Warga Bugis Sape Desak Bongkar Tower Seluler

 Puluhan warga Dusun Langgar, Desa Bugis,Kecamatan Sape. Kabupaten Bima memprotes keberadaan tower di desa mereka dan menggelar aksi protes di depan kantor Bupati Bima, Senin (7/5/2018) kemarin. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Sedikitnya 30 orang warga Dusun Langgar, Desa Bugis,Kecamatan Sape. Kabupaten Bima. Senin (7/5/2018) kemarin mendatangi Kantor Bupati Bima di Jalan Ponegoro. Pantauan Metromini, kedatangan massa aksi massa asal Desa Bugis itu mendesak pemerintah sesegera mungkin membongkar tower seluler yang berdiri di lokasi desa mereka.

Tiba di kantor Bupati Bima sekitar pukul 10.00 wita, puluhan massa aksi yang dikomandoi Kordinator Lapangan (Korlap), Junaidin langsung menggelar orasi di depan kantor tersebut. Dalam orasinya, Junaidin menanyakan terkait izin bangunan tower seluler yang berada di Dusun Langgar, Desa Bugis, Kabupaten Bima. Ada beberapa tuntutan yang disuarakan massa aksi. Diantaranya, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bima utamanya Dinas terkait, agar tidak mengeluarkan surat perpanjangan izin gangguan (HO). SIMB serta izin operasional kegiatan atas permohonan oleh PT. STP (Solusi Tunas Pratama)

Junaidin juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bima agar mengeluarkan surat pemberitahuan kepada khalayak umum tentang masa berakhir izin tertutup menara tower tersebut yang sudah berakhir pada tanggal 17 Maret 2018 lalu, untuk dapat diberitakan secara tertulis kepada warga Desa Bugis atau warga yang berdampak langsung pada titik pembangunan menara tower  tersebut.

“Kami warga berdampak langsung atas berdirinya menara tower tersebut meminta kepada PT. STP untuk segera merelokasi keberadaan tower tersebut dengan mengingat dan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang sewaktu-waktu akan mengancam jiwa dan dampak radiasi yang ditimbulkan atas keberadaan tower tersebut,” desak Junadin.

Tidak itu saja, Junaidin meminta Bupati Bima agar menginstruksikan membongkar tower yang ada di dusun langgar selatan, Kecamatan Sape. Sebab, menurutnya bangunan tower itu sudah goyang dan massa ijin operasionalnya sudah selesai. 

“Kami masyarakat 43 KK tidak pernah mengeluarkan atau menandatangani surat persyaratan perpanjangan perijinan tower atau persetujuan atas keberadaan tower tersebut,” katanya.

Dari awal, kata Junadin, masyarakat sudah melakukan peneguran agar tidak melakukan perpanjangn untuk 10 tahun kedua. ”Empat bulan yang lalu kami sudah melakukan protes terhadap pemerintah. Namun, aspirasi kami tidak diindahkandengan itikad  baik oleh pemerintah. Apa yang menjadi permintaan dan keluhan kami tidak didengar,” tegas dia.

Massa menduga ada persekongkolan tiga serangkai dalam persoalan ini yaitu oknum pemerintah, pihak perusahaan dan warga yang punya lahan. Usai menggelar orasi, massa aksi dari Desa Bugis tersebut diterima pihak pejabat pemerintah di aula setempat. Massa diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima serta sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bim a. 

Pada massa aksi, Kabid Komunikasi Diskominfo, Sofyan menjelaskan, pihaknya memastikan akan mengecek dan mengatensi desakan dan tuntutan warga. Kata Sofyan, pihaknya belum mendapatkan solusi dari kedua belah pihak. Sementara perwakilan dari pihak tower belum menyepakati apa yang menjadi tuntutan dari masyarkat.

Sementara itu, perwakilan  BPMBD SP, Atok Kusnady menjelaskan, status ijin dari tower sampai tahap sekarang sedang dalam proses perpanjangan perijinan. ”Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pihak tower dan tentunya kami tidak serta merta langsung mengeluarkan ijin perpanjangan tersebut,” ujarnya sembari memastikan tetap mencarikan solusi terbaik dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Asisten II Setda Pemkab Bima, H. Nurdin menjelaskan,  pemerintah belum melakukan  perpanjang, namun  sedang dalam proses. Menurutnya, tingkat SPT-nya belum ditetapkan apakah dibongkar atau tidak, karena belum keluar ijin perpanjangannya.

Pemkab Bima saat ini lanjut Nurdin, akan memfasilitasi keinginan warga kepada PT. STP terkait keluhan masyarakat sekitar tower yang dikabarkan posisinya sudah goyang atau berdampak pada gangguan suara dan yang lainnya.

”Untuk itu, pada seluruh warga agar bisa memberikan waktu kepada pemerintah untuk dapat berkomunikasi dengan pihak tower,” harapnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item