3 Tahun Jadi Bupati, Warga Ngali Tagih Janji Hj. Indah Dhamayanti Putri

Beberapa item yang menjadi kontrak politik Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri saat kampanye di Pilkada 2015 lalu di Desa Ngali, Belo, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Saat ini kepemimpinan Hj. Indah Dhamayanti Putri (Dinda) dan H. Dahlan H. M. Nur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bima sudah memasuki tahun yang ketida. Pada kampanye di Pilkada Kabupaten Bima tahun 2015 lalu, banyak janji dan kontrak politik yang dibuat sehingga keduanya mampu memenangkan Pilkada tahun 2015 lalu itu.

Salah satunya diungkap oleh pemuda asal Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Arfan Ilyas yang menilai kontrak politik Bupati Bima saat ini masih pepesan kosong belaka. Kata Arfan, perjalanan pemerintahan Dinda-Dahlan masih jauh dari ekspektasi dan harapan masyarakat Bima pada umumnya. Kata dia, memasuki tahun yang ketiga, Bupati belum memiliki kepercayaan diri dan cara yang aman dalam pemimndahan Ibukota Kabupaten Bima dari Kota Bima ke Kecamatan Woha.

"Padahal Kota Bima sudah terbentuk sejak 16 tahun yang lalu. Dan bangunan puluhan miliar di Desa Godo yang dijadikan kantor persiapan Bupati Bima masih belum ditempati dan ini sangat disayangkan di tengah uang pembangunan kantor yang kabarnya menelan angka 80-an miliar rupiah," sebut aktifis hijau hitam di Bima itu, Selasa, 10 Juli 2018.

Kata Arfan Ilyas, terkait dengan kontrak politik Bupati Bima, di desa kelahirannya (Desa Ngali-red) ada beberapa poin program yang menjadi janji Bupati. Disebutkannya, persoalan tentang Status lapangan sepakbola Desa Ngali yang dibuat pada era kepemimpinan almarhun H, Feri Zulkarnain (mendiang Bupati saat ini) yang belum jelas legalitasnya. 

"Masalah lapangan sepakbola di Ngali, katanya lapangan tersebut masih milik pribadi masyarakat bukan lapangan milik publik. Dan saat ini kondisi lapangan, telah dipagar oleh warga yang memiliki lahan, sementara kondisinya masih bisa digunakan untuk bermain sepak bola," tandasnya.

Selain itu, kata dia, janji Bupati yang lain adalah jalan menuju Monumen Ngali yang sampai saat ini belum terealisasi. Menurutnya, janji Bupati yang lain seperti menstabilkan harga bawang dan menyiapkan subsidi anggaran untuk meningkatkan petani bawang khususnya di Ngali juga masih dalam program yang abu-abu bahkan menuai polemik dan berbuntut pada laporan hukum. 

"Umi Dinda dulu janji ketika terpilih jadi Bupati akan buat jalan menuju Monumen Ngali. Tapi sampai sekarang belum terealisasi. Stabilitas harga garam juga sama saat ini masih anjlok dan dimainkan tengkulak," tandas dia. 

Ia menegaskan, selaku pemuda Desa Ngali dan menilai kontrak politik yang ditandatangani Bupati hanya berisikan janji kosong semata. Ia pun mendesak Bupati Bima agar segera menunaikan janjinya dengan warga Kabupaten Bima khususnya dengan masyarakat di Desa Ngali.

"Jika tidak ditunaikan apa yang menjadi kontrak politik Bupati Bima. Selaku pemuda di Ngali, kami akan melakukan boikot jalan hingga pemerintah merealisasikan janji-janjinya ini," tegasnya. 

Sementara itu, Bupati Bima masih diupayakan untuk dimintai tanggapannya terkait dengan pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item