Dugaan Politik Uang Rp50 Ribu di Manggemaci, Dituding Anak Penerima Settingan Lawan Politik

"Warga: Pemberi Uang Berani Sumpah Uang itu Sedekah, Bukan Tuk Pilih MANuFER"

Proses klarifikasi kasus dugaan politik uang yang terjadi di Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Senin (25/6/2018) sore du kantor Panwaslu Kota Bima. FACEBOOK/Bang Bhimo
KOTA BIMA - Pengguna sosial media jenis Facebook, tiba-tiba dihebohkan dengan postingan stasus dari seorang warganet dengan akun bernama Midhun Ana Leto. Sekitar pukul 17:00 WITA, Senin, 25 Juni 2018 kemarin, Midhun menuliskan status sebagai berikut:

"Oknum PNS (GURU AGAMA) kedapat tangan membagi Uang Manuver masing2 50 Ribu ke Warga Lingk. Waki Kel. Manggemaci Sore ini," tulis Midhun Ana Leto di lini masa akun Facebooknya, kemarin sore.

Sekitar 170 likers dan 50 lebih kali status itu dibagikan membuat viral di sosial media sejak semalam. Informasi yang dihimpun media ini. Diduga oknum guru bernama Syaifullah yang mengajar di SDN-11 Kota Bima melakukan money politics atau pemberian uang bermotif politik kepada seorang warga bernama Muhammad (72), warga RT. 05/02, Lingkungan Waki, Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Redaksi postingan stasus dari seorang warganet dengan akun bernama Midhun Ana Leto. Sekitar pukul 17:00 WITA, Senin, 25 Juni 2018 kemarin. METROMINI/Dok
Dilansir dari sebuah media online merilis bahwa pemberian uang kepada Muhammad senilai Rp50 ribu terjadi di depan jalan Lingkungan Waki. Muhammad atau akrab dipanggil Hima mengaku, pemberian uang itu saat dirinya bersama tiga temannya sedang duduk sambil ngopi di depan jalan raya di belakang Paruga Nae. Tiba-tiba, Saifullah yang memang sedang mencari Hima bertemu di pinggir jalan itu. Saifullah pun sempat memberikan uang Rp50 ribu kepada Hima. Dan diketahui, antara Saifullah yang saat ini tinggal di Lingkungan Bedi-Manggemaci dan Hima memang sudah saling mengenal lama.

"Ternyata di sini rupanya Hima (sapaan akrab Muhammad). Pantas saya cari ke rumah nggak ada," sahut Saifullah yang diungkap oleh Hima dalam ceritanya.

Hima pun menjawab, "memangnya ada apa sampai cari-cari saya," jawab Hima menanggapi pembicaraan Saifullah, yang dikutip dari www.gardaasakota.com.

Situs gardaasakota.com pun menerangkan, di tengah percakapan itu, sambung Hima, oknum ASN (Saifullah) berucap kepadan Hima yang didampingi dua rekannya, Fatahullah dan Salmah.

"Terima uang ini, "CAKI MENA PU NOMOR 1 (nyoblos semua nomor 1 yah, sambil menyodorkan uang nominal Rp50 ribu kepada kami bertiga," ucap Hima meniru kata-kata seorang Guru Agama itu yang kembali dikutip dari portal berita www.gardaasakota.com

Masih menurut  gardaasakota.com yang menerangkan lebih lanjut bahwa Ketua Timses Pemenangan Kelurahan Manggemaci Pasangan Calon LUTFI FERI, Amrin setelah mengetahui adanya dugaan politik uang. Ia langsung berkordinasi dengan Penasehat Hukum (PH) Tim Lutfi-Feri. Kemudian, Amrin dan PH mendatangi kantor Panwaslu Kota Bima untuk melaporkan kejadian ini. 

"Kenapa kami ambil langkah ini? Tujuannya agar ruang gerak para paslon dalam masa tenang tidak meluas dan membias lebih besar lagi sehingga Pilkada yang bersih dan bermartabat bisa diwujudkan," tegas Amrin, kemarin.

Anak Kandung Muhammad Menanggapi

Muhammad, warga Lingkungan Waki yang menerima uang dari Syaifullah. GOOGLE/www.gardaasakota.com
Setelah heboh di sosial media dan mengetahui ada video yang diunggah warganet lainnya yang memuat konten pengakuan dari Muhammad alias Hima yang menerima uang dari Saifullan dan diwawancara orang lain hingga menyebut pasangan nomor satu atau MANuFER (H. A. Rahman dan Hj. Ferra Amalia). Kondisi ini, direspon oleh anak kandung Muhammad yaitu Ridwan Pawan.

Kata Ridwan, setelah bicara dan meminta keterangan jelas dari ayahandanya, ia pun menanggapi polemik dugaan politik uang itu dan mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya kepada media ini.

