Di Nunggi-Wera, Seorang Kakek Karena Menegur Cucunya, Dibacok Anak Kandungnya

Kondisi korban Arsyad (70) yang dibacok anak kandungnya di Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. POLSEK WERA/Dok
KABUPATEN BIMA - Plt. Kasubag Humas Polres Bima Kota, IPDA Suratno mengungkapkan, sekitar pukul 14.00 WITA, Selasa, 5 Juni 2018 kemarin, telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan yang bertempat di halaman rumah milik korban sekaligus pelaku yaitu ayah dan anak kandungnya di Dusun Ngodu, Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Kata Suratno, pelaku penganiayaan adalah Ridwan Arsyad (43) yang berprofesi sebagai petani, asal Dusun Ngodu, Desa Nunggi, Kecamatan Wera. Sementara korban adalah ayah kandung pelaku yaitu Arsyad (70). Baik pelaku dan korban memang sudah tinggal di rumah yang berbeda namun masih dalam satu pekarangan atau hidup berdampingan.

Suratno mengungkapkan, kejadian penganiayaan ini berawal dari anak kandung pelaku (Ridwan) yaitu Rohani ribut-ribut lantaran merasa kehilangan uang di dalam rumahnya sendiri. Kemudian korban yang tinggal di sebelah rumah mendengar cucunya yang sedang ribut-ribut kehilangan uangnya menegur Rohani.

"Korban sebelum penganiayaan terjadi melarang cucunya atau anaknya Ridwan yang bernama Rohani untuk tidak ribut-ribut. Karena korban merasa tidak enak didengar oleh tetangga di sekitarnya, mengingat saat sekarang adalah bulan puasa," jelas Suratno.

Ia melanjutkan, tidak lama kemudian. pelaku atau Ridwan turun dari rumah panggungnya untuk mendekati ayah kandungnya itu. Dan saat itu baik Ridwan dan Arsyad sedang berada di halaman rumahnya. 

"Namun kemudian, pelaku Ridwan ini secara tiba-tiba langsung menebas bagian punggung ayah kandungnya secara berulang-ulang dgn menggunakan sebilah parang. Korban mengalami luka robek dan sabetan Ridwan menebas tangan kiri ayah kandungnya. Karena Ridwan membacoknya secara berulang hingga mengakibatkan korban mengalami luka yang cukup serius dan menuebabkan patah tulang di atas pergelangan tangan kiri Arsyad atau korban," papar Suratno mengisahkan.

Kondisi korban Arsyad (70) yang dibacok anak kandungnya di Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. POLSEK WERA/Dok
Kata dia, pada saat kejadian tersebut, keadaan itu dapat dilerai oleh kedua saksi yang merupakan tetangga korban dan pelaku. Dan setelah itu, korban langsung di bawa ke Puskesmas Tawali-Wera untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan luka korban. Arsyad mengalami luka pada bagian punggung belakang, pada lengan tangan kiri di atas pergelangannya dan mengalami patah tulang," bebernya.

Diduga, sambung Suratno, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena emosi terhadap korban yang melarang anaknya Rohani saat ribut-ribut terkait dengan kehilangan uangnya. Kondisi itu, ditengarai pula membuat pelaku secara spontan mengambil sebilah parang sehingga tidak sadar akibat tergelut emosi yang mengancam jiwa ayah kandungnya sendiri.

"Dan dalam kasus ini, kami sudah ada dua orang saksi. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Wera dan telah membuat surat pengamanan diri. Sementara itu, dari pihak korban belum ada yang melaporkan secara resmi terkait penganiayaan tersebut. Mungkin juga karena istri dan anak korban yang lainya telah berangkat ke Kota Bima untuk mengantar dan mendampingi korban yang dirawat lebih lanjut di RSUD Bima ," terangnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item