Momentum Hari Lingkungan Hidup, MAPALA Londa Kritisi Poster Calon Gubernur yang Ditancap di Pohon

Kondisi poster Calon Gubernur dan Wakilnya yang dipasang di pohon pada lintasan jalan negara sepanjang Kecamatan Palibelo-Woha. METROMINI/Agus Gunawan
KOTA BIMA - Organisasi pemerhati lingkungan seperti Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Londa STKIP Bima mengajak masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) agar tidak memilih calon pemimpin yang tidak peduli terhadap lingkungan. Kritikan itu muncul karena melihat banyaknya poster sosialisasi pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB yang tertancap di pohon yang ada di sepanjang jalan negara di kawasan lintas Kecamatan Palibelo dan Woha, Kabupaten Bima.

"Sebaiknya masyarakat harus teliti memilih pemimpin untuk Provinsi NTB di Pilkada Cagub dan Cawagub ini. Jangan memilih pemimpin yang tidak peduli terdapat lingkungan," tegas Arifin, seorang pemerhati lingkungan, Selasa, 5 Juni 2018.

Menurut aktifis lingkungan sekaligus pentolan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Londa STKIP Bima itu, sebenarnya dalam aturan kampanye dan pemasangan alat peraga sudah diatur seperti pada Peraturan KPU No 15 Tahun 2013. Diterangkannya, pada pasal 17 ayat 1 mengatur larangan tentang pemasangan alat peraga yang ditancapkan pada pohon atau yang merusak lingkungan.

"Yang dilarang itu termasuk di dalamnya adalah pemasangan di pohon-pohon. Paku yang tertancap di pohon dan dibiarkan akan mempengaruhi per tumbuhan pohon tersebut. Dan kesannya, belum apa-apa menjadi pemimpin, pasangan calon tersebut  sudah tidak peduli terhadap lingkungan." jelasnya. 

Dia menilai, persoalan lingkungan jauh lebih besar dibandingkan persoalan lain yang dihadapi oleh calon pemimpin di NTB. Tragedi banjir di Bima, Dompu, Sumbawa bahkan di pulau lombok itu disebabkan kerusakan lingkungan yang terutama adanya kasus pembabatan hutan. Dan kondisi ini harus menjadi fokus perhatian pemimpin di Bumi Gora selanjutnya.

"Kalau Tim pemenangan paslon calon gubernur memasang poster sosialisasi di pohon dari sekarang. Artinya, cara itu mencerminkan pemimpin yang siap mendatangkan bencana alam di daerah ini. Dan masyarakat harus melihat pasangan calon memiliki visi menyelamatkan lingkungan." kata dia. 

Sementara itu, Jamaluddin, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Londa STKIP Bima, menghimbau kepada Tim Pemenangan Pasangan Calon Gunernur dan Calon Wakil Gunernur NTB maupun Calon Wali Kota dan Calon Wali Kota Bima agar menjaga dan memelihara pohon di jalan. Dan konsen terhadap isu lingkungan dan pencegahan adanya ancaman bencana alam yang terjadi di daerah.

"Kami mengimbau Paslon maupun Tim Pemenangan baik untuk Pilkada di NTB maupun di Kota Bima untuk tidak menggunakan pohon sebagai alat sosialisasi paslon dengan memasang atau memaku poster dan gambar mereka." ungkap mahasiswa semester VII jurusan Bimbimgan Konseling ini.

Kata dia, bila aturan sudah jelas, tentunya Panwaslu pun harus menjalankan fungsinya secara totalitas.  "Saya melihat di pohon samping kiri dan kanan jalan baik di Kota dan di Kabupaten Bima banyak poster calon yang ditancapkan di pohon, demikian pula di Dompu, banyak sekali poster calon yang dipaku di pohon-pohon. Kondisi ini pun, sikap pengawas tidak tegas terhadap para paslon," sorot dia.

Dia mengakui, kritikan ini sebagai bahan evaluasi Tim Pemenangan sekaligus Calon Gubernur dan Wakilnya yang jugabertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup se dunia yang jatuh tiap tanggal 5 Juni 2018.

"Setiap tahun kami rutin kampanye saat Hari Lingkungan Hidup se dunia. Karena puasa, tahun ini kami melakukan kegiatan sosial saja," ungkap dia mengakhiri perbincangannya denagn Metromini di Sekretariat Mapala Londa STKIP Bima. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item