Syafrudin, ST, MM, bersama ratusan guru anggota PGRI dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Dompu, Rabu (4/4/2018). METROMINI/Dok
Irhamsyah menilai para honorer yang telah lama mengabdi dan memenuhi persyaratan, sudah selayaknya segera diangkat menjadi ASN demi meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena itulah, ia sangat berharap H. M. Syafrudin bisa menyampaikan harapan ini kepada pemerintah pusat.

Problem lain yang merisaukan para guru adalah maraknya kekerasan terhadap guru. Saat ini, para guru kerap kali takut menghukum anak didik karena khawatir dengan adanya aksi balasan dari orang tua. Serentetan kejadian di berbagai daerah memperlihatkan bahwa perlindungan terhadap guru ternyata belum sepadan dengan risiko yang mereka terima saat menegakkan disiplin kepada murid.

“Harapannya, saya juga kapasitas sebagai Ketua PGRI Kabupaten Dompu memohon supaya ada regulasi menjaga dan mengamankan guru supaya mereka bisa merasakan tugas yang nyaman dan aman. Ini dua insan yang harus sama-sama dihargai. Supaya kita juga bisa mewujudkan pendidikan yang baik, yang menghasilkan anak didik yang berkualitas. Semua guru di negeri ini mengharapkan itu,” tandasnya.

Kegiatan tersebut juga dibuka oleh Asisten Aparatur Pemerintah Setda Dompu Drs. H. Sudirman Hamid, M.Si. Sudirman berharap, sosialisasi empat pilar ini dapat dilakukan di semua komponen, bukan saja di lingkup PGRI. “Tapi juga di aparatur sipil negara lain juga bisa dilakukan. Nanti mungkin bisa berkoordinasi dengan pihak Kesbangpoldagri,” ujarnya.

Sudirman juga mengapresiasi sosok Syafrudin yang menggelar kegiatan tersebut. Menurut Sudirman, H. M. Syafrudin adalah figur yang bisa menjadi panutan masyarakat di Dompu. 

“Baik dari sisi tutur kata maupun tingkah lakunya. Saya secara pribadi sangat salut sama beliau. Karena beliau sering turun ke lapangan,” ujarnya.

H. M. Syafrudin sendiri mengutarakan rasa terima kasihnya atas kerjasama yang baik dengan PGRI dan Pemkab Dompu. Syafrudin menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat kemitraan dengan PGRI dan pemerintah daerah. Menurutnya, aspirasi dan berbagai masukan yang diperolehnya dari para guru tersebut. Khususnya, aspirasi menyangkut nasib para guru honorer. 

“Saya berkewajiban menyampaikan ini kepada teman-teman di Komisi yang membidangi pendidikan. Agar kesejahteraan mereka bisa segera ditingkatkan dan segera menjadi PNS,” tegas Syafrudin.

Ia menegaskan, pemerintah pusat seharusnya segera memproses pengangkatan para guru honorer demi menekan defisit jumlah guru di Indonesia. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhi ada banyak guru yang memasuki usia pensiun.

“Saya memaklumi tentu pemerintah juga butuh waktu. Tapi saya mendesak pemerintah untuk segera mengkaji dan memproses pengangkatan para guru honorer yang sudah memenuhi syarat,” pungkasnya. (RED*)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item