Peringati HANI 2018, Komjen Heru Unggah Video Pesan Moral Anti Narkoba

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko. BNN/Dok
JAKARTA –  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko mengunggah sebuah video di mometum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni, Video itu pun menjadi viral di sosial media dan terkandung pesan di momen HANI 2018 ini, 
Komjen Heru menyampaikan harapan dan imbauannya pada masyarakat Indonesia.

“Dengan momentum Hari Anti Narkotika Internasional yang kita peringati hari ini, saya berharap agar seluruh bangsa menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak melawan narkoba,” ujar Heru, dalam video yang dirilis BNN itu, Selasa (26/6/2018) kemarin.

“Mantan deputi penindakan korupsi di KPK mengatakan, demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba. Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, terlihat Heru duduk di ruangan kantornya, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Berikut video Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko:


Sementara itu, Deputi Cegah BNN, Ali Johardi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memviralkan video berisikan pesan anti narkoba itu. Saat ini, semua pihak harus terus bersatu untuk melawan narkoba.

“Video menjadi viral, karena sesama kita meng-oper ke rekan, demikian kesadaran kita sebagai orang-orang yang peduli bahaya narkoba,” ujar Ali Johardi yang sangat mengapresiasi sikap masyarakat Indonesia, yang saat ini demikian mendukung gerak dan langkah BNN, dilansir dari salah satu situs online Indonesia.

Ali Johardi sangat berharap masyarakat dapat menghindari penyalahgunaan narkoba dan melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal.

“Penetapan 26 Juni sebagai Hari Anti Narkotika Internasional dicanangkan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988,” jelas Ali M

Masih menurut Ali Johardi, dipilihnya tanggal 26 Juni sebenarnya mengambil momen pengungkapan kasus perdagangan opium oleh Lin Zexu (1785-1851) di Humen, Guangdong, Tiongkok.

Ia menjelaskan, Lin Zexu adalah pejabat yang hidup pada masa Kaisar Daoguang dari Dinasti Qing. Ia terkenal dengan perjuangannya menentang perdagangan opium di Tiongkok oleh bangsa-bangsa asing. Kala itu, sambung dia, Lin Zexu melihat negaranya semakin terpuruk karena harta negara terus mengalir ke Inggris untuk membeli obat terlarang, dan ada ketergantungan akan opium.

"Oleh karena itu, Lin bertekad menumpas obat terlarang. Usahanya ini akhirnya memicu Perang Candu antara Tiongkok dan Inggris. Kemudian, Kaisar Daoguang memanggil Lin Zexu untuk membahas penerapan larangan terhadap pedagangan opium," ungkapnya.

"Dan di hadapan Kaisar, Lin menegaskan bahwa opium harus dilarang karena konsumsinya menghabiskan kekayaan negara," tambah Ali dalam penuturan sejarah perlawanan atas narkoba ini, 

Untuk diketahui, sambung Ali, kondisi di Indonesia, pemberantasan narkoba jadi perhatian serius pemerintah. era Presiden Joko Widodo. Pada Februari 2015, Presiden menyatakan Indonesia gawat darurat narkoba.

“Semuanya harus kerja sama memberantas narkoba. Sebab situasinya sudah sangat darurat," ujar Ali Johardi, mengutip pernyataan Presiden Jokowi, beberapa waktu yang lalu. (RED |ADV)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item