Dua Hari ini, Terjadi Kebakaran Rumah di Desa Samili dan Sanolo

Rumah milik Burhan yang terbakar di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Kamis, 7 Juni 2018. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Camat Woha, Irfan Dj, SH mengatakan, Rabu 6 Juni 2018 kemarin sekitar pukul 10:10 WITA, bertempat di RT. 10/05, Dusun Rangga jao, Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, terjadi kebakaran satu unit rumah permanen yang berukuran 8 x 13 milik Pelda Nurul Muzakir, anggota Kodim 1608 Bima.

Kata Camat, untuk penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib. Diceritakannya, sekitar pukul 10:10 WITA, kemarin, masyarakat tiba-tiba melihat api yang membesar di bagian atap rumah.Pelda Nurul. Diperkirakan saat itu, sumber api pada ruangan gudang yang dekat dengan bangunan rumah.

Kondisi rumah milik Pelda Nurul Muzakir yang terbakar di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu, 6 Juni 2018. METROMINI/Dok
"Ada ratusan orang warga yang melihat kejadian itu langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran atau Damkar tiba di TKP dan langsung melakukan upaya pemadaman api," jelas Irfan.

Dia mengaku, dirinya yang sempat hadir di TKP menyaksikan kerusakan akibat dari kebakaran ini menyebabkan pada bagian dalam kamar, plafon dan perabot rumah tangga telah terbakar serta atap rumah dalam keadaan rusak parah. "Kerugian dari musibah ini diperkirakan menelan angka ratusan juta rupiah," sebutnya.


Rumah Panggung di Sanolo Terbakar

Kondisi istri Burhan yang meratapi keadaannya akibat rumah dan harta miliknya yang terbakar di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Kamis, 7 Juni 2018. METROMINI/Dok
Hari ini, Kamis, 7 Juni 2018, musibah kebakaran kembali terjadi pada sebuah rumah panggung yang terletak di RT 10, Dusun Apel, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Kebaran yang terjadi pagi hari tadi atau sekitar pukul 09:00 WITA, menyebabkan 1 unit rumah panggung 9 tiang milik Burhan (28) ludes dilahap si jago merah.

Pengakuan Burhan, awal diketahui terjadinya kebakaran ini, saat istrinya yang bernama Hasanah (23) sedang keluar rumah dan pergi membeli korek api. Namun, saat warga lainnya yang kebetulan melintasi di depan rumah Burhan melihat adanya kepulan asap, baru diketahui terjadi kebakaran di rumah panggung yang tidak ada orang di dalamnya itu.

"M. Yunus yang melihat adanya kepulan asap dan mengetahui awal terjadinya kebakaran ini. Saat itu, sebenarnya M. Yunus ingin pergi ke rumah Isha untuk mengambil pupuk. Namun, kedua saksi itu melihat kepulan asap yang keluar dari dalam rumah saya. Sesaat itu pula, M. Yunus naik ke rumah saya dan berupaya untuk memadamkan api," terang Burhan, Kamis, 7 Juni 2018.

Ia melanjutkan, setelah api semakin membesar, kedua saksi itu berteriak ke warga yang lainnya atas kejadian ini. Datanglah sejumlah warga yang berusaha membantu memadamkan api dengan menyemprotkan air menggunakan Mesin Pompa Air dan upaya ini dilakukan agar tidak menjalar ke rumah yang lain.

"Dan sekitar pukul 09:20 WITA, datang satu unit mobil Pemadam Kebakaran dari Kecaatan Bolo da n 1 unit Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bima yang tiba di lokasi untuk membantu memadamkan api," ujarnya.

Diakuinya, sesaat kemudian api pun berhasil dipadamkan. Namun, selain rumah panggung 9 tiang yang habis ludes telah terbakar, Burhan dan keluarganya mengalami kerugian lain seperti kehilangan uang tunai sebesar Rp3.000.000 yang ada di dalam rumahnya, sebuah televisi, 2 buah lemari baju, 2 buah sprinbed, sebuah kulkas, 1 buah bofed, reskuker, kipas angin, 10 karung padi, 50kg beras, semua pakaian dan juga surat-surat emas yang digadainya.

"Sebab kebakarannya masih diselidiki oleh pihak yang berwajib. Saat ini, kami hanya bisa pasrah. Semua harta kami sudah habis ludes terbakar. Dan jika dikalkulasi, kerugian dalam musibah ini diperkirakan sekitar Rp90 juta," ungkap Burhan dengan nada suaranya yang terdengar lirih. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item