Ketua NasDem Kobi dan Oknum Warganet Masih Ada yang "Ngeyel" Kampanye Via Sosmed di Masa Tenang

Himbauan Bawaslu soal pelarangan kampanye di masa tenang. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Sebelumnya sudah ditegaskan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB bahwa setalah masa berakhir kampanye di hari Sabtu, 23 Juni 2018 kemarin. Terhitung sejak semalam atau pukul 00:01 WITA, Minggu, 24 Juni sampai dengan Selasa, 26 Juni 2018 tahapan Pilkada serentak tahun 2018 memasuki masa tenang. Di tengah menghadapi masa tenang, praktek kampanye sudah tidak bisa dilakukan termasuk kampanye lewat sosial media.

Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwalid, S.Ag, MH menghimbau, dalam rangka menciptakan Pilakada serentak yang damai, kondusif dan berintegritas. ditegaskannya agar semua paslon dan tim pendukung maupun relawan agar sama-sama menahan diri di masa tenang agar tidak lagi melakukan kegiatan money politick (politik uang), tindakan politisasi sara dan melakukan perbuatan atau tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kampanye baik secara langsung maupun lewat sosial media. 


Namun, kondisi di masa tenang saat ini, dugaan pelanggaran pilkada ini pun terjadi. Pasalnya, masih ada dari Tim Pasangan Calon atau Ketua Partai Pengusung Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima yang memposting konten yang bisa dikategorikan sebagai kampanye. Postingan berbau kampanye itu bisa dilihat pada akun Facebook milik Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Bima (Kobi) yang bernama Mutmainnah Haris.

Akun Facebook  Mutmainnah Haris, Ketua NasDem Kota Bima mengunggah status yang diduga berbau kampanye di masa tenang sekitare pukul 10:50 WITA, Minggu, 24 Juni 2018. METROMINI/Dok
Pantauan pewarta media ini, sekitar pukul 10:50 WITA  WITA, Minggu, 24 Juni 2018, Mutmainnah menuliskan status yang disertai dengan foto dirinya sebagai berikut:
SIAAPP..,PERINTAH BU KETUA.?? 
Saya : Menangkan LUTFER utk Kota Bima !!
Dan SUHAILI AMIN utk NTB.!
#JanganPernahMenyerah.! 💪😇," tulis Mutmainnah Haris, sekitar pukul 10:50 WITA itu, Minggu, 24 Juni 2018.

Dikonfirmasi via pesan elektronik messenger-nya, Inah, sapaan akrab Ketua NasDem Kota Bima itu mengaku tidak tahu bahwa ada pelarangan menuliskan status di masa tenang seperti saat ini. Kata dia, tidak hanya dirinya yang menuliskan status pemberian dukungan kepada Pasangan Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah yang menjadi kontestan di Pilkada serentak tahun 2018 ini, banyak juga akun-akun lain yang melakukannya.

"Sy ga tau. Dan benar sy kan ga tau. Kok nahu (saya) aja si? Yg lain kan byk," cetus dia menanggapi status yang mendapat lebih dari 200 colekan emo suka dari Facebookers dalam durasi 2 jam itu. 

Saat ini, di sosial media jenis Facebook, tidak hanya Ketua Nasdem Kota Bima yang masih menciutkan atau menulis status bernada kampanye dan pemberian dukungan kepada pasangan calon. Masih banyak akun-akun lainnya yang menuliskan status dan mengunggah foto paslon di masa tenang.

Kendati demikina, menurut salah seorang Komisioner Panwaslu Kota Bima, Muhaimin menegaskan bahwa segala bentuk kampanye tidak boleh dilakukan di masa tenang terhitung tanggal 24 Juni 2018 ini. Pelarangan ini pun berlaku untuk penggunaan di sosial media. Kata dia, memang untuk akun Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Bima sudah ditutup sejak semalam. Dan bagi masyarakat yang menemukan adanya dugaan pelanggaran, bisa segera menyampaikannya ke kantor Panwaslu terdekat.

"Intinya segala bentuk kampanye itu dilarang untuk semua media di masa tenang yang terhitung sejak hari ini tanggal 24 Juni sampai dengan tanggal 26 Juni 2018. Dan bagi masyarakat yang menemukan adanya dugaan pelanggaran, diharapkan untuk bisa memberikan laporan resmi ke kantor Panwaslu agar bisa kami tindaklanjuti," jelas dia, via pesan WhatsApp-nya, Minggu (24/6/20108). (RED) 


Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item