Di NTB, Saat ini Ada 164 Desa Alami Kekeringan

Ilustrasi tentang kekeringan yang dialami 164 Desa di NTB saat ini. GOOGLE/Image
KOTA MATARAM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)c Ir. H. Muhammad Rum, MT menyebutkan ada 164 desa di NTB yang terdampak kekeringan saat ini. Diakuinya, dalam prakiraan ke depan ini, jumlah desa yang dilanda kekeringan akan semakin meluas. Prediksi itu disesuaikan berdasarkan data tahun 2017 lalu bahwa desa yang terdampak kekeringan dialami oleh 318 desa dari 71 kecamatan yang tersebar di Provinsi NTB.

"Kekeringan di tahun 2017 lalu meliputi 127.940 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa ada 640.048 orang. Sementara pada tahun 2018 saat ini, walau dalam data yang sifatnya masih sementara, diprediksi pula jumlah kekeringan akan berdampak meluas lebih dari 164 desa yang tercatat saat ini,’’ ungkap Muhammad Rum saat membuka rakor penanganan darurat kekeringan, di aula BPBD Provinsi NTB, Rabu (18/7/2018) lalu.

Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak kekeringan hasil pendataan BPBD di 10 Kabupaten/Kota di NTB saat ini yaitu di Kabupaten Lombok Barat. kekeringan melanda Lembar, Kedondong, Malimbu, Liuk, Kayangan, Selengan, Bayan, Medas, Sekotong dan Pemenang maupun di wilayah sekitarnya. Pada Kabupaten Lombok Tengah meliputi wilayah di Praya Barat, Praya Timur, Pujut, Praya Tengah, Janapria dan Praya Barat Daya. 

"Di Kabupaten Lombok Timur, kekeringan dialami oleh warga di Keruak, Jerowaru, Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Labuhan Haji, Pringabaya, Sambalia dan sekitarnya. Dan untuk di Kabupaten Sumbawa Barat, kekeringan terjadi di Sejorong, Maluk, Jereweh, Endeh, Bertong, Taliwang, Tepas, Seteluk, Labuhan Sepakeh dan di Poto Tano," beber dia.

Ia melanjutkan, untuk di Kabupaten Sumbawa Besar, wilayah yang mengalami kekeringan di Lunyuk Besar seperti di Kopo, Batu Lanteh, Batu Rotok. Untuk di Kecamatan Alas tersebar di titik Penyengar, Utan, Poto Pedu, Ree Loka, Lenang Guar, Semongkat, Labuan Serading, Batu Bulan, Lopok, Lape, Kalaning, Tanjung Beru, Pungkit, Plampang dan Empang.

"Kalau di Kabupaten Dompu ada beberapa titik wilayah yang alami kekeringan seperti di Kempo, Hu’u dan Kilo. Sementara di Kota Bima tidak ada daerah yang alami kekeringan. Dan jika di Kabupaten Bima, kawasan yang mengalami kekeringan di Sila, Parado. Tawali, Sape dan sekitar Pulau Sangeang," terang dia. 

"Dan data wilayah yang terdampak kekeringan ini sudah ditetapkan dalam kawasan rawan kekeringan. Penetapan ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang RTRW 2009 – 2029 di Provinsi Nusa Tenggara Barat," tambag Rum.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD NTB Agung Pramuja menambahkan, dalam rapat yang membahas tentang rancangan penanggulangan kekeringan. Pihak BPBD Provinsi NTB telah menetapkan pedoman dan pengarahan sesuai kebijkan yang diambil oleh Pemerintah Daerah.

"Kami juga sudah menetapkan standarisasi dan kebutuhan maupun telah menyusun dan menetapkan serta menginformasikan tentang peta rawan bencana. Langkah menyusun dan menetapkan SOP terkait dengan melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana, mengendalikan penyaluran uang dan barang bantuan pun sudah diselesaikan semua untuk bisa diikuti dan ditindaklanjuti nantinya," tandas Agung, Rabu (18/7/2018) lalu. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item