Bambang: Kematian Muhtar Warga Jatibaru di Rumah Ridwan, Diduga Mengarah Kasus Pembunuhan


Bambang Purwanto, SH, warga di Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima yang kini berprofesi sebagai pengacara. FACEBOOK/Bambang Purwanto
KOTA BIMA - Terkuaknya kabar kematiam pria paruh baya, Muhtar (65) warga asal Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima  Jum'at, 20 Juli 2018 sore lalu memicu reaksi masyarakat setempat dalam mencari motif dibalik tragedi ini. Diketahui, Muhtar meninggal dunia di rumah milik Ridwan yang terletak di Lingkungan Pengairan, Kelurahan Lewirao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima yang dikabarkan sebelumnya tewas di dalam WC rumah tersebut.


Informasi yang dihimpun. Setelah pemeriksaan beberapa orang yang terkait dengan tragedi pembunuhan ini. Pihak Kepolisian sebelum 1x24 jam mengijinkan para terperiksa untuk pulang ke rumahnya dan korban pun tidak dilakukan otopsi atas pertimbangan keluarga almarhum. Namun, Setelah almarhum dimakamkan Sabtu, 21 Juli 2018 kemarin, tiba-tiba, pagi tadi reaksi masyarakat dan keluarga almarhum menuntut jelas duduk perkara dari kematian Muhtar.

Perwakilan warga pencari fakta dibalik kasus ini, Bambang, SH mengatakan, sejumlah masyarakat dan keluarga Muhtar melakukan pemblokiran jalan di Jatibaru, Minggu, 22 Juli 2018 pagi tadi. Dan siang harinya, kata Bambang, pihaknya bersama masyarakat melakukan audaensi atau meminta penjelasan kepada pihak Satreskrim Polres Bima Kota terkait dengan perkemabangan pemeriksaan dari kematian Muhtar.

Bambang mengaku, setelah mengetahui kabar kemarin Muhtar hari Jum'at (20/7/2018) lalu. Dirinya pun mengikuti proises dan penanganan dalam kasus ini, hingga mengawal jasad Muhtar yang sempat dibawa ke RSUD. Dan di hari Jum'at malam lalu, Bambang yang hadir dalam pemeriksaan beberapa orang di kantor Polres Bima Kota sempat menanyakan kejadian kepada para terperiksa yang jumlahnya ada 4 orang. 

Kata Bambang, dari pengakuan pemilik rumah (Ridwan), saat ditanyainya, Ridwan mengaku bahwa dia tidak mengetahui kapan Muhtar hadir di rumahnya. Ridwan juga tidak tahu Muhtar masuk dan datang dengan siapa. Kata Bambang, pembicaraannya dengan Ridwan dilakukan di depan pintu masuk barat kantor Satreskrim Polres Bima Kota.

"Pada hari Jum'at malam itu, saya sempat menanyakan kepada pemilik rumah, Pak Ridwan. Namun, pengakuan Pak Ridwan, tidak tahu kapan dan dengan siapa serta almarhum duduk, semua dijawabnya tidak tahu," ucap Bambang, Minggu, 22 Juli 2018.

Kondisi almarhum Muhtar yang ditemukan meninggal dunia di dalam WC yang ada di rumah milik Ridwan, di Kelauhan Lewierato,. Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Jum'at, 20 Juli 2018 sore. METROMINI/Dok
Lanjut Bambang, namun saat ditanyai terperiksa seorang wanita berinisial D yang merupakan warga yang sama asal domisilinya dengan almarhum. Menurut pengakuan D, sebenarnya ada 4 orang di dalam rumah itu. Dua lelaki dan dua wanita ditambah dengan almarhum. Diakuinya, setelah ke empatnya duduk bersama dan datang almarhum, dari cerita si D, almarhum dan si D ini masuk ke dalam kamar. 

"Dalam pemeriksaan pengakuan si D, dia sempat tidur dengan almarhum. Setahu saya status si D ini sudah pernah menikah dan kalau sekarang sudah pisah atau bagaimana, saya kurang tahu tentang status hari ini," tuturnya.

Sambung Bambang, saat hearing antara pihak Reskrim Polres Bima Kota bersama warga Jatibaru, siang tadi. Pengakuan Kanit Reskrim (Dediansyah-red), dalam hasil visum pihak RSUD Bima dibacakan bahwa pada tubuh korban ditemukan luka sobek sepanjang 6 cm di kepalanya, ada luka memar di leher dan di bahu bagian belakang. 

"Kalau dikabarkan sebelumnya bahwa Pak Muhtar meninggal di dalam WC dan dibandingkan dengan pengakuan dari si D dan pengakuan Pak Ridwan yang tak tahu atas kehadiran almarhum tentu sesuatu yang janggal terjadi. Kami menduga bahwa kasus kematian Pak Muhtar ini diduga kuat mengarah pada kasus pembunuhan. Dan sebenarnya, antara almarhum dengan pemilik rumah sudah saling kenal," tegas Pengacara muda yang menyandang gelas Doktor itu.

Ia menambahkan, selain itu, dari pengakuan keluarga almarhum, keseharian korban yang merupakan pedagang dan  bisa dibilang sukses dalam usahanya ini. Diketahui, tas hitam yang biasa digunakannya di pinggang dan ada uang sekitar Rp30 juta yang tak bisa ditemukan pasca kabar kematiannya hari Jum'at lalu. 

"Atas kondisi inilah, masyarakat sempat memblokir jalan dan mempertanyakan tentang penyelidikan terkait kematian Pak Muhtar kepada pihak Kepolisian siang tadi," tandasnya. 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Bima Kota, IPDA Dediansyah membenarkan tentang pertemuan pihaknya dengan warga dari Jatibaru. Dediansyah mengatakan, hasil pertemuan tersebut, warga Jatibaru sepakat dalam mengawal proses hukum dalam kasus ini dan menyerahkan ke pihak Kepolisian untuk menanganinya.

"Kesepakatan bersama warga di pertemuan siang tadi, Mereka akan ikuti proses hukum yang dilakukan dan menyerahkan ke polisi untuk menanganinya," tulis Dediansyah lewat pesan WhatsApp-nya, malam ini

Di sisi lainnya, pihak terperiksa dan pemilik rumah (Ridwan) masih dalam konfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item