Menurutnya, seorang Guru yang bernama Syaifullah memang akrab dengan keluarganya. Sebab, istri Ridwan dan Saifullah mengajar pada satu sekolah yang sama yaitu di SDN 11 Kota Bima. Syaifullah mengaku, setelah dikonfirmasi ke Saifullah, pemberian uang yang dilakukan oleh Guru Agama itu sebenarnya adalah sedekah. Dan kebiasaan sedekah yang dilakukan Saifullah tidak hanya saat ini saja dan sudah lama serta sering dilakukan olehnya. 

"Pak Saifullah memang dikenal sosok yang darmawan. Sering menyisihkan pendapatannya kepada orang tua saya dan yang tua-tua di kampung. Dan kenal dengan keluarga kami, kebetulan juga satu tempat mengajar dengan istri saya," jelas Ridwan, Selasa, 26 Juni 2018 pagi ini.

Ridwan menambahkan, cerita pemberian uang ini sebenarnya adalah hal yang biasa dilakukan oleh Saifullah. Sebelum memberikan uang ini kepada Muhammad (Bapaknya Ridwan-red), Pak Saifullah memberikan juga kepada beberapa warga lain yang kebetulah, ruko miliknya baru saya  mengapat penyewa baru dan rezekinya ingin disedekahkan sebagian. 

Diakuinya, pemberian uang terjadi tepat di depan rumah Muhammad yang saat itu sedang melihat perbaikan pagar rumah dan bertemu Pak Saifullah. Waktu pemberian ini, terjadi sebelum memasuki waktu sholat ashar. "ereka berdua berbicara selayaknya orang yang sudah lama kenal dan memang ada pemberian uang sebagai bentuk sedekah saja," terang Ridwan.

Namun, dalam hubungan keseharian Bapaknya, Tim Pemenangan Lutfi-Feri, Amrin memang akrab dengan Muhammad. "Dan entah mereka bertemu di jalan dan orang tua saya sempat cerita tentang pemberian uang ini. Dan setelah itu, orang tua saya diajak oleh Amrin ke rumah Tim Pasangan Lutfi-Feri," jelas dia.

Dari sana, sambung Ridwan, rekaman video dan foto bapaknya diambil dan diunggah oleh netizen yang membuat masalah ini membesar. Dan saat diajak, Muhammad hanya berangkat sendiri saja dan kuat dugaan di rumah itu, orang tua Ridwan yang sudah menua disetting pembicaraannya seolah-olah uang yang diberikan  oleh Pak Saifullah adalah bentuk politik uang untuk memilih Paslon MANuFER.

"Sebenarnya masalah ini kuat dugaan setingan dari lawan politik MANuFER. Dan uang Rp50 ribu yang diterima ayah saya, tidak pernah dititpkan pesan oleh Pak Saifullah untuk pengganti agar  memilih pasangan  nomor satu," tegasnya.

"Dan pemberitaan di media sejak semalam itu tidak benar. Dan bahkan saat pertemuan di kantor Panwaslu selepas Isya semalam sudah diklarifikasi di depan pelapor, ayah saya, media, anggota panwas dan juga pihak kepolisian," tandas dia.

Saat pertemuan di kantor Panwaslu, sambung Ridwan, Pak Saifullah berani memberikan sumpah di bawah Al Quir'an saat memberikan uang kepada warga dan khususnya kepada Muhammad tidak pernah menyebutkan untuk meminta memilih atau menusuk pasangan MANuFER.

"Saat klarifikasi semalam. Pak Saifullah memang meniatkan uang itu untuk sedekah. Dan selepas ingin berpisah sempat menuturkan meminta doa untuk pasangan MANuFER bukan untuk meminta memilih pasangan MANuFER saat hari pencoblosan besok." terangnya,

"Saya berani sumpah di bawah Qur'an bahwa saat bertemu hanya meminta doa untuk Pasangan MANuFER tidak mengeluarkan bahawa meminta untuk memilih atau mencoblos pasangan MANuFER," tambah Ridwan yang mengutip pengakuan Saifullah, semalam di kantor Panwaslu Kota Bima. 

Sukarman, SH, Ketua Panwaslu Kota Bima. GOOGLE/www.bimakini.com
Di sisi lain, Ketua Panwaslu Kota Bima, Sukarman, SH membenarkan tentang adanya laporan dari Tim Paslon Lutfi-Feri yang disampaikan  oleh Amrin. Namun, Sukarman meminta kepada pihak Pelapor untuk memenuhi persyaratan dokumentasi atas laporan ini.

"Benar Pak Amrin sudah memberikan laporan. Tapi, dokumen pelaporannya dianggap belum lengkap," ungkapnya.

Sukarman menambahkan, pihaknya masih menunggu kelengkapan dokumen tersebut dari pelapor untuk bisa melakukan proses lebih lanjut. 

"Kami minta kepada pihak pelapor untuk bisa melengkapi administrasinya dan datang kembali ke kantor Panwaslu untuk bisa melanjutkan proses dari masalah ini.“ tandas Sukarman di kantornya, semalam. (RED | WWW.GARDAASAKOTA.COM)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item