Konsultan Politik Paslon Lutfi-Feri, Akhirnya Terjerat Sangkaan Tipilu

Darusalam, Konsultan/Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota, H. M. Lutfi dan Feri Sofyan, diduga melakukan tindak pidana pemilu. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Konsultan politik tim pasangan Lutfi-Ferri (Lutfer) yang viral di Media Sosial (Medsos) dengan postingan video pemaparan dihadapan pendukungnya yang terindikasi bernuansa kampenye hitam bagi Pasangan Calon (Paslon) dalam Pilkada Kota Bima  akhirnya terjerat kasus dugaan Tindak Pidana Pemilu (Tipilu). 

Panwaslu Kota Bima sebagaimana dilansir sejumlah media massa dan media on line menyebutkan, konsultan politik yang bernama Darusalam dan juga sebagai Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota, H. M. Lutfi dan Feri Sofyan, terlibat indikasi tipilu. Dugaan pelanggaran ini terjadi saat terlapor dan beberapa Tim Paslon nomor urut dua itu menggelar sosialisasi dan kampanye pada wilayah lembaga pendidikan yang dilarang sebagaimana aturan yang berlaku. Dan juga diduga dalam kasus ini melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat sosialisasi dan kampanye berlangsung.

Sebagaimana pernyataan komisioner Panwaslu Kota Bima, Muhaemin mengatakan, Darusalam terindikasi melakukan pelanggaran Tipilu dengan melibatkan dunia pendidikan guna menaikan elektabilitas Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kotanya. Kata dia, dugaan pelanggaran ini terjadi saat menggelar sosialisasi dan kampanye pasangan calon yang disingkat dengan nama Lutfer di Ponpes Al Jumhuriyah, Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba milik H. Damanhuri serta di PAUD Siti Hadijah, belum lama ini.

“Kami bersama Gakumdu sudah melimpahkan kasus dugaan Tipilu tersebut pada pihak Keolisian Resor Bima Kota untuk ditindaklanjuti sebagai proses aturan yang berlaku,” jelasnya, Senin, 2 April 2018.



Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Bima Kota, IPDA Dediansyah membenarkan telah menerima berkas perkara Tipilu atas nama Darusalam dari Panwaslu Kota Bima. 

Pada wartawan, Dedi mengisyaratkan, dugaan tipilu yang melibatkan ASN dan dunia pendidikan tersebut mengarah pada Tipilu. 

“Sosialisasi dan atau kampanye di wilayah pendidikan apalagi melibatkan ASN itu melanggar pasal 187 (3) junto pasal 69 huruf (i) undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang pengesahan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota," papar Dediansyah.

“Kami akan memeroses lebih lanjut kiriman kasus dari Panwaslu Kota Bima terkait dugaan Tipilu atas nama Darussalam,” ujar Kanit Pidum Reskrim Polres Bima Kota itu menambahkan.

Sebagaimana dilansir Metromini sebelumnya, konsultan politik pasangan Lutfer, Darusalam, menjadi populer, ketika video yang berdurasi 2 menit 15 detik itu, terindikasi pula melakukan Tipilu dengan menebar kampanye hitam terhadap pasangan calaon (Paslon) lain. 

Di sisi lain, Komisioner Bawaslu NTB, Itratif, ST, MT saat dimintai tanggapan soal video yang yang dilakukan Darussalam tersebut meingsyaratkan harus ada pelapor, "Darussalam harus mempertanggungjawabkan perbuatan Tipilu-nya pada dugaan kasus lainnya," ujar dia.

Diterangkannya, Panwaslu dan Gakumdu Kota Bima tengah mencermati dan membahas terkait video yang viral di medsos tersebut. "Biarkan mereke bekerja dulu. Saran saya, laporkan saja dugaan tipilu itu agar ada dasar dan bukti awal bagi Panwaslu untuk bekerja,” sarannya kepada Metromini beberapa waktu lalu di hotel Marina, Kota Bima.

Sementara itu, pihak Tim Pemenangan Paslon Lutfer dan pihak Ponpes Al Jumhuriyah, Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba masih dikonfirmasi terkait pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item