Ini Isi Dakwaan JPU Pada Kasus Tipilu yang Mendakwa Ketua PDI-P Kota Bima

Kondisi sidang Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) yang mendakwa Ketua PDIP Kota Bima, Ruslan alias Usman di PN Raba Bima, Rabu, 6 Juni 2018 sore. METROMINI/Agus Mawardy
KOTA BIMA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah menerima berkas dan menyatakan status P21 pada perkara yang menjerat Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bima, Ruslan H. Usman alias Parlan. 

Rabu, 6 Juni 2018, sekitar pukul 16:00 WITA. kasus yang dilaporkan oleh Calon Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi itu pun dipersidangkan. Sidang perdana kasus Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Dan sesuai debgab aturan yang terkait, persidangan kasuis Tipilu hanya akan digelar selama 3 hari. Diperkirakan, pembacaan vonis dalam kasus ini akan dibacakan pada hari Jum'at, 8 Juni 2018 mendatang.

JPU, Reza Safetsila Yusa, SH yang membacakan surat dakwaan itu menjelaskan, terdakwa Ruslan H. Usman alias Parlan selaku Juru Kampanye (Jurkam) Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Tahun 2018 dari pasangan calon H. A. Rahman H. Abidin, SE - Hj. Ferra Amalia, SE.,MM. Saat pada tanggal 04 Mei 2018 lalu, sekitar pukul 20.30 WITA bertempat di Lingkungan Oimbo, RT.13/04, Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima dengan sengaja melanggar ketentuan larangan petaksanaan kampanye.

"Terdakwa menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, Calon Gubernur, Calon Bupati, Calon Wali Kota dan/atau Partai Politik," terang Reza dipersidangan yang digelar di PN Raba  Bima, Rabu, 6 Juni 2018,

Baca juga: 
Ia mengungkapkan, dalam kegiatan silaturrahim tersebut, terdakwa selaku Juru Kampanye dan bagian dari Tim Pemenangan Pasangan MANuFER (H. Man dan Umi Ferra), saat kampanye di Lingkungan Oi Mbo menyampaikan pidato Iebih kurang selama 12 (dua belas) menit. 

Dalam pidato terdakwa, Kata Reza bahwa terdakwa menyampaikan isi pidato dengan pengungkapan nada yang menghina pelapor atau saksi korban yang ungkapannya diterangkan sebagai berikut.

Manee si bade (kalau ingin tahu) saudara saya lutfi, lutfi saudara saya, teman. Beliau terlibat pengadaan alquran. Pengadaan Alquran yang merugikan negara miliar. Sekali lagi mada (saya) ingatkan, adaa yang namanya saudara Fadh anak kandung saudara Rafik penyanyi dangdut RI yang tergabung di komisi 10 DPR RI. Jelas dipersidangan kpk kemarin menyebutkan seluruh anggota komisi 10 terlibat menikmati dana haram termasuk di dalamnya dalam tanda kutip kemungkinan besar sekali lagi kemungkinan besar saudara saya terlibat," tutur terdakwa yang dikutip Reza dalam membaca surat dakwaannya.

Reza pun melanjutkan, dalam pidato itu, terdakwa pun menyampaikan orasi politiknya dengan nada penyampaiannya sebagai berikut:

"Tetapi saya pribadi saya berharap dan bermohon pada Tuhan dan kami mengabarkan itu atas dasar pertemanan. Tetapi ketika dipaksakan justru bobroknya. Wati tahona di caki (tidak pas untuk dipilih) sebenarnya. Babau nee na sogo mada (kenada dia ingin menyogok saya) sampai 2,5 miliar. Wati ne’ena wara caki ara mbojoke (tidak ingin adanya pemilihan di Kota Bima). Edere karena menganggap diri wara pitina (itu karena mengangap dirinya ada uangnya). Colana ciwi partai sedangkan pasangan manufer didukung oleh 3 Partai yaitu PDI Perjuangan. PKS dan Partai Demokrat. Partai yang menguasai negara ini. Apapun alasannya Ferra merupakan kader PDI Perjuangan wajib kami menangkan dengan cara apapun," papar Parlan yang dikutip lagi oleh Reza saat melanjutkan pembacaan surat dakwaannya.

Reza menegaskan, pidato terdakwa dalam kegiatan silaturahim yang berlangsung di Oi Mbo itu, oleh H. Muhammad Lutfi, pada hari Jum'at, tanggal Mei 2018, sekitar pukul 20:00 WITA. Saudara H. Muhammad Lutdi, SE, MM melalui penasehat hukumnya Anu Sirwan, SH melaporkan Ketua PDIP Kota Bima, Parlan alias Usman ke Panwaslu Kota Bima.

Reza mengaku, bahwa dalam pidato kampanyenya tersebut terdakwa telah menghina dan juga memfitnah seseorang dengan mengatakan hal-hal yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

"Perbuatan terdakwa melanggar hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 187 ayat (2) Jo. Pasal 69 huruf b UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang," terang Reza. (RED)

___________________
Di bawah ini merupakan video yang disampaikan terdakwa Ruslan alias Parlan, saat kampanye di Lingkungan Oi Mbo, Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, tanggal 4 Mei 2018 lalu.





Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item