2017 Anggaran Kantibmas Rp6 M, Direktur PurkoF PeDe Paparkan Soal Konflik di Bima

Direktur Pusat Studi Resolusi Konflik dan Pembangunan Desa (PurkoF PeDe) Dr. Ridwan M. Said, SH, MH. FACEBOOK/Ridwan M. Said
KABUPATEN BIMA - Dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima, Hj Indah Dhmayanti Putri diterangkan pada item urusan ketentraman, ketertban umum dan perlindungan masyarakat yang disampaikannya di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bima belum lama ini. Bupati mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2017 lalu, pihaknya mengalokasikan anggaran senilai Rp6,11 miliar. Dalam realisasinya, sahut Bupati, senilai Rp5,98 miliar attau 97,84%.

Menilik hal tersebut. Direktur Pusat Studi Resolusi Konflik dan Pembangunan Desa (PurkoF PeDe) Dr. Ridwan M. Said, SH, MH menanggapi bahwa pihaknya tidak menduga ada anggaran yang sebesar itu untuk penanganan konflik sosial di wilayah Kabupaten Bima.

"Dari aspek kebijakan selama ini. Saya tidak menduga ada anggaran sebesar itu untuk penanganan ketentraman umum. Sebab dalam realitas pelaksanaan nyaris tidak terlihat adanya keberpihakan anggaran," jelas Ketua Prodi Ilmu Hukum STIH Muhammadiyah Bima, Selasa, 2 Juli 2018.

Akademisi muda itu menjelaskan, di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima tidak punya visi dan strategi kebudayaan dalam menangani konflik sosial. Oleh karena, kata dia, kondisi saat ini, masyarakat bima sangat rentan dan rapuh dalam menjaga nilai persaudaraan. Terlihat dari mudahnya masyarakat bima termobilisasi dalam perang antar kampung. Di samping itu, mudahnya anak-anak muda di Bima dijadikan objek dan terjerumus dalam peredaran narkoba.

"Pertanyaanya? Siapa yang memproteksi semua itu. Dulu waktu sistem kekerabatan dan kekeluagaan kita kuat. Keluarga dan kerabat kita yang menjadi penyangga utama sebagai tempat pendidikan, penaman nilai, perlindungan dan pencegahan atas hal-hal yang sifatnya tidak produktif," tuturnya.

LKPJ Bupati Bima TA 2017 di urusan kantibmas yang disampaikan di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bima, belum lama ini/ METROMINI/Dok
Kata dia, di masa lalu, ada nilai agama maupun nilai kekeluargaan dan keberadaan tokoh adat dan tokoh agama sebagai sentral panutan dalam berinteraksi sosial di masyarkat Bima. Bahkan, ada isntitusi sosial tempat mengadili dan menasehati warga masyarakat yang hilang dan terdemoralisasi keadaanya saat ini. 

"Akhirnya, saat ini, bentuk provokatif yang menjurus pada konflik sosial sekejap bisa menyebar dengan cepat di masyarakat bima. Bisa dibilang, masyarakat kita saat ini tidak punya daya tahan, terutama dengan penetrasi aksen negatif lain yang tidak kontruktif," paparnya. 

Ridwan menambahkan, kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Bima sedikit tertinggal jauh dari eranya. Cara hidup sosial pun mundur jauh ke belakang. Sekilas terlihat gambaran citra negatif adanya berbagai macam kondlik dan perang kampung yang harus menjadi tugas pemerintah.

Untuk itu, sambung dia, dalam mendorong masyarakat agar tak terlibat dalam kegiatan yang bentuknya kotraproduktif ke hal yang produktif, langkah awal untuk menciptakan koindisi sosial masyarakat yang efisen, produktif dan minim konflik. maka langkah pertama yang paling penting adalah melakukan pemetaan setiap konflik yang terjadi, hal ini bisa dilakukan lewat riset ilmiah dan digunakan utuk pengambilan kebijakan, termasuk pengalokasian anggaran.

"Tetapi sesugguhnya konflik di masyarakat bima itu akar persoalannya adalah cerminana masyarakat yang sedang mengalami transisi akibat dari keruntuhan pranata tradisonal, kemudian diperparah oleh liberalisasi poliitk dan suplai kepemimpinan yang tidak cukup pememiliki visi dan trategi kebudyaaan," tandas Doktor asal Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima itu..

Di sisi lain, Ridwan meminta pihak Pemda pun bersikap transparan dalam keuangan daerah terkait dengan pembiayaan kantibmas di Bima. 

"Sebab, dengan anggaran yang lumayan besar. Jangan sampai ada skenario lain di balik konflik yang terjadi yang menyebabkan kehidudan pranata ssosial di Bima makin hancur dan jauh dari keinganan Bima RAMAH seperti yang diharapkan saat ini," tutur dia, mengakhiri.(RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item