Menangnya Lutfer Versi Quick Count KPU, "Rigen: Ketua NasDem Menari di Atas Luka Kecewa Sang Paman"

Calon Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abdin dan Muthmainnah, Ketua Partai Nasdem Kota Bima.
FACEBOOK/Mutmainnah Haris
KOTA BIMA - Ada kisah yang menarik dibalik perhelatan Pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Bima untuk periode tahun 2018-2023. Pasca pemungutan suara yang dilakukan hari Rabu, 27 Juni 2018 lalu, situs resmi milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan alamat https://infopemilu.kpu.go.id/ merilis hasil hitung cepat (quick Count). 

Pada konten di Pilkada Kota Bima, perolehan suara yang sifatnya sementara dan bersumber dari pengumpulan C1 pasca pemungutan suara hari Rabu lalu, ditayangkan nilai porsentase perolehan suara dimana pasangan calon (Paslon) yang meraih angka tertinggi yaitu pasangan calon nomor 2 (H. M. Lutfi-Feri Sofyan) dengan perolehan 44.28%, di posisi kedua adalah pasangan H. A. Rahman dan Hj. Ferra Amalian (Paslon nomor urut satu) dengan mendapat perolehan suara 39.54% dan disusul pasangan terakhir, Subhan-Wahyudin dengan perolehan suara 16.18%.

Menilai kondisi pasca perhitungan suara yang terjadi, tokoh muda di Bima, Muhsin alias Rigen menjelaskan, nilai perhitungan cepat KPU versi website atau online ini tentu saja membawa angin segar dan senyuman di pasangan Lutfi-Feri yang diusung oleh 9 partai politik. Kata dia, kendati belum ditetapkan sebagai angka real count yang ditetapkan KPU Kota Bima tanggal 6 Juli 2018 nanti dalam perhitungan manual yang sedang dilakukan saat ini. Namun, sikap pendukung paslon maupun pengurus partai politik sudah merasa yakin atas hasil perhitungan cepat terutama dari paslon nomor urut dua.

Kata dia, suasana kemenangan dan kebahagian pasangan nomor urut dua dan pendukungnya itu sudah membahana hingga berbagai pelosok di Kota Bima. Tak ayal, setelah beberapa jam perhitungan suara yang dilaksanakan harei Rabu (27/6/201/) lalu, ribuan masyarakat Kota Bima bersama Paslon Lutfi-Feri telah mengungkapkan rasa syukur dan kemenangannya yang merampas semangat kebahagian dari dua paslon dan para pendukungnya.

Hasil perhitungan cepat di website KPU. GOOGLE/https://infopemilu.kpu.go.id/
Di tengah kondisi ini, sambung mantan Ketua BEM salah satu kampus di Bima itu mengungkapkan, ada hal yang menarik dibalik peristiwea yang tengah terjadi di Kota Bima. Pasalnya, Paslon Lutfi-Feri yang mengungguli Pasangan H. A. Rahman dan Hj. Ferra merupakan hasil demokrasi yang lumrah terjadi. 

"Namun, sedikit menggelitik ketika raut kemenangan yang diungkapkan oleh Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Bima (Mutmainnah) yang juga tidak mengusung pamannya (H. A. Rahman) dan berkompetisi di Pilkada Kota Bima," tutur Rigen di kantor Metromini, Sabtu, 30 Juni 2018.

Sambung Rigen, sebagai konsekuensi pertarungan, kalah dan menang itu lumrah terjadi. Tapi, bagi pemenanga yang bahagia akan menari di atas kekecewaan atau luka kekalahan paslon yang lainnya. Demikian pula potret dan suasana kemenangan dan kekalahan dari dua sosok politisi di Bima yang sedang naik dau saat ini.

"Saat Nasdem dan Paslon Lutfi-Feri menang. Tentu, saya Ketua Nasdem Ibu Mutmainnah seperti menari di atas rasa kekecewaan H. A. Rahman selaku paman kandungnya di pentas pilkada yang hanya selisih suara di bawah 5% itu," pungkas dia.

