Jadi Kadis 6 Tahun dan Berrmodal Integritas, Azubair Optimis Menuju "Gedung Udayana"

Agus Gunawan, Pewarta Metromini berpose bersama Drs. Azubair HAR, M.Si, Bakal Calon Anggota DPRD Provinsi NTB, Minggu, 22 Juli 2018. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Menjadi Bakal Calon Anggota DPRD Provinsi NTB melalui Partai Amanat Nasional (PAN) pada nomor urut empat, bagi Drs. Azubair HAR, M.Si merupakan pilihan yang akan diperjuangkannya dalam mengikuti tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) di tahun 2019 mendatang. Muma Zubaer, sapaan akrabnya, berkompetisi di ring politik adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya, mantan Presiden Direktur PD Wawo yang mengundurkan diri sekitar bulan April 2018 lalu itu pun pernah menjadi Calon Wakil Bupati Bima di Pilkada tahun 2015 lalu.


Di sela-sela acara pernikahan keluarganya di Desa Boro, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Minggu, 22