Alami Kekurangan Air Bersih, Kerusakan Pipa PDAM pun Disesalkan Warga di Sandue-Sanggar

Fasilitas milik PDAM di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima yang tidak beroperasi selama 2 tahun lamanya. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Seorang warga di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Anhar mengeluhkan masalah air bersih di desanya. Diakuinya, saat ini keadaan air bersih cukup memprihatinkan di tengah kekeringan sedang terjadi. Kata dia, air bersih yang bersumber dari PDAM yang biasa digunakan warga selama ini, ternyata sudah dua tahun lamanya tak berfungsi. Ia menilai, keadaan fasilitas milik Perusahaan Daerah di bawah kendali Pemkab Bima itu sengaja tidak diperbaiki oleh pemerintah hingga saat ini. 

Diakuinya, dalam menanggulangi keadaan kekeringan yang terjadi. Saat ini, masyarakat berinisiatif untuk memperbaiki pipa milik PDAM yang sudah rusak. Harapannya, aliran air mengalir ke pemukiman warga di tengah keadaan kekeringan yang terjadi saat ini. 

"Sudah dua tahun kami sampaikan tentang rusaknya pipa PDAM pada Pemerintah Kabupaten Bima. Tapi, keluhan ini tidak pernah direspon sama sekali. Dan saat ini, masyarakat secara swadaya berusaha memperbaiki pipa yang rusak itu dengan harapan air dapat mengalir normal ke pemukiman warga," katanya, Sabtu (23/6/2018).

Azhar mengaku, masyarakat telah mendatangi masalaah ini kantor pusat PDAM Kabupaten Bima yang ada Kelurahan Lewirato, Kota Bima. Kata dia, saat mengeluhkan kerusakan pipa PDAM itu, pihaknya pun sempat bersitegang dengan pegawai yang ada di kantor PDAM. Kata dia, di tengah pipa saluran PDAM yang rusak, oleh petugas di sana sempat pula ditarik iuran per bulannya kepada masyarakat.

"Saat ke PDAM pusat kami menemui  Kabid Umum, H. Abdullah. Dan meminta pipa PDAM di Sanggar diperbaiki keadaannya. Namun, pihak PDAM tidak merespon sama sekali. Saya juga sempat ribut karena memprotes tindakan petugas yang menarik pembiayaan perbaikan yang dikumpulkan kepada Pegawai PDAM yang bernama Abdanil dulunya. Tapi sekarang diberikan ke pegawai PDAM yang tinggal di Sila, namun saya tidak tahu nama aslinya," keluhnya menjelaskan.

Ia berharap, pihak Pemerintah Daerah atau PDAM memperbaiki pipa yang sudah rusak selama ini. Saat ini, masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih terpaksa mengambil air yang jauh dari pemukiman warga.

"Kami meminta pada pemerintah secepat diperbaiki pipa yang rusak. Saat ini, masyarakat terpaksa membeli air dengan harga Rp5.000 per cirigen tiap harinya. Dan jarak untuk pengambilan air sekitra 500 meter jauhnya atau tepatnya di kampung sebelah," tutupnya.


Sementara itu, pihak PDAM Bima, informasi yang dihimpun saat ini sedang mengalami goncangan yang mengancam perusahaan daerah itu gulung tikar. Saat bulan Ramadhan lalu, para pegawai PDAM Bima sempat menyegel kantor lantaran berbulan-bulan belum menerima gaji. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item