Dandim Bima Membangun Suasana Kekeluargaan Bersama Warga di Monta Dalam

Acara silaturahmi Dandim 1608/Bima bersama warga di Monta Dalam, Kabupaten Bima, Selasa, 17 Juli 2018, METROMINI/Agus Gunawan 
KABUPATEN BIMA - Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra menggelar acara silaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Kegiatan yang dipusatkan di SDN Tolouwi, Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Selasa, 17 Juli 2018, berlangsung meriah dan khidmat. Pada acara itu, hadir pula Camat Parado,  Camat Monta. Kapolsek Parado, Kapolsek Monta, Kepala UPT Dikbudpora Monta, Kepala Kua Monta,  Kepala Desa Tolouwi, Tokoh Masyarakat dan Agama maupun Tokoh Pemuda yang ada se Kecamatan Monta.

Saat memberikan sambutannya, Dandim sangat mengapersiasi masyarakat di Kecamatan Monta khususnya di Desa Tolouwi yang telah ikut dalam pelaksanaan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur pada pekan lalu dengan keadaan kantibsmas yang aman. Dia berharap, kepada nasyarakat di Monta Dalam agar bisa patuh pada hukum yang berlaku dan jangan jadikan perselisihan atau perbedaan sebagai ajang saling bermusuhan. 

Kata Bambang. masyarakat di Monta Dalam harus bisa menjaga keselarasan dengan visi dan misi dengan pemerintah. Dan diakuinya, pastisipasi masyarakat Monta Dalam dalam kegiatan ini sungguh ramai dan luar biasa. 

"Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran masyarakat pada acara sialturahmi ini. Saya harap, masyarakat dapat menghindari tindakan yang kontraproduktif,  patuh pada hukum, jauhi perselisihan dan mari tingkatkan kerukunan seerta kerjasama dengan instansi pemerintah maupun antar masyarakat," jelas Dandim, Selasa, 17 Juli 2018.

Bambang mengatakan, dalam beberapa bulan dirinya menjabat sebagai Dandim dan setelah mempelajari budaya dan adat di Bima. Ia mengaku, budaya bima adalah budaya yang paling luhur dan bermartabat. Untuk itu, aksi dan giat warga seperti memblokir jalan dan hal-hal yang kontra produktif merupakan cara yang bertentangan dengan budaya di Bima. 

"Dan sudah waktunya, kegiatan negatif seperti itu tidak dilakukan lagi. Dan saatnya, mewujudkan Bima yang sejahtera sebagai cita-cita bersama, apalagi ootensi alam di Bima saat ini sangat luar biasa," terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan kantor BPBD Provinsi NTB. Dan pihak BPBD sudah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di Bima, khususnya dalam menangani masalah kekeringan yang terjadi saat ini. Menurutnya, di Kabupaten Bima perlu diadakan sumur Bor pada beberapa titik di desa yang mengalami kekeringan. 

"Untuk itu, saya sudah mengkordinasikan dengan semua Babinsa di Kabupaten Bima khususya di Monta Dalam, untuk bisa mendata semua titik mata air di tiap desa. Harapan kami pun, masyarakat bisa mendukung program ini," ujarnya. 

Acara silaturahmi Dandim 1608/Bima bersama warga di Monta Dalam, Kabupaten Bima, Selasa, 17 Juli 2018, METROMINI/Agus Gunawan 
Dijelaskannya, kondisi kemarau panjang yang sudah ditinjau pihak BPBD memang membutuhkan sumur bor yang lebih. Selain dari Babinsa yang diharapkan bisa membantu warga, dalam waktu ke depan nanti, pihaknya akan mengajak pemuda di masing-masing desa untuk bersama TNI dan Dandim berkemah selama dua hari. Tujuannya, untuk membahas masalah dan kemajuaan di wilayah Monta Dalam. Untuk mewujudkan itu,  kata dia, kepada para pemuda, karang taruna dan masyarakat untuk dapat bekerja sama nantinya.

"Saya mengajak pemuda dan karang taruna selama dua hari berkemah dengan TNI dalam satu tenda. Kegiatan ini untuk membahas kemajuan di masing-masing desa. Dan dalam menyukseskan kegiatan ini, tidak mungkin hanya dari jajaran saya saja yang bekerja. Tapi yang terpenting adalah kerjasama dari kita semua. Dan tentunya pula, Allah tidak bisa merubah nasib kaumnya kecuali kaum itu sendri yang mau merubah dirinya," pungkas Dandim.

Selain itu, dia menghimbau kepada warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan di wilayah Monta Dalam. Dan bagi warga yang memiliki senjata api (senpi) agar kiranya bisa menyerahkannya sekarang. Jangan sampai ketengkap oleh anggota, tentu akan lain lagi prosesnya.

Kata dia, untuk sebuah penyesalan tidak datang di awal, melainkan datang di belakang. Untuk itu, kerjasama dan sikap warga yang ingin menciptakan kantibmas yang aman sangat dibutuhkan khususnya di wilayah Monta Dalam. Selain itu, sambung Bambang. pihaknya juga menghimbau kepada wearga agar tidak melakukan Ilegal Logging atau perambahan hutan. 

"Kita harus belajar dari kejadian banjir bandang pada tahun lalu. Kondisi itu diakibatkan karena hutan yang sudah gundul. Untuk itu, saya harap warga tidak lagi melakukan illegal logging atau perambahan hutan di wilayah tutupan negara. Kita semua tahu, penyesalan tidak datang di awal. Tapi, penyesalan dan masalah akan datang di akhir penderitaan yang semuanya karena perbuatan kita yang lupa akan arti syukur kepada Allah SWT," tutup dia. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item