Eja Mengamuk di Pelabuhan Kangga-Langgudu, 5 Orang Tertikam

Salah satu korban amukan dari si Eja di Pelabuhan Kangga, Langgudu, Rabu, 9 Mei 2018 lalu. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Seorang warga, sebut saja namanya "Eja", lelaki asal Pulau Sumba, NTT diduga stress dan menikam sejumlah warga di Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Rabu, 9 Mei 2018 lalu.

Kapolsek Langgudu, IPDA Sirajudin menjelaskan, peristiwa penikaman yang membambi buta yang dilakukan oleh "Eja" terjadi dua hari lalu sekitar pukul 21.30 WITA di Pantai Desa Kangga. Ia menjelaskan, Eja yang datang di kerumunan warga, tiba-tiba mengamuk dan melesatkan senjata tajam. Penusukan tersebut dilakukan oleh Eja saat sejumlah warga asal Sumba NTT hendak naik perahu dengan tujuan kembali ke kampung halamannya.

"Tiba-tiba saja Eja melakukan penusukan terhadap warga Sumba Yohanes Ratulimu (Perempuan). Melihat kejadian tersebut, warga sumba lainnya lari menyelamatkan diri," cerita dia, Jum'at (11/05/18) kemarin.

Tidak itu saja, lanjutnya, Eja yang melihat warga Desa Kangga yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) mendatangi mereka dan melakukan penusukan lainnya. Diakuinya, korban akibat penusukan oleh Eja ini ada lima orang.

"Adapun korban akibat amukan dari si Eja yaitu Yohanes Ratu limu (28) warga Sumba NTT yang mengalami luka tusuk pada rusuk kiri. Toni (27) warga Desa Kangga yang mengalami luka tusuk pada ulu hati, Salma (55) Warga Desa Kangga, mengalami luka pada punggung kiri, lengan kiri dan paha kiri. Fatir (6) warga Desa Kangga, mengalami luka pada bagian paha. Amirudin (33) warga Desa Rompo yang mengalami luka pada bagian pinggang," bebernya.

“Sementara Eja yang sempat diamuk massa dilarikan dan tengah dirawat di RSUD Bima. Sementara sebagian korban yang sudah dianggap normal dipulangkan,” jelas Kapolsek Langgudu.

Sebelumnya, Kapolsek yang menceritakan kronologis kejadian ini mengungkapkan. sekelompok warga asal Sumba, NTT sekitar 30 orang datang dari Pelabuhan Sape menuju Desa Kangga, Kecamatan Langgudu. Mereka datang dalam maksud menunggu perahu untuk menuju ke Pulau Sumba, NTT.

"Saat sekelompok warga Sumba tersebut menunggu perahu yang mengantar kepulangan mereka, tepatnya di pinggir pantai (sandaran perahu), terjadilah peristiwa mencekam ini," ungkapnya.

Tambah Kapolsek, aparat sudah mengevakuasi puluhan warga Sumba dengan mengamankan di Mako Polsek Langgudu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi balas dendam dan keributan lain dari insiden ini.

Kasta dia, sampai saat ini, pihak kepolisian belum bisa menentukan motif dari penusukan tersebut. Karena pihak kepolisian masih menunggu pelaku siuman. "Eja sampai hari ini masih koma akibat dihakimi Massa dan terbaring di RSUD Bima," tuturnya.

"Motif pelaku belum diketahui pasti, kami masih menunggu pulihnya pelaku yang masih dirawat di RSUD Bima," tutup Sirajudin, SH pada Metromini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item