Di Karampi-Langgudu, Petani yang Gagal Panen, Terpaksa Cari Umbian Beracun untuk Dimakan

"Wabup: Tak Ada Gagal Panen di Karampi"

Warga di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima saat mengolah lede sebelum dikonsumsi. GOOGLE/www.indikatorbima.com
KABUPATEN BIMA - Keadaan yang memprihatinkan dirasakan sebagian masyarakat di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Pasalnya, sebagian besar warga di Desa itu atau yang lebih tepatnya di Dusun Sorobali mengalami gagal panen pada musim tanam saat ini. Akibatnya, warga terpaksa mengambil umbian beracun atau lede (dalam bahasa daerah bima) sebagai makanan pengganti beras atau menjadi makanan pokok untuk saat ini.

Kondisi ini diakui oleh Abdul Latif, Kepala Dusun (Kadus) Sorabali, Kamis, 7 Juni 2018 kemarin kepada pewarta Metromini. Menurut Kadus, saat ini memang akibat gagal panen pada penanaman padi di musim tanam terakhir ini, sebagian besar warga di Dusun Sorobali nmengalami krisis bahan pokok.

"Kondisi gagal panen ini sebabnya karena faktor alam. Keadaan kemarau yang berkepanjangan, menyebabkan kami mengalami gagal panen pada penanam padi di musim tanam terakhir ini," terang Abdul Latif, kemarin. 

Kata dia, sebagai alternatif dari keadaan tersebut, warga harus mencari makanan tambahan. Saat ini, ada sekitar 20 orang yang sudah menaiki gunung untuk mencari lede. "Ada juga yang sudah turun gunung dan mengolah umbian beracun itu agar bisa dikonsumsi untuk saat ini," ucap dia. 

Ia mengungkapkan, warga di dusunnya memang sudah terbiasa mengkonsumsi lede. Dan kondisi keracunan yang dialami warga juga sering terjadi karena kesalahan dalam pengolahan makanan ini sebelum dikonsumsi.

"Meski sudah tebiasa makan lede (umbian beracun). Warga tetap ada yang keracunan. Sebabnya, kesalahan saat mengolah makanan ini sebelum dikonsumsi. Untuk saat ini, kami tidak punya pilihan lain karena memang tidak ada beras untuk makan," tutup Kadus Sorobali itu. 

Sementara itu, proses untuk mendapatkan umbian beracun tersebut tidaklah mudah. Warga harus bersusah payah menempuh perjalanan bahkan sejauh puluhan kilometer di atas gunung untuk mencarinya. Umbian beracun atau gadung bukanlah tanaman budidaya. Tanaman ini tumbuh liar di atas gunung dan keadaannya tidak tumbuh di sembarang tempat melainkan di lokasi yang terjal.

Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Nor. METROMINI/Agus Gunawan
Di tempat yang terpisah, Wakil Bupati Bima (Wabup) Drs M. Dahlan M. Noer mengatakan, umbian atau Lede ini merupakan makanan yang menjadi produk masyarakat yang ada di Desa Karampi. Kata Wabub, masyarakat di desa itu mempunyai penghasilan yang melimpah ruah. Dan sepemahaman Wabu, tidak ada yang gagal panen.

Menurut Wabub, masyarakat di sana memiliki lahan perkebunan dan pertanian yang menghasilkan bermacam-macam hasil pertanian dan perkebunan. Hasil dari sektor kelautannya pun bagus untuk di wilayah Desa Karampi..

"Di sana (Desa Karampi-red) ada lahan perkebunan dan pertanian yang biasanya ditanami jagung,  kacang, palawija. Dan hasil pertanian bagi pendapatan masyarakat juga berhasil di sana, Potensi di bidang perikanan dan pariwisata juga ada di sana," tutur Dahlan yang ditemui beberapa awak media usai sholat maghrib berjamaah di musholla kantor Pemkab Bima, Kamis, 7 Juni 2018 semalam.

Dahlan menguraokan, potenai yang dimiliki Desa Karampi saat ini sangat bagus. Dia pun berharap sekaligus mengajak masyarakat di sana untuk mengelola aset yang ada dengan baik dan tepat. Tahun ini, program yang akan dibangun di sana ada dua bendungan yang tujuannya untuk mengairi lahan pertanian dan perkebunan di kawasan Desa Karampi dan sekitarnya. 

"Pokoknya potensi di sana bagus, tinggal mau tidak mengelolanya saja. Dan yang potensial juga pada aspek Pariwisata yang ada di sana. Tahun ini kita membangun dua bendungan untuk pengairan kawasan perkebunan dan pertanian yang ada di sana," ungkap Dahlan.

Ia menegaskan, intinya di Karampi tidak ada gagal panen. "Saya juga sering makan lede itu dan bentuknya seperti singkong. Dan makanan itu merupakanmakanan khas masyarakat di sana, tapi kita harus mengolah dulu dengan baik sebelum dikonsumsi. Itu sudah biasa kita makan," tutup Wabup yang juga berasal dari Kecamatan Langgudu itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item