Di Taropo-Kilo Alami Kekeringan, Kekurangan Air Bersih Dikeluhkan Warga

Kondisi warga saat menyewa mobil pick up untuk mengambil air sejauh 3 km dari Desa Taropo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Minggu, 9 Juni 2018. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN DOMPU - Di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu pada musim panas saat ini, kekeringan melanda beberapa desa yang ada. Kondisi ini dirasakan dan dikeluhkan oleh warga di Desa Taropo. Dampaknya, belakangan ini warga susah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidupnya seperti untuk minum, masak dan mencuci.

Keluhan ini disampaikan warga asal Dusun Sarahe, Desa Taropo, Safrani. Kata dia, sudah hampir seminggu kekurangan air bersih dialami warga. Kondisi pompa air yang ada di dusunnya pun tak lagi bisa menarik air di dalam sumur. Diakuinya, untuk mengambil air bersih, warga harus menempuh jarak 3 km untuk sampai ke tempat pengambilan air. Itu pun menggunakan kendaraan roda dua dan warga menyewa mobil pick up.

"Sudah satu minggu kami kekurangan air bersih. Pompa yang biasa menarik air di sumur pun entah rusak atau memang debit air yang sudah tidak ada. Setiap harinya, warga mengambil air dengan menempuh jarak kurang lebih 3 km dengan menggunakan mata air agar bisa sampai di titik mata air,," ungkap ibu rumah tangga itu, Minggu, 9 Juni 2018.

Dia pun mengaku, ada satu sumur yang ada di dusunnya. Tapi karena mesin yang biasa untuk menarik airnya rusak sehingga tidak bisa dimaksimalkan keadaannya. Padahal, mendengar keterangan dari Pak Kades, alat mesin air itu dibeli dengan biaya yang mahal.

Kondisi air di sungai yang biasa dimanfaatkan warga Desa Taropo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, untuk kebutuhan air bersih mereka. METROMINI/Agus Gunawan
Sambung dia, warga di sini setiap hari mengumpulkan uang untuk membeli air bersih. Ada juga warga yang memilih mengambil air di sungai yang jaraknya lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.

"Kami biasanya kumpulkan uang buat beli air. Ada juga warga Dusun Sarahe yang memilih ke sungai besar untuk mencuci dan memanfaatkan air itu untuk kebutuhan lain. Jaraknya juga lumayan jauh kalau ke sungai," tutur dia.

Selain itu, lanjut dia, operasi air di sumur yang ada di dusunnya hampir digunakan oleh setengah dari masyarakat yang ada di kampungnya. Namun, saat ini sudah susah mengambil air di sana. Saat ini, sumur yang normal ada di wilayah pemukiman transmigran. Air di sana lancar mengaliri kebutuhan warga lewat pipa yang ada. Namun, pipa dari mata air yang bisa mengaliri air ke pemukian warga yang lain kondisinya sudah rusak. Diduga, akibat dari aktivitas perladangan warga. 

Kondisi ini, ia berharap ada solusi dan jalan keluar yang dilakukan oleh Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Dompu. "Terus terang, kami sangat merasakan kesusahan atas kondisi kekeringan ini. Semoga saja ada solusinya dari pemerintah," tandas dia.  

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item