Anggota TNI Pulang Cuti "Habok" Kades Kananga, "Dandim Minta Maaf dan Janji Tindak Tegas"


anggota TNI AD Korem 173 Biak Lettu inf Umar saat diperiksa di Subdenpom Bima, Selasa (12/6/2018). METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Tindak pidana penganiayaan dilakukan oleh seorang personel anggota TNI AD Korem 173 Biak Lettu inf Umar yang datang pulang cuti ke Bima terhadap Muhammad Nur Kepala Desa (Kades) Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, di kantor Koramil Bolo, Selasa, 12 Juni 2018,

Informasi yang dihimpun. Kejadian yang berlangsung pagi hari itu digelar atas adanya undangan Lettu UM yang difasilitasi Danramil Bolo untuk Kades Kenanga di kantor Koramil. Isi pertemuan tentang jual beli rumah milik orang tua Lettu Um senilai Rp230 juta yang dibeli oleh Hj. Mariamah tahun lalu. 

Menurut Kades, proses jual beli rumah tersebut tidak ada persoalan dan diakuinya surat jual beli rumah ditandatanganinya karena setelah dicek kecocokkan dokumen semua sama atas nama H. M. Ali.

Lanjut Kades, setelah pembahasan usai dan ingin meninggalkan ruangan. Pelaku yang berdiri dari kursi menghampiri kades dan dikira ingin bersalaman dan berpelukan. Tiba-tiba, Lettu UM memukul Kades berkali-kali dan ada sekali pukulan yang mengenai wajah kades hingga meneteskan darah.

"Usai membahas masalah tanah, saya tiba-tiba dipukul Saya mengira, pelaku berdiri dan datang berpelukanm ternyata memukul memukul saya sebanyak 4 kali. Dan hanya sekali yang mengenai wajah saya," keluh Kades.

Kades menjelaskan, ada kekecewaan yang dirasakan pelaku pada proses jual beli rumah tersebut. Pelaku merasa kecewa karena dirinya tidak ikut terlibat menandatangani surat jual beli. Selepas kejadian itu, kades mengaku sudah melaporkan ke Polsek Bolo dan telah melakukan visum.

Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra saat menggelar konfrensi pers di aula Makodim 1608/Bima, Rabu (13/6/2018) siang. METROMINI/Dok
Upaya yang dilakukan oleh Danramil dalam rangka memasilitasi masalah Lettu UM yang sebelumnya ingin adanya solusi baik, namun berujung pada persoalan pidana. Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra pun angkat  bicara dan meminta maaf atas pemukulan yang dilakukan salah seorang personel anggota TNI AD Korem 173 Biak Lettu inf Umar terhadap korban Kades Kananga Muhammad Nur di kantor Danramil Bolo, Selasa (12/6/2018) lalu.

“Saya mohon maaf sebesarnya kepada seluruh masyarakat bima. Memang anggota ada kesalahan melakukan pelaggaran,” terang Dandim di hadapan awak media saat konfrensi pers yang digelar di aula Makodim 1608/Bima, Rabu (13/6/2018) siang .

Dandim menjelaskan, terkait anggota yang melakukan pemukulan sudah diambil tindakan tegas. Dia berjanji, tidak mentolerir tindakan anggota yang melanggar aturan dan pasti akan diberi sanksi yang sesuai dengan aturan yang ada. 

"Keberadaannya di Bima, saat ini Lettu Umar sedang melaksanakan cuti kembali ke kampungnya di Kecamatan Bolo,” ucap Bambang. 

Bambang menceritakan, kronologis kejadian masalah ini berawal dari tahun 2016. Tiba di Bima Senin (11/6/2018), Lettu Umar datang melaporkan ke Danramil Bolo tentang masalah itu. Karena Danramil Bolo tidak mengetahui dengan pasti tentang kejelasan permasalahan tersebut, maka Danramil Bolo mengundang Kades Kananga dan juga si pembeli rumah orang tua Lettu Umar.

"Mereka bertemu di kantor Koramil Bolo. Pada saat pertemuan di Koramil Bolo, pembeli rumah tidak bisa datang,” ujar Bambang. 

Lanjut Dandim, pertemuan itu pun dimulai. Setelah mendapat penjelasan dari Kades, tiba-tiba Letnan Umar berdiri dan memukul Kades. Keadaan itu dilerai oleh Danramil Bolo, Kapten Inf Khaerullah, "Tak selang berapa lama setelah kejadian tersebut, Danramil Bolo segera melaporkan ke saya. Dan Danramil saya perintahkan untuk segera menghadap ke Makodim," ujar Bambang.

Sambung dia, setelah Danramil datang menemuinya, dia memerintahkan unuk menghadap Dansubdenpom agar diambil segera diambil keterangan Lettu Umar maupun korban serta saksi-saksi lainnya. Pihak Kades Kananga yang di dampingi Camat Bolo setelah melakukan visum pun sudah memberikan keterangannya di Subdenpom Bima. 

"Kejadian ini, sudah saya laporkan juga ke Danrem 162 maupun Pangdam IX agar pelaku segera diproses. Sesuai petunjuk dari Danrem 162, agar segera mengambil langkah-langkah yang tegas sebagai pembelajaran,” tegas perwira ganteng dan enerjik itu.

Bambang menambahkan, atas kejadian ini, dirinya sudah turun ke Koramil Bolo dan mengundang u Camat serta Kades untuk berkomunikasi dan silaturahmi. "Tujuan ke sana bukan untuk mediasi atau damai. Tapi untuk meyakinkan kepada perangkat pemerintah maupun masyarakat Bolo bahwa pelaku akan diambil langkah tegas untuk pemberian sanksi dalam kasus ini," ucapnya.

"Walaupun Lettu Umar bukan anggota Kodim di sini, tapi dia anggota dari TNI AD. Jadi masih ada kaitannya dengan kami. Fan kami dari keluraga besar TNI AD sudah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut terutama untuk jajaran perangkat pemerintah dan masyarakat bolo pada umumnya,” papar dia menambahkan.

Dan hasil pertemuan tersebut, sambung dia, mendapat tanggapan yang hangat dari Ibu Camat Bolo beserta jajarannya. Mereka percayakan langkah yang dilaksanakan dalam bentuk proses hukum yang tegas. Selain  itu, Kades Kananga juga sudah berkomunikasi langsung dengan Danrem melalui sambungan selluler.

"Prinsipnya, kami serius menyikapi masalah ini. Kami pun meminta dukungan serta kepercayaan dari pihak koirban dan juga masyarakat. Semoga dari kasus ini, akan menjadi hikmah dan awal kerjasama maupun hubungan yang baik antara masyarakat Bima dengan jajaran anggota TNI khusunya di Makodim 1608/Bima," ungkap Dandim penuh harap. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item