Saat Sidang Lutfi Ngaku Tidak Dekat, Usai Sidang Lutfi-Parlan Berpelukan dan Saling Memaafkan

Suasana sidang kasus Tipilu dengan terdakwa Ketua PDIP Kota Bima, Ruslan alias Parlan di PN Raba Bima, Kamis, 7 Juni 2018. METROMINI/Agus Mawardy
KOTA BIMA - H. Muhammad Lutfi, Calon Wali Kota Bima yang juga saksi korban pada kasus Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) yang digelar di Pengadilan Negeri Bima, Kamis, 7 Juni 2018 kemarin. Saat dia diperiksa, Lutfi mengaku, baru ketemu terdakwa, Parlan alias Ruslan yang juga Ketua DPC PDIP Kota Bima dua kali.



"Saya ketemu dengan dia (Parlan-red) baru dua kali. Pertama pernah ketemu di pesawat dan kedua saat ini dipersidangan," ucap Lutfi saat memberikan keterangannya di hadapan majelis, kemarin.


Status akun Facebook Raviq Ciwintara yang dirilisnya, Jum'at, 8 Juni 2018 pagi ini. METROMINI/Dok
Lutfi mengaku, dalam kasus ini, dia sangat merasa dihina. Dan terkait materi yang disampaikan terdakwa dalam pidatonya, Lutfi mengaku tidak ada yang benar dan saat dirinya dituding terkait dengan korupsi pengadaan Alqur'an yang merugikan negara miliaran rupiah.

"Pernyataa itu tentu sangat menghina saya. Dan dalam kasus itu, saya ini belum pernah diperiksa, dimintai keterangan atau kegiatan hukum lain dalam kasus korupsi Alqur'an yang sudah ada tersangkanya itu," tutur dia dengan nada yang lugas.

Lutfi mengatakan, tentang video yang dirasanya sangat menghina dirinya itu, ia pun memgaku membawa beberapa orang yang ada pada saat kegiatan kampanye MANuFER di Oi Mbo pada tanggal 4 Mei 2018 lalu dan yang mendengar langsung pidato Ketua PDIP Kota Bima itu.

"Dalam kasus ini, tidak saja video itu yang menjadi barang bukti. Saya pun mendapat keterangan dari warga yang ada di lokasi kampanye. Dan saat ini, bisa dihadirkan dalam persidangan ini," ucap dia.

Namun, terkait materi tentang adanya upaya penyuapan Ketua PDIP senilai Rp2,5 miliar. Lutfi mengaku, tidak mendengar jelas tentang materi ini dalam rekaman video saat Ketua PDIP Kota Bima memberikan pidato politik di kampanye Pasangan Calon MANuFER di lingkungan Oi Mbo yang saat ini sudah berubah statusnya menjadi Kelurahan Oi Mbo.

"Soal uang itu saya tidak mendengar jelas di video tersebut. Dan saya dengan Ketua PDIP itu memang tidak pernah membahas apapun terkait dengan pencalonan. Karena memang di PDIP Kota Bima tidak membuka penjaringan saat itu. Dan saat ketemu di pesawat dan itu pertama kalinya, kami tak ada pembicaraan apapun mengenai pemilihan," jelas dia.

Sementara itu, perjalanan sidang yang sempat mengalami gangguan karena adanya insiden pengusiran wartawan Metromini oleh pengunjung itu pun tak diketahui lanjut keterangan lain dari saksi korban, H. Lutfi.


Namun, informasi yang dihimpun, Dan lewat salah seorang yang dekat dengan H. Lutfi, Raviq Ciwintara melalui akun Facebooknya, Jum'at, 8 Juni 2018 pagi ini, mengabarkan bahwa usai persidangan kemarin, baik terdakwa Parlan dan H. Lutfi sempat berpelukan dan saling memaafkan.

Kondisi itu pun diakui oleh Parlan. "Memang usai sidang kami berpelukan dan meminta maaf. Dan hal itu dilakukan karena adanya saran dari majelis, apalagi saat ini masih dalam  naungan bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Dia menambahkan, rencananya, pagi ini sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan oleh pihak Jaksa. "Kemungkinan persidangan hari ini akan sampai dengan pembacaan putusan oleh majelis," tutup Parlan via ponselnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item