H. Supra "Disikut" Ipar Bupati Jadi Caleg DPRD Provinsi NTB Duta Partai Golkar

Stiker Drs. H. Supratman AS, M.Si dalam rangka persiapan menjadi Calon Anggota DPRD Provinsi NTB. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Usai pensiun dari jabatan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikudpora) Kabupaten Bima. sosok bersahaja yang juga mantan Sekretaris di DPRD Kabupaten Bima, Drs. H. Supratman AS, M.Si memilih menekuni dunia politik dan mulai memantapkan pilihan untuk menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di DPRD Provinsi NTB untuk daerah pemilihan (Dapil) Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu atau Dapil VI.

Kepada media ini, sekitar delapan bulan yang lalu, Supratman mengaku, dirinya akan menjadi Bacaleg di DPRD Provinsi NTB melalui kendaraan partai golkar yang diajukan lewat DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Hj. Indah Dhamayanti Putri atau Bupati Kabupaten Bima saat ini. 

"Usai pensiun dari birokrasi, rencananya saya akan jadi Caleg lewat Golkar untuk menjadi anggota DPRD Provinsi NTB di periode 2019-2024." ucap H. Supra, sapaan akrabnya akhir tahun 2017 lalu.

Di tengah proses dan persiapan menjadi Caleg. Berbagai persyaratan yang ada di Partai Golkar pun diikuti olehnya. Supra mengaku, mulai dari persiapan administrasi bahkan mengikuti diklat di internal Partai Golkar pun sudah dilalui oleh Ketua KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Kabupaten Bima itu.

"Sekitar tujuh bulan persiapan yang dilakukan dalam kepentingan menjadi Caleg DPRD Provinsi NTB lewat Partai Golkar sudah saya lalui. Termasuk dengan persiapan administrasi maupun ikut Diklat partai pun sudah termasuk berangkat ke Mataram berkali-kali dalam kepentingan urusan pencaleg-an ini," ujar dia di kediamannya, di bilangan Lingkungan Bedi, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, belum lama ini.

Kata dia persiapan konsolidasi dan pembentukan Tim di berbagai Kecamatan yang tersebadi di tiga wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima maupun di Kabupaten Dompu sudah dilakukannya. Pria parug baya asal kelahiran Kecamatan Wawo itu pun mengaku sudah siap dengan persiapannya menjadi Caleg Partai Goilkar untuk melanjutkan karir politiknya di DPRD Provinsi NTB,



Stiker milik Ferdiansyah Fajar Islam, ST yang juga seorang ipar Bupati Bima (Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten  Bima), Hj. Indah Dhamayanti Putri yang menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTB Dapil VI (Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. METROMINI/Dok
Namun, Supra mengaku, kabar mengejutkan datang di malam menjelang pendaftaran Bacaleg Partai Golkar tanggal 4 Juli 2018 lalu. Diceritakannya, sekitar pukul satu dini hari, dirinya ditelepon oleh Ketua OKK DPD I Partai Golkar NTB, Pak Hafid yang mengabarkan bahwa namanya diminta dicoret oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima (Hj. Indah Dhamayanti Putri atau Bupati Bima) dan digantikan oleh ipar Bupati Ferdiansyah Fajar Islam, ST atau Dae Ade. 

"Dimalam menjelang pendaftaran tanggal 4 Juli 2018 lalu, sekitar jam satu, saya ditelepon oleh Pak Hafid. Kabar dari Ketua OKK DPD I Partai Golkar NTB itu bahwa nama saya diganti oleh Dae Ade dan permintaan ini disampaikan oleh Umi Dinda (sapaan akrab Bupati Bima-red)," keluh Supra, Selasa, 17 Juli 2018 lalu.

Ia mengaku tak masalah dengan pencoretan namanya di Partai Golkar sebagai Caleg DPRD Provinsi NTB. Namun, idealnya seorang yang sangat dekat bahkan pernah diangkat oleh Umi Dinda sebagai Kadisdikbudpora, ia hanya menyesalkan tak membicarakan persoalan ini lebih awal dan mengetahui kabar pencoretan dari pengurus DPD I.

"Nama dicoret sebagai Caleg itu hal yang biasa, Namun, perjuangannya dengan Partai Golkar yang kurang lebih tujuh bulan persiapan, etikanya hal ini bisa dibahas lebih awal," ungkap lelaku yang dikenal akrab dengan para aktivis muda di Bima itu.

Saat ini, Supra mengaku legowo dengan keputusan Partai Golkar yang pastinya akan diketahui pada penetapan Caleg oleh KPU Provinsi NTB sekitar bulan September 2018 mendatang itu. Tapi, bagi Supra, gagal bersama Golkar tentu bukan akhir dari ikhtiarnya untuk jadi anggota DPRD Provinsi NTB. 

"Saat ini, kami sedang mencari kendaraan lain, jika memang keputusan Partai Golkar final mengganti namanya dengan nama Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bima (Dae Ade-red) yang diusulkan oleh Umi Dinda. Dan terkait motiv dibalik kejadian ini, saya tidak berani berspekulasi karena memang ini merupakan kewenangan pihak Partai Golkar dalam mengusung kader terbaiknya di Pemilu 2019," tegas Supra. 

Di sisi lainnya, Hafid, Ketua OKK DPD I Partai Golkar NTB  yang dikonirmasi via ponsel miliknya dalam beberapa hari ini terakhir ini, belum menanggapi hal ini. Kondisi yang sama pun dilakukan terhadap Dae Ade dan Umi Dinda, hingga berita ini dipublikasikan masih dalam upaya dikonfirmasi lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item