Proyek Aspirasi Dewan Pemagaran Kuburan Tolobali, Pekerjaannya Dicecar dan Dinilai 'Siluman' oleh Warga

Kegiatan proyek pemagaran di pekuburan Lingkungan Tolobali, Kelurahan Serae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu, 30 Mei 2018. METROMINI/Agus Mawardy
KOTA BIMA - Keberadaan beberapa pelaksanaan paket proyek yang dikenal dengan sebutan proyek aspirasi anggota DPRD Kota Bima, kini menuai sorotan warga. Pasalnya, menurut pengakuan seorang warga Asgaf menilai proyek pemagaran kuburan di Lingkungan Tolobali, Kelurahan Serae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima sebagai proyek siluman.

Kata dia, proyek sedang berjalan itu tidak memasang papan informasi kegiatan. Tentunya, sebagai warga, pihaknya mempertanyakan nilai anggaran proyek yang diklaim dan dia duga milik oknum anggota DPRD Kota Bima asal Partai Golkar,

"Proyek pemagaran kuburan ini seperti proyek siluman saja, Tidak ada papan nama kegiatan dan kami mempertanyakan berapa nilai pagu dananya dibalik proyek ini," ungkap pemuda asal Tolobali itu, Rabu, 30 Mei 2018.

Ia menjelaskan, setelah dicek pekerjaan tersebut. Pihak pelaksana memanfaatkan sisa bangunan lama. Kondisi ini yang mesti diperjelas. "Apakah proyek ini bangun pemagaran baru atau rehab pagar yang lama karena memanfaatkan sisa bangunan yang ada," tanya dia.

Kondisi kegiatan proyek pemagaran di pekuburan Lingkungan Tolobali, Kelurahan Serae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu, 30 Mei 2018. METROMINI/Agus Mawardy
Diakuinya, pelaksana proyek dalam mengerjakan kegiatan ini terkesan adanya peranan pejabat tertentu yang diduga merupakan bagian dari salah satu proyek aspirasi dewan. Saat ditanya pekerja di lokasi, sambung dia, pihak pekerja menjawab tidak tahu siapa kontraktor atau pemilik proyek ini. 

"Pengakuan pekerja, mereka tidak tahu siapa pemilik proyek ini. Mereka hanya bekerja saja. Dan setelah ditelisik lebih jauh, diduga proyek ini milik Ketua DPD Golkar Kota Bima alias Dae Pawan," terangnnya.

Ia menambahkan, jika benar kegiatan proyek ini sebagai proyek aspirasi atau milik anggota DPRD Kota Bima. Tentu, kondisi ini merupakan kegiatan yang mengandung adanya pelanggaran dari oknum anggota DPRD yang dilarang berprofesi ganda sebagai kontraktor. 

"Mereka sudah digaji untuk menjadi wakil rakyat bukan kontraktor. Jika benar itu proyek milik oknum anggota dewan. Jelas itu pelanggaran yang terjadi," tegasnya.

Di sisi lain, Dae Pawan atau Alvian Indra Wirawan yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bima masih dikonfirmasi lebih lanjut terkait sorotan warga tersebut. Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bima sebagai leading sektor proyek ini masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait hal ini.

Dan sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhtar Landa yang dimintai tanggapannya terkait berlangsungnya kegiatan proyek aspirasi anggota DPRD Kota Bima, tak menggubris pertanyaan Reporter Metromini via akun WhatsApp miliknya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item