Dipanggil Wali Kota di Penutupan MTQ, "Mega: Qurais Kamu Tahu Diri"

SK Gubernur NTB pengangkatan Plh. Wali Kota Bima yang ditandatangani tanggal 23 Juli 2018. METROMINI.Dok
KOTA BIMA - Jabatan Wali dan Wakil Wali Kota Bima, H. M. Qurais dan H. A. Rahman yang berakhir dengan diterbitkannya Surat Keputusan Gubernur NTB terhadap penunjukan Pejabat Harian (Plh) Wali Kota Bima. Pasalnya, SK Plh yang diterbitkan hari Senin, 23 Juli 2018, sudah mulai berlaku sejak tanggal 24 Juli 2018 hingga dengan dilantiknya Penjabat Wali Kota Biima oleh Gubernur NTB yang saat ini SK penetapan tersebut masih di meja Mendagri.


Plt. Kabag Humas dan Protokoler setda Kota Bima, dilansir dalam salah satu media online di Bima www.oborbima.com menyebutkan bahwa pada hari penutupan acara MTQ tingkat Kota Bima yang telah berlangsung sejak tanggal 20 Juli sampai dengan 24 Juli 2018. Dalam redaksi pemberitaan masih disebutkan bahwa Pada hari Selasa, 24 Juli 2018 malam lalu pada acara penutupan MTQ tersebut, para pemenang lomba tersebut diberikan hadiah langsung oleh Wali Kota Bma, H. M. Qurais H. Abidin yang didampingi oleh istrinya yang merupakan Ketua TP PKK Kota Bima, Hj. Yani Marlina. 

Redaksi pemberitaan yang dirilis www.oborbimacom tentang penutupan MTQ Kota Bima, Selasa, 24 Juli 2018 malam. METROMINI/Dok
Hadir pula dalam acara tersebut, Sekda Kota Bima, Drs. Muhtar Landa, Ketua MUI Kota Bima, anggota DPRD Kota Bima dan para undangan lainnya. Pada acara yang berlangsung meriah d Lapangan Serasuba, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima itu ddomiinasi dengan acara pembagian  hadiah untuk semua mata lomba yang dhelat selama acara MTQ Kota Bima berlangsung 

" Para pemenang lomba mendapatkan piala dan uang pembinaan oleh Wali Kota Bma, H. M. Qurais H. Abidin yang didampingi oleh istrinya yang merupakan Ketua TP PKK Kota Bima, Hj. Yani Marlina," sebut Plt. Kasubag HumasPro dikutip dari www.oborbima.com, Selasa, 24 Juli 2018 malam.

Mega RDK, warga asal Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. FACEBOOK/ Mega Rdk
Di sisi lannya, seorang masyarakat asal Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima, Mega RDK mengatakan, cara kerja dan pemberitaan yang dilakukan oleh bagian humas kota bima adalah pemberitaan yang paling buruk disampaikan ke masyarakat.

Sebab, Mega mengaku, H. Qurais yang sudah berakhir di hari Senin, 23 Juli 2018 sesuai dengan SK Penetapan Plh. Wali Kota Bima, Harusnya, acara penutupan MTQ yang berlangsung hari Selasa, 24 Juli 2018 malam, kapasitas H. Qurais sudah bukan Wali Kota Bima. Tapi yang menjadi Plh, Wali Kota adalah Sekda Kota Bima, Muhtar Landa yang layak menutup acara tersebut.

"Qurais berakhir menjadi Wali Kota tanggal 23 Juli 2018. Tapi bisa nuntup MTQ tanggal 24 Juli 2018 atau di tengah sudah ada SK penetapan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bima. Kondisi itu adalah sesuatu yang janggal. Seba, tidak mungkin ada dua Wali Kota dalam satu daerah administrasi. Dan yang bodoh di sini siapa?," sahut Mega yang menghubungi Metromini  via ponselnya, Rabu, 25 Juli 2018, semalam. 

Mega mengaku, cara Qurais yang masih ingin disebut Wali Kota Bima ditengah masa jabatannya sudah berakhir adalah penyakit yang disandangnya agar tak ingin lepaskan kekuasaan yang ada di tangan dia. Kalau bisa, lanjut Mega, Qurais menjabat Wali Kota Bima atau menjadi pejabat negara seumur hidupnya. 

"Orang yang lupa bahwa masa jabatannya berakhir tapi masih mengakukan diri menjabat. Itu penyakit sindrom kekuasaan dan yang seperti harus ditutup krannya agar tak lagi menjadi penguasa kembali. Harusnya, Qurais tahu diri bahwa dia sudah berakhir jabatannya kemarintanggal 23 Juli," tegas dia.

Anehnya, sambung Mega, dari semua undangan dan pejabat negara, sudah mengetahui sejak pagi hari di tanggal 24 Juli 2018, Sekda Kota Bima merangkap sebagai Plh, Wali Kota Bima, tidak ada yang menegur saat jabatan Wali Kota masih disebut-sebut berada di pundak dan bahu H. Qurais.

"Saya menilai pemerintah kota bima ini sangat lemah terhadap H, Qurais. Dan tindakan pemerintah yang mengabaikan surat keputusan dari pimpinan provinsi maupun pusat adalah keadaan keterbelakangannya kesadaran pejabat atau aparatur atas tugas dan tanggung jawabnya selama ini," jelas Mega.

"Emangnya Qurais itu siapa sekarang ini. Dia sama saja dengan saya sebagai masyarakat kota bima. Tidak usah lagi sok berkuasa dan kembalikan semua aset pemerintah yang ada di rumahnya sekarang dan masil berstatus milik Pemkot Bima," tandasnya.

Di sisi lainnya, pihak Bagian Humas Kota Bima maupun wali kota bima masih dikonfirmasi terkait dengan sorotan seorang warga yang memiliki nama lengkap Rifaid itu. (RED | WWW.OBORBIMA.COM)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item