Dilapor Polisi, Supir Truk Akui Endapkan Jagung dari Sanggar ke Gudang Manggelewa

Kondisi truk yang dijamikan terlapor di Polsek Manggelewa, Kabupaten Dompu. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Diduga seorang supir truk melakukan penipuan terhadap pemilik jagung asal Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pengungkapan ini disampaikan oleh Kadril, warga Desa Piong, Kecamatan Sanggar yang merasa jagungnya ditilep saat dimuat oleh supir truk bernama Haris yang beralamatkan di Desa Kore, Kecamatan Sanggar. 

Menurut Kadril, belasan ton jagung miliknya dipercayakan untuk dibawa di gudang yang ada di Cabang Banggo, Kecamatan Magelewa, Kabupaten Dompu. Kadril menceritakan, pada tanggal 23 April 2018 lalu, ia menyewa truk yang di bawa oleh Haris untuk membawa jagung yang sudah ditimbang oleh istrinya di Desa Piong untuk diantar di gudang yang ada di Kecamatan Manggelewa.

"Tanggal 23 April 2018, saya menyuruh Haris untuk muat jagung yang ada di Desa Piong untuk dibawa di gudang yang ada Kecamatan Magelewa, Kabupaten Dompu. Muatan saat itu berjumlah 2 truk atau sekitar 16.347 Ton, Tapi setelah Saya cek di gudang, hanya satu truk saja yang sampai di gudang," ujarnya. Senin, 4 Juni 2018.

Bukan itu saja, kata dia,  pada tanggal 26 April 2018, modus sopir ini melakukan hal yang sama. Pada saat itu, Kadril menyewa untuk membawa jagung dua truk juga,  Tapi, kondisi yang sama dilakukan oleh oknum supir tersebut. "Saat pengecekan di gudang dari dua truk yang masuk gudang hanya 1 satu truk jagung saja," bebernya.

Ia merinci, di tanggal 26 April 2018 itu, ada dua truk jagung sekitar 25.760 Ton. Setelah dicek di gudang, hanya satu truk saja yang masuk, sedangkan satu truk ini hilang di tengah jalan dan masih dipertanyakan, di mana dibawa oleh supir truk bernama Haris tersebut. 

"Saya mengalami kerugian dua truk muatan jagung yang jika diuangkan senilai Rp100 juta lebih," ungkapnya.

 Pada kasus ini juga,  kata dia, pihaknya sudah mencoba mendatangin oknum sopir itu dan membicara hal ini pada di Polsek Sanggar. Tapi, supir truk mengelak dan tidak mau bertanggungjawab mengenai jagung dua truk yang hilang ini.

"Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan oknum Sopir itu untuk membicarakan masalah jagung dua truk itu di Polsek Sanggar. Tapi pihak supir tidak mau bertanggung jawab atas masalah ini. Dan kerugian saya dari jagung dua truk itu sekitar Rp126,321,000," katanya.

Diakuinya, bersama pihak keluarganya, masalah ini sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib. Dia mengaku, semua bukti dan nota timbangan di lokasi dan nota yimbangan di gudang sudah dilampirkan dalam laporan polisi tersebut. 

"Saya sudah melaporkan kasus ini pada pihak Polsek Kecamatan Manggelewa. Semua bukti dan nota timbangan di lapangan dan nota timbangan di gudang sudah kami pegang dan dilampirkan dalam laporan. Kami minta oknum sopir itu bertanggung jawab atas masalah ini," tegasnya.

Di sisi lain, Kasat Reskrim, Amar yang di konfirmasi via selurernya, membenarkan kalau kejadian ini sudah Kadril dilapokan di Polsek Manggelewa. Amar mengaku, pelaku sudah membuat surat pernyataan dan memberikan jaminan Truk dan BPKB serta akan menggantikan uang milik kadril pada hari Senin, 11 Juni 2018 depan.

"Laporannya sudah terima. Dan saudara Haris sudah membuat Surat Pernyataan untuk smenggatikan uang milik Kadril hari Senin depa. Dan saat ini, terlapor sudah memberikan jaminan berupa Truk dan STNK yang telah diamankan di Polsek Manggelewa," tutupnya, Senin, 4 Juni 2018 sore kemarin. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item