Kata dia, dalam peristiwa antara H. A. Rahman dan Mutmainnah di mana ada dua hal yang menarik untuk diambil hikmahnya. Pertama, melabrak kebiasaan dinasti dalam sebuah kompetisi demokrasi yang biasanya terjadi. Dan yang kedua, kata Rigen, adalah bentuk konsisten atas pilihan dan instruksi partai politik yang akan mengorbankan sisi emosional keluargaan demi loyalitas atas pilihan politik dan mengikuti instruksi garis partai yang sudah ditentukan dalam sebuah pesta demokrasi.

"Tak salah saat orang bilang politik bagai pedang. Tak kenal keluarga demi kemenangan, keluarga pun  dikesampingkan. Sebenarnya, sikap politisi memang tegas dan konsisten terhadap pilihannya dan loyal pada partaiya. Konsekuensi apapun, tentu hal yang biasa. Idealnya, memang harus loyal seperti Ibu Mutmainnah," terang aktivis muda itu menambahkan.

Ketua Partai Nasdem Kota Bima, Mutmainnah Haris saat menunjukkan dukungannya kepada H. Lutfi dan Feri Sofyan di acara deklarasi beberapa waktu yang lalu. FACEBOOK/Mutmainnah Haris
Di sisi lain, Mutmainnah atau keponakan H. A. Rahman beberapa hari yang lalu terus menampakkan dukungannya kepada Lutfi-Feri sebagai pasangan calon yang diusung oleh partainya. Sikapnya itu, berkali-kali ia tegaskan dalam akun Facebook pribadinya. Terlihat, Mutmainnah dengan sikap profesionalnya mem-posting kegiatan dan aktivitas politik pada akun sosial media yang kian digandrungi netizen lainnya itu.

Bahkan, menantu mendiang mantan Wali Kota Bima (Alm. H. M. Nur A.Latif) itu menuliskan tentang tafsir mimpinya dimana kehadiran H. Muhammad Lutfi merupakan sosok yang hadir dalam mimpinya 8 tahu yang lalu.  

"Nolli (alm. Nur. A. Latif-red) itu telah datang., seperti yg saya mimpikan 8 thn yg lalu..Allahuakbar..," tulis Mutmainnah Haris, 27 Juni 2018 sekitar pukul 16:40 WITA.

Pada tanggal 28 Juni 2018, pagi harinya Mutmainnah yang sudah mengetahui hasil perhitungan cepat atau quick count yang memenangkan pasangan Lutfi-Feri, seolah merasa ada hal yang mengganjal dalam hati dan pikiirannya. Keadaan itu pun diungkapkannya dalam sebuah status yang dipostingnya dengan foto dia bersama pamannya H. A. Rahman atau H. Man yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bima.

"Mungkin saya dianggap sbg Musuh paling besar yg sdh mengkhianati H. Man.! Ini tdk mudah, sy mengalami goncangan dn pergolakan batin yg luarr biasa., Jgn karna perbedaan pilihan politik mmbuat tali silaturahmi kita terputus.! H.Arrahman H.abidin.. Engkau adlh yg terbaik! Engkau adalah bapak pembangunan kota Bima.! tks atas pengorbanan, dedikasi dn sumbangsihx selama 8thn memimpin dan mebangun daerah," tulis Inah, sapaan akrab dia, Kamis, 28 Juni 2018 lalu.

Ia pun merilis ungkapan rasa bangganya pada ketiga sosok lelaki yang hadir dalam kehidupan dia. 

"TIGA Laki2 TERHEBAT., BANGGA sy memiliknya.. ayahanda tercinta TGH.Abdulrahim Haris, alm. Mertua H.M. Noorlatif dan H.Arrahman H.Abidin. ❤ Kalian luarr biasaa...," tutup Ibu berusia 33 tahun itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item