Belasan Tahun Percaya BRI, Asset Senilai Miliaran Malah Raib Bagai Dihisap Rentenir

Ruko tiga lantai milik Ibu Igi di Desa Rato, Bolo, Kabupaten Bima telah dilelang pihak BRI. METROMINI/Agus Mawardy 
KABUPATEN BIMA - Malang nian yang dialami oleh ibu dua anak, Saogiyanti, warga Desa Rato, Kecamatan, Bolo, Kabupaten Bima. Pasalnya, belasan tahun menjadi nasabah dan diberi pinjaman kredit usaha sebagai nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) ternyata berujung pada kemelaratan hidup yang dialaminya. Saat ini, asset miliknya berupa ruko yang juga menjadi tempat tinggal wanita yang akrab disapa Ibu Igi itu telah dilelang. 

Kepada Metromini, Ibu kelahiran tahun 1976 itu menceritakan, sebelum dirinya menikah, dia sudah menjadi nasabah di BRI. Dan di masa remajanya, Ibu Igi sudah membuka usahanya sendiri. Dan saat itu, telah mendapat kepercayaan pihak BRI mendapat pinjaman modal usaha yang digelutinya. Seiring berjalannya waktu, Ibu Igi menikah dengan suaminya saat ini, Ma'rufudin. Secara perlahan, usaha Ibu Igi berkembang dan dia sudah memiliki asset yang menjamin hidupnya di masa depan. 

Menurut Ibu Igi, kredit di BRI karena dinilai lancar, dirinya di tengah masih ada angsuran kredit, di tahun 2015 lalu, dia ditawari pinjaman senilai Rp500 juta. Namun, kata Ibu Igi, seorang pegawai BRI yang menilai kemampuan Ibu Igi dalam membayar angsuran ditawarkan pembayaran kredit setengah miliar itu dalam jangka waktu tiga tahun. Dan angsuran perbulan saat itu sebesar Rp17.500.000.

"Karena belasan tahun mendapat kredit di BRI. Tahun 2015 saya ditawari kredit Rp500 juta. Dan oleh pihak dengan jaminan perubahan massa angsuran ke depannya. Saat menerima uang disepakati masa pembayaran 3 tahun dengan angsuran per bulannyaRp17,5 juta," kata Ibu Igi mengisahkan, Jum'at, 29 Juni 2018 kemarin.

Surat pemberitahuan laku lelang yang diterima Ibu Igi dari pihak BRI. METROMINI/Dok
Kata dia, dalam kredit tersebut, setelah dipotong dengan sisa kredit sebelumnya, dia mengaku hanya menerima uang sebesar Rp95 juta saja. Dan sebagai jaminan kredit, sambung dia, selain sertifikat milik orang tuanya yang sudah lama menjadi jaminan di BRI, ia pun menyerahkan dua sertifikat ruko tiga lantai atas nama dirinya di BRI, 

"Siapa sangka, musibah pun saya alami setelah mendapat kredit dengan jumlah cicilan yang sangat memberatkan. Keluarga saya mendapat ujian dan saat itu memang ada perjanjian, dalam 6 bulan pembayaran akan ada keringanan cara membayar dan ditambahkan jangka waktu pembayarannya," ungkap dia.

Lanjut Ibu Igi, selama 6 bulan setelah mendapat kredit membangun usaha sarang burung walet di lantai dan usaha toko di bawahnya. Selama 6 bulan kewajibannya membayar angsuran pun lancar. Namun, di bulan ke tujuh, karena ada masalah dan juga kendala usaha yang belum membuahkan hasil, disepakati dengan pihak BRI pembayaran pun dikurangi Rp10 juta per bulannya.

"Nah, karena hidup kami berantakan, kesanggupan membayar Rp10 juta itu pun hanya beberapa bulan saja. Setelah itu, karena sakit dan juga masalah keluarga, akhirnya kewajiban ke pihak BRI pun tersendat," aku dia.

Ia menambahkan, dalam keadaan ekonomi keluarganya yang terpuruk, Ibu Igi kerap didatangi petugas dari pihak BRI. Dan ia mengaku, untuk melanjutkannya itu, dirinya sedang berusaha menjual asset miliknya yang memang belum ada peminatnya.

"Kepada pihak bank saat membawa surat peringatan saya sudah nyatakan tetap akan bertanggung jawab. Tapi, menunggu penjualan asset yang belum ada peminatnya," ucap dia.

Alhasil. ia melanjutkan, dirinya merasa terkejut saat surat dari pihak BRI yang meminta untuk mengosongkan barang-barang yang ada di dalam ruko atau rumah yang ditempatinya saat ini. Kata dia, dua asset ruko lantai 3 miliknya sudah dilakukan proses lelang di kantor KPKNL. Bahkan, pemenang lelang yang diketahui adalah tetangga Ibu Igi, sudah menyetorkan uang di KPKNL dengan nilai hasil pelelangan sebesar Rp425.668.000.

"Saya sungguh shock, sakit dada dan kaget mendapat kabar rukoi saya sudah dilelang. Dan proses ini sama sekali tidak saya ketahui dan dilakukan sepihak. Rasanya seperti ruko saya ini ingin dirampok oleh BRI," tuding dia.

Saat ini, kata dia, saya sudah berusaha mencari pinjaman yang nantinya ingin ia bicarakan dengan pihak BRI agar meninjaukembali asset miliknya yang dilelang dan tetap melanjutkan pembayaran angsuran kredit yang menjadi kewajibannya itu.

"Saya tidak terima langsung dilelang tanpa ada pembicaraan dan sebenarnya saya sudah menyatakan kesanggupan dengan menunggu penjualan asset saya untuk membayar utang di BRI. Dan proses lelang sepihak ini pun tidak disetujui oleh suami saya dan tidak ada proses kesepakatan dalam pelelangan yang sudah ada pemenangnya itu," kata dia.

Intinya, ia menegaskan, saat ini, pihaknya sudah mengantongi uang untuk melanjutkan pembayaran. Dan Ibu ingin membicarakan dengan pihak BRI.  Diakuinya, asset miliknya itu bernilai sekitar lebih dari Rp1 miliar. Tapi, penaksirannya pun dilakukan sepihak oleh BRO senilai Rp Rp425.668.000 yang sepertinya ada dugaan merampok asset miliknya secara sistimik.

"Asset saya di atas Rp1 miliar. Ditaksir sepihak Rp425 juta lebih. Harga miring sekali dan seperti mau merampok saja cara pihak bank dengan KPKNL dan pemenang lelang," tiuding dia.

Diakuinya pula, dirinya yang sudah menjadi kreditur sejak tahun 2002, harusnya pihak BRI lebih bijaksana, bukannya dibicarakan baik-baik dan hanya sekedar kasih surat namun sepihak melelang asset nasabah.

"Harusnya pertimbangkan track record atau riwayat nasabah apalagi BRI itu bank plat merah yang harus mengedepankan sisi kemanusiaan dan berpihak ke masyarakat kecil. Bukan bekerja seperti rentenir dan preman, sewenang-wenang menjual asset hasil peras keringat nasabah selama belasan tahun lamanya," pungkas dia dengan nada tegasnya teta akan melawan pihak bank takkan menyerahkan ruko yang menjadi tumpuan hidupnya saat ini.

Sisi lainnya, pegawai pihak BRI Cabang Bima yang dikonfirmasi Wartawan media ini, sudah diupayakan untuk dimintai tanggapan, namun belum berhasil memberikan pernyataannya hingga berita ini dinaikkan. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item