Rujuk Saat Gugat Cerai, Rumah Pasutri Diserang Sekelompok Orang di Hidirasa-Wera

"Aroma Konspirasi Berujung Suami Dianiaya dan Dipenjara"

Nasrudin, kini ditahan di Mapolres Bima Kota. METROMINI/dok
KABUPATEN BIMA - Kisah duka dialami keluarga Nasrudin, warga Dusun Lapanae, Desa Hidirasa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Kronologis kisah, Nasrudin mengungkapkan, sebelumnya, dia menggugat cerai istrinya secara resmi di Pengadilan Agama Raba-Bima. Namun, dalam upaya mediasi dan mempertimbangkan 3 buah hatinya. Gugatan cerai ini pun dicabut.

"Saya baru dua kali sidang di PA. Dan saya bersama istri (Hartati) sudah kembali rujuk dan gugatan di PA sudah dicabut," ungkap dia, Minggu, 27 Mei 2018.

Menurutnya, kondisi ini pun menuai pemahaman berbeda dari oknum pegawai berinisial MY yang ada di KUA Wera, Kata pihak oknum tersebut, sambung Nasrudin, dirinya harus kembali menikah dengan istrinya dan mendapat rekomendasi dari KUA serta pestanya pun diramaikan. Dan suara sumbang oknum tersebut memprovokasi warga yang berujung pada hari Sabtu malam (14 Mei 2018) terjadi penyerangan yang dilakukan kurang lebih 4 orang yang melempari dan mengeroyok dirinya.

"Pada saat hari Sabtu atau malam Minggu tanggal 14 Mei 2018 terjadi pelemparan di rumah saya sekitar jam 12 malam. Saat itu, istri dan anak saya sedang tidur di dalam kamar. Dan saya tidur di ruang TV, Mendengar anak saya yang menangis histeris akibat kaget saat batu hampir mengenai kepalanya, akhirnya istri saya langsung membangunkan saya," kisah Nasrudin yang kini di tahan di Mapolres Bima Kota.

Ia melanjutkan, seketika itu pun ia terbangun dan membuka pintu depan rumah panggung yang dihuninya itu, Saat ia turun dari rumah, seorang Ketua RW berinisial Er memukul kening dan kepalanya.

"Ada juga oknum warga berinisial Ir dan sekitar empat orang yang mengeroyok saya hingga memaksa saya naik ke rumah dan mengambil dan mengambil parang yang tujuannya untuk menakuti sekelompok warga tersebut. Pada perkelahian ini pun, saya mengalami luka di bagian punggung yang dipukul dengan sebalok kayu dan saya sudah melakukan visum," ujarnya.

Sambung dia, setelah dirinya turun dengan parang. Para warga tersebut tidak menghindar dan melarikan diri, Akan tetapi terus menyerang sampai di tangga rumah saya. "Akhirnya, saya bacok seorang warga yang mengenai punggungnya namun mengalami luka ringan dan tidak dirawat di Puskesmas Wera," ungkapnya.

Ia mengaku, berangkat dari kronologis tersebut, pihak sebelah melaporkan dirinya ke Mapolsek Wera. Sementara dia melaporkan kasus pengeroyokan dan pengrusakan rumah yang dilakukan sekelompok warga tersebut ke Mapolres Bima Kota. 

"Namun, dari proses yang terjadi. Hanya laporan pihak sebelah yang diproses dan berujung saya ditahan dan dititipkan di Mapolres Bima Kota. Sementara laporan saya, belum ditetapkan adanya tersangka," terangnya. 

Ia melanjutkan, tak hanya pengerusakan rumah yang terjadi hari Sabtu malam (14 Mei 2018) lalu. Berselang beberapa hari kemudian, rumahnya pun kembali diserang sekitar 3 orang warga. Dan kondisi ini, tentu akan berdampak pada pandangan miring terhadap proses hukum yang timpang.

"Saya nilai diduga kuat adanya dugaan permainan atau konspirasi dalam kasus ini. Hingga hanya saya yang ditahan dan diproses. Sementara pihak sebelah hanya diperiksa saja dan belum ada yang ditahan," tandasnya.

Di sisi yang lain, seperti pihak oknum pegawai KUA Wera maupun oknum warga yang diduga menyerang rumah Nasrudin serta Polsek Wera dan Mapolres Bima Kota, masih dikonfirmasi terkait pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item