Pelakor Aniaya Isteri Sah, Kasusnya Mangkrak di Polisi

Surat laporan polisi yang disampaikan tanggal Jum'at (27/4/2018) lalu. METROMINI/Dok
KOTA BIMA – Pengganggu Laki Orang alias Pelakor memang bukan lagi fenomena yang baru. Tak ayal, tingkah dan pola pelakor semakin berani saja. Saking beraninya, isteri sah si laki-laki yang digodanya tanpa rasa takut dan malu sedikitpun diajak berantam.

Seperti kisah nyata yang terjadi dua pekan lalu ini, Nurma, S.Pd yang juga seorang honorer di salah satu instansi lembaga vertikal di Kota Bima diserang secara tiba-tiba oleh wanita bernama DL, oknum PNS yang dituding Nurma sebagai pelakor atau perusak rumah tangganya.

Peristiwa penganiayaan yang terjadi dua pekan lalu itu, hingga kini belum juga ada titik terang proses hukumnya. Padahal korban mengaku sudah melaporkan ke pihak Polres Bima Kota, pasca peristiwa penganiayaan tersebut.

Pada Metromini, Kamis (10/5/2018), Nurma, korban yang juga berdomisili di RT 01, RW 01, Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima menceritakan, awalnya dia menjemput anaknya yang sekolah di SMPN 1 Raba pada hari Jum'at (27/4/2018) lalu.

Pada saat itu,  ia menceritakan, datanglah oknum PNS yang bekerja di Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Bima. Pelaku saat melihat dirinya langsung menertawai. Tidak itu saja, korban yang tengah menunggu anaknya keluar dari sekolah langsung ditendang oleh oknum DL ini.

"Sepulang siswa SMPN 1 Kobi, datang si pelakor DL (disebutkan nama lengkapnya). Saat DL melihat saya dia tertawa mengejek.  Di saat saya mau balik pulang jemput anak saya,  saya dihadang oleh dia dan kita cekcok depan sekolah.  Dia pun tendang saya dan saya pun turun di motor," kisah dia.

"Kami juga sempat berkelahi, hingga saya jatuh tersungkur di got depan sekolah karena ditendang oleh dia,” cerita Nurma terlihat sedih menambahkan.

Diakui korban, selama ini, dirinya tidak pernah mengganggu DL. Meski diakuinya, sangat tahu kalau suaminya ada hubungan asmara terlarang dengan DL.

Nurma pun mengaku, kasusnya ini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Bima Kota. Kata dia, untuk proses hukum atas laporan tersebut masih ditunggu kelanjutannya hingga saat kini.

“Atas kejadian itu. Saya sudah lapor ke Resor Bima Kota, tanggal 27 April 2018 lalu dan saya pun sudah melakukan visum. Saya masih menunggu proses pemanggil terkait masalah yang sudah saya laporkan itu,” kata dia.

Ia berharap, pihak kepolisian agar segera melakukan pemanggilan terhadap Oknum PNS dan memproses sesuai hukum yang berlaku.“Saya berharap polisi secepatnya memproses pelaku yang telah menganiaya saya. Laporan itu sudah dua minggu. Koq belum ada kelanjutannya,” heran dia.

Terkait kabar ini, pihak  Resor Bima Kota dan oknum PNS di Kantor Perijinan dan Pelayanan Terpadau Kabupaten Bima masih di diupayakan untuk dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item