21 Peluru dan Senpi Rakitan Diamankan Bersama SekarungTulang Rusa di Sanggar


Tim gabungan yang mengamankan barag bukti kasus penembakan hewan yang dilindungi di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Jum'at, 20 Juli 2018. GOOGLE/www.berita11.com
KABUPATEN BIMA - Anggota Opsnal Satuan Tugas Penegakkan Hukum Operasi Kejahatan Jalanan Polres Bima dan Polisi Hutan mengamankan sedikitnya 21 butir peluru jenis SS1, sebuah senjata api rakitan dan sekarung tulang rusa dari AN (40), warga Desa Boro, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Jumat (20/7/2018) lalu.

Kapolsek Sanggar IPTU Indra Kila mengatakan, pelaku penembakan rusa berinisial AN adalah warga yang memang diburu aparat gabungan selama ini. Karena, pelaku AN adalah warga yang sangat sering menembak satwa yang dilindungi di kawasan kaki gunung tambora.

Ia menceritakan, penangkapan AN setelah anggota mendapat informasi dari masyaat saat pelaku dari Desa Boro tersebut menuju lokasi Oi La Halo, Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Diketahui pula, sekitar lewat pukul 16:00 WITA, AN yang sedang berangkat berburu satwa yang dilindungi itu langsung dikejar satuan gabungan setelah Tim Opsnal Polres Bima yang berkoordinasi dengan Polhut dan pihak Polsek Sanggar.

"Sekitar pukul 20:00 WITA, gabungan anggota Opsnal, Polhut dan saya yang pimpin giat saat itu berpapasan dengan AN yang sedang dibonceng oleh warga berinisial AZ saat melintas jalan di So Oi Na’a, Desa Oi Saro  sempat dihentikan aparat. Namun, AN tidak mau berhenti, sehingga anggota mengejar dan mengeluarkan tembakan peringatan," ujar Kapolsek, dilansir dari www.berita11.com, Sabtu, 21 Juli 2018.

Ia mengatakan. mendengar suara tembakan peringatan, akhirnya AN melarikan diri bersama rekannya namun meninggalkan barang bukti kejahatannya dan motor yang dikendarainya. Saat ditemukan barang bukti yang dibuan AN dan rekannya itu. Tim menemukan sepucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 21 amunisi atau peluru serta sekarung tulang rusa. 

"Di tengah jalan saat dikejar, AN dan rekannya melarikan diri dan meninggalkan motor bersama barang lainnya yang menjadi alat bukti dalam kasus ini. Dari barang bukti yang sudah diamankan di Polsek Sanggar yaitu, senpi rakitan dan puluhan amunisi, ada sekarung tulang rusa dan juga sebuah sepeda motor Yamaha Vegas," tutun Indra.

"Warga Sandue Kekurangan Air Bersih Dibantu Polisi Selama 3 Hari"

Giat anggota polisi yang membantu warga yang mengalami kekurangan air bersih di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima,18-20 Juli 2018. GOOGLE/www.koranstabilitas.com
Di tempat terpisah tapi masik giat kepolisian di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Kegiatan anggota Polres Bima memberikan bantuan untuk warga yang mengalami krisis air bersih karena kekeringan yang terjadi di sanggar.

Kapolres Bima  AKBP Bagus Satryo Wibowo, SIK ,mengatakan, dalam membantu kekurangan air bersih di Kecamata Sanggar, sejak tanggal 18 Juli hingga 20 Juli 2018 kemarin , anggota Polres mendroping air bersih untuk 70 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Dusun Nanga Nae Jala, Desa Sandue, Kecamatan Sanggar. 

Kapolres mengaku, untuk menjalankan giat ini dipercayakan kepada beberapa orang anggota yaitu anggota di Sabhara Polres Bima, Kapolsek Sanggar IPTU Indra Kila dan kegitan in juga dibantu oleh BKTM (Bhabinkantibmas) Desa Sandue, Bripka Taufik.

Bagus mengatakan, droping air bersih selama 3 hari pada 70 KK yang dilakukannya didukung pula dengan keberadaan asset di Polres Bima yaitu mobil tangki air bersih dengan muatan 5.000 liter. 

"Keberadaan mobil tangki air ini yang kami maksimalkan keberadaannya untuk bisa membantu kesulitan warga yang kekurangan air bersih di Desa Sandue yang dilangsungkan selama tiga hari saja," tutup Kapolres Bima, dilansir dari salah satu media online lokal di Bima. (RED | WWW.BERITA11.COM)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item