Keluarga Korban "Truk Maut" di Punti Ungkap Kronologis Kecelakaan

Kondisi Irma, salah seorang penumpang truk maut yang mengalami kecelakaan di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabuapten Bima, Rabu, 6 Juni 2018 lalu. METROMINI/Agus Mawardy
KABUPATEN BIMA - Di tengah bungkamnya, Kapolres Bima dalam mengungkapkan kronologis terkait dengan kecelakaan maut sebuah truk kayu yang menewaskan dua orang warga Desa Nggembe, Kecamatan Bolo di tanjakan yang ada di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Rabu, 6 Juni 2018 lalu.


Salah seorang warga bernama Alan yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan seorang korban pada kejadian naas itu mengungkap kronologis kecelakaan yang terjadi. Kata Alan, kondisi truk kayu naas itu sebenarnya sudah berusia cukup lama. Dan supir yang membawa truk milik seorang Bos Jagung itu berasal dari jawa.

Alan mengaku, seorang korban bernama Irma (40) adalah suami dari iparnya. Dan Irma merupakan satu dari 5 penghuni truk kayu itu. Dan saat kecelakaan dia duduk di samping supir. Dari keterangan Irma, Alan menceritakan, sosok supir yang tak disebutkan namanya itu memang sering membawa kendaraan jenis truk kayu. Namun, pada musibah di hari Rabu lalu itu, supir ini baru pertama kalinya membawa truk kayu ini. 

"Cerita ini saya dapat dari keterangan Bang Irma, suami dari ipar saya. Dan beliau saat kejadian duduk di kursi samping supir. Pemilik truk adalah seorang bos jagung. Dan supirnya berasal dari jawa dan baru pertama kali membawa truk yang mengalami kecelakaan ini," ungkap Alan, Minggu, 9 Juni 2018.

Kondisi kecelakaan tunggal yang menewaskan warga asal Desa Nggembe, Kecamatan Bolo. TKP kecelakaan terjadi di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Rabu, 6 Juni 2018 sore. METROMINI/Dok
Lanjut Alan, dalam truk ada 5 penumpang dan seorang supir. Sempat pula, Irma mengingatkan supir agar melaju dengan hati-hati. Namun, dalam perjalanan kembali pulang dari Soromandi ke Desa Nggembe. Tepat di salah satu tanjakan di Desa Punti, supir menanjakan truk itu dengan menggunakan gigi satu. 

Pas di jalan rata, sambung dia, supir ini memindahkan ke gigi tiga. Namun, saat melaju di turunan, supir ingin kembali arahkan gigi mobil ke posisi gigi satu, Namun, arah gigi mobil ke posisi netral dan laju mobil diturunan itu tiba-tiba kencang dan tak dapat dikendalikan hingga terguling sampai di bawah turunan.

"Dugaannya juga ada masalah pada rem karena kondisi truk yang sudah cukup tua. Dan dari kejadian ini, ada dua orang yang meninggal dunia. Sementara ketiga orang penumpang lainnya terluka. Untuk kondisi supir belum diketahui, apakah sudah diamankan atau bagaimana oleh petugas. Kami belum mendapat informasi itu," ujarnya.

Diakuinya, dua warga Desa Nggembe yang meninggal seorang bernama Oky yang ikut terguling bersama truk dan korban ini statusnya belum menikah. Dan korban yang tewas lainnya sering dipanggil Safa, dia sudah menikah. Safa meninggal saat ia berusaha mau meloncat, paha kanannya terlindas ban truk.

"Kalau korban Irma mengalami patah pada tulang bahunya dan lecet pada beberapa bagian tubuhnya. Korban lainnya yang tak diingat namanya mengalami patah tulang kakinya dan seorang korban lagi belum diketahui keadaannya, sama dengan kondisi supir saat ini," cerita Alan yang mengutip keterangan ayah dua orang anak, Irma, warga Desa Bontokape yang menikah dengan warga Desa Nggembe itu.

Kata dia, pihak keluarga korban pun mempertanyakan tentang asuransi kecelakaan seperti jasa raharja dalam musibah ini. Sementara pihak Polres Bima masih dikonfirmasi tentang perkembangan dari penangan insiden maut ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item