Curhatan Si Tukang Kritik "Ade Imam", DPO Kasus Pengrusakan yang Dibekuk Polisi di Ambalawi

Ade Imam Dzikrullah saat berpose bersama Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (dalam mobil) dan Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan yang diunggahnya menjadi sampul akun Facebooknya tanggal 3 Desember 2017 lalu. FACEBOOK/Ade Imam Zikrullah
KOTA BIMA - Plt. Kasubag Humas Polres Bima Kota, IPDA Suratno mengaungkapkan, anggota Tim Khususn Curas, Curat dan Curanmor (Timsus 3 CR) Polres Bima Kota berhasil mengamankan seorang pemuda berstatus mahasiswa yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dua kasus yang masuk di Polres, Rabu, 20 Juni 2018. Identitas DPO atau tersangka yang diamankan  bernama Ade Imam Zikrullah (24) yang merupakan warga asal RT. 03/02, Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

"Ade Imam masuk DPO kasus pengrusakan kantor Inspektorat  Kabupaten Bima dan juga DPO pada kasus pencurian dengan Kekerasan beberapa waktu lalu yang terjadi di Ideal Karaoke," ungkap Suratno dalam siaran persnya, Rabu, 20 Juni 2018.


Suratno menjelaskan, Tim Ops Sus Res Bima Kota, sekitar pukul 18:30 WITA menindaklanjuti pengamanan seorang pemuda ini dengan adanya Laporan Polisi nomor: LP/115/IV/2018/NTB/RES BIMA KOTA/Tanggal 06 April 2018 tentang pengrusakan kantor Inspektorat Kabupaten Bima saat menggelar unjuk rasa terkait masalah di RSUD Bima. 

"Atas dasar laporan polisi atas kasus Pengrusakan kantor Inspektorat Kabupaten Bima. Dan sebelumnya juga pernah terlibat pada kasus pencurian dengan kekerasan di Karaoke Ideal Gunung Dua, pada bulan Maret 2017 lalu," jelas Suratno.

Ade Imam Dzikrullah yang diringkus Timsus Polres Bima Kota di Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, kini diamankan di Sat Reskrim Polres Bima Kota, Rabu, 20 Juni 2018,  POLRES BIMA KOTA/Dok
Baca: Akun Facebook Ade Imam Sebut '.....dinda botee, ngena ru'umu'

Ia menjelaskan, setelah keberadaan pelaku diperoleh informasinya oleh Tim Ops Sus, seketika Tim langsung bergerak dan meringkus pelaku yang berada di pinggir pantai yang masuk wilayah Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima sore tadi. 

"Tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku yang saat itu sedang bersama teman-temannya. Dan saat diamankan, pelaku tidak melawan dan juga kondisinya sudah dikepung oleh anggota," papar dia.

Baca: Ade: Dinda itu Bupati Jalan-Jalan dan "Buta Huruf"

Ia menambahkan, saat pelaku dibekuk, ada barang bukti yang juga diamankan oleh anggota dan kini baik pelaku dan barang bukti tersebut sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Bima Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Sedangkan barang bukti yang diamankan yaitu 1 (satu) buah HP merk Oppo dan 1 (satu) buah HP merk samsung," sebut Suratno.

Baca: Dituding Jalan-jalan dan "Buta Huruf", Ini Tanggapan Bupati

Sementara itu, Ade Imam Dzikrullah yang juga mahasiswa semester atas di kampus STIHM Bima saat ini pernah menceritakan kasusnya saat bertandang di kantor Metromini beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, dalam kasus ideal karaoke sebenarnya sudah dilakukan komunikasi dengan manajemen karaoke dan saat itu kedua belah pihak sudah berdamai. Sementara itu, saat aksi pengrusakan kantor Inspektorat adalah bagian dari aksi yang dilakukan bersama rekan-rekan mahasiswa yang oleh pihak Pemkab Bima dilaporkan ke Kepolisian.


Selain itu, Ade pun menyinggung dirinya sempat diperiksa di Polda NTB terkait adanya laporan polisi terhadapnya yang dilaporkan langsung oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri. "Saat dipanggil pihak Polda NTB saya diperiksa oleh mantan Kapolres Bima dan sempat disita dua handphone yang biasa saya gunakan hingga kembali pulang ke bima," kisah Imam sebelum bulan puasa lalu.

Diakuinya, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Polda berdasarkan laporan penghinaan melalui media elektronik yang dilakukan oleh Bupati. "Ada pembicaraan saat itu. Tapi, saya belum bisa bicara di sini," tambah pemuda yang dikenal kritis di sosial media itu.

Informasi yang dihimpun Metromini. Penangkapan terhadap aktivis yang dikenal bicara menohok lewat akun Facebooknya "Ade Imam Dzikrullah" yang diakui oleh Imam saat ini sudah dikendalikan oleh pihak penyidik Polda yang bernama Pak Ekawana atau mantan Kapolres Bima beberapa tahun yang lalu.

"Akun FB saya itu sudah dikendalikan Pak Eka. Karena selain disita, HP saya, nama akun dan passwordnya pun diminta saat itu dan sekarang sudah saya gunakan akun facebook yang lain," tutur dia, yang kemarin baru saja mengabarkan dirinya berulang tahun.


Di sisi lain, Manajemen Ideal Karaoke, Iskandar Julkarnain mengaku, kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di tempat usahanya pada tanggal 5 Maret 2017 lalu itu diakui sudah ada pembicaraan dengan keluarga terduga pelaku.

"Dulu pihak keluarga terduga pelaku sering mendatangi kami. Dan kasus itu sudah kami nyatakan tidak dilanjutkan," ujar Iskandar singkat saja via akun WhatsAppnya, Rabu, (20/6/2018) malam ini.

Seorang sumber lainnya mengungkapkan, disinyalir, Ade Imam diperkirakan menjadi atensi kekuasaan yang karena tindakannya kerap mengkritisi dan terkesan mengganggu kenyamanan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bima dengan caranya yang kadang-kadang frontal dan anarkis. 

"Dan dengan adanya dua kasus di Mapolres Bima Kota dan kasus laporan Bupati di Polda NTB. berakhir pada keadaan Ade Imam yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang kini tengah diamankan di Mapolres Bima Kota," tutur Sumber via messenggernya, malam ini. 

Sementara itu, Bupati Bima masih dikonfirmasi terkait dengan pengakuan Ade Imam yang melaporkan dirinya hingga pernah diperiksa oleh seorang penyidik yang disebutkan namanya oleh Imam itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item