SMPS Minta Polda Genjot Kasus Dugaan Pemotongan Jatah Bibit Bawang Putih di Lotim

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin. METROMINI/Dok
KOTA MATARAM - Pada APBN-P di tahun 2017 lalu, pemerintah menganggarkan sebesar Rp100 miliar untuk penyerapan benih bawang putih lokal di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (lotim), NTB. Anggaran tersebut, diperuntukkan untuk menyerap benih bawang putih produksi petani Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Dan program ini dipercayakan pemerintah kepada salah satu BUMN yang berperan sebagai penangkar benih.

Informasi yang dihimpun, pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, ada 350 ton benih bawang putih lokal yang dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur. Setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal dengan luas lahan yang berbeda-beda dan diberikan bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, seperti mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk dan pupuk organik. 

Diketahui juga, benih bawang putih lokal sebanyak 350 ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen di pertengahan tahun 2017 lalu, dengan menghabiskan dana sekitar Rp30 miliar yang dibebankan dalam APBN-P 2017. Dan pada saat penyaluran bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali mendapatkan jatah dari bantuan program ini.

Sementara itu, pihak petani yang diwakili Kelompok pemuda dari Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS) meminta pihak kepolisian untuk lebih fokus dan menginvestigasi di lapangan tanpa harus menunggu adanya laporan. 

"Kami siap mendukung dan membantu kinerja kepolisian dalam mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Kalau memang kepolisian benar-benar mau membantu petani, kami sebagai perwakilan masyarakat petani, siap membantu dan mendukung kinerja kepolisian," kata Handanil, Ketua SMPS. 
     
Di sisi lain, Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin menegaskan, dalam penanganan kasus tersebut masih proses pendalaman. "Artinya, tim sedang mengumpulkan data yang diperlukan untuk membongkar dugaan korupsi di pengaduan ini,  Dan kami sedang himpun data sedikit demi sedikit," ungkap dia, belum lama ini.

Dijelaskannya, dugaan pemotongan jatah bibit bawang putih lokal yang menjadi hak kelompok tani di Kabupaten Lombok Timur, pada penanganannya sejauh ini, tim Ditreskrimsus sudah mengumpulkan data di lapangan, termasuk meminta keterangan dari para penerima bantuan. 

"Di samping itu, tim juga sudah mengantongi data-data awal seputar proyek pengadaan bawang putih itu. Data yang didapat itu sedang diteliti dan dikaji lebih lanjut," ungkapnya.
     
Dia mengakui penanganan kasus ini masih membutuhkan waktu. Terlebih lagi, dugaan pemotongan jatah penerima awalnya dari keluhan masyarakat petani bawang putih di Sembalun. Saat ini, pihaknya tidak bisa juga hanya mengandalkan sepenuhnya informasi dari petani maupun pemberitaan media. 

"Untuk itu tim harus membutuhkan informasi yang valid. Jadi kami butuh data yang akurat. Dan perlu waktu untuk memastikan dugaan adanya unsur yang merugikan negara dalam kasus ini," tegasnya, dilansir dari salah satu media regional di NTB.
     
Lebih lanjut,  dia menjelaskan, kalau ada informasi tambahan dan laporan dari pihak yang dirugikan, tentu informasi dan keterangan itu akan lebih bisa membantu dalam penanganan kasus ini. "Karena dari laporan pihak yang dirugikan itu, pihaknya akan mempunya bukti awal untuk menelusuri lebih dalam lagi dalam proyek pengadaan bibit bawang putih di Lotim itu," tandasnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item