Dinilai "Mati Suri", Semangat Perubahan KNPI Harus Bangkit Lagi

Muhsin alias Rigen (kanan) bersama Direktur Poltehnik Medica Farma Husada Mataram. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Sorotan keberadaan organisasi kepemudaan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Bima yang kini tak ada lagi gaung dan terkesan 'mati suri' disayangkan oleh pemuda lainnya. Padahal, menurut mantan Ketua BEM STIH Muhammadiyah Bima saat ini, banyak kegiatan dan ruang aktulisasi pemuda yang bisa disalurkan melalui wadah pemuda yang terlisensi negara itu.

Menurut Muhsin alias Rigen, KNPI merupakan organisasi pemuda dengan skala nasional yang memiliki nilai bargaining yang cukup tinggi bagi setiap pribadi yang memili hasrat politik dan ingin menjadi politisi yang handal.

Kata Rigen, dalam mengamati dinamika kreatifitas dan peran penting pemuda di bidang sosial, ekonomi dan pembangunan daerah. Nama KNPI Kota Bima kian redup bahkan dipertanyakan bagaimana status kepengurusan maupun berbagai hal yang mengikat organisasi tersebut.

"Apa KNPI Kota Bima sudah dibekukan? Apa sudah hilang? Atau ada masalah internal pengurus dan ke mana rimba organisasi yang dulunya ada gaungnya dan yang pasti mendapat subsidi anggaran bantuan dari pemerintah itu," jelas alumni SMPN 2 Kota Bima itu, Rabu, 4 Juli 2018.

Masih menurut Rigen, dirinya berharap agar pengurus terakhir yang mendekam di KNPI Kota Bima bisa memberikan tanggapan atas sorotan dan masukan sekaligus menggugat keberadaan KNPI Kota Bima saat ini yang sudah melupakan sumpah dan jabantan saat dilantik menjadi pengurus beberapa tahun yang lalu itu.

"Sampai sekarang, saya belum tahu siapa Ketua KNPI Kota Bima, Yang saya dengar dia dulu aktivis dan jadi PNS mengajar soal agama di sekolah," tuturnya.

Selain itu, sambung dia, dalam rangka mengikuti semangat perubahan yang diusung oleh Pasangan Calon Pemenang Pilkada (Lutfi-Feri) sudah saatnya diarahkan semangat yang sama pada keberadaan organisasi KNPI Kota Bima yang bisa dibilang dalam keadaan "mati suri" saat ini.

"Kita baru saja menyelesaikan pesta demokrasi pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Bima yang baru. Dengan menangnya Paslon Lutfi-Ferri yang mengusung jargon perubahan. Kondisi ini harus berbanding lurus dengan eksistensi KNPI di Kota Bima," terangnya.

Mantan Ketua BEM STIH Muhammadiyah Bima, Rigen alias Muhsin. METROMINI/Dok
Ditanya, apakah Rigen mau menjadi Ketua KNPI?

Ia pun menjawab, dalam pernyataan persnga ini, tidak harus dipolitisasi bahwa ini adalah bagian dari cara ingin menduduki jabatan sebagai Ketua KNPI Kota Bima. 

"Intinya, bukan inging menjadi Ketua saat ini. Tapi, kami ingin mempertanyakan sejauh mana, KNPI Kota Bima dalam eksistensinya saat ini agar bisa dilakukan penyegaran dan membangkitkan semangat pengurus serta nama KNPI seiring dengan momen perubahan wajah di keusaaan yang ada di Kota Bima," terang dia.

"Jangan dulu jauh pada proses pergantian pengurus, Tapi, intinya bagaimana KNPI Kota Bima bisa eksis kembali dan pihak kepengurusan yang terakhir di KNPI agar bisa bangun dari tidur dan menyelesaikan amanah yang selama ini diabaikannya," pungkas dia menambahkan. 

Semenara itu, Ketua KNPI Kota Bima, Dzal Amirulhaq yang diupayakan dihubungi via ponsel miliknya tidak bisa terhubung, Dan hingga berita ini dinaikkan, proses konfirmasi berita masih diupayakan.

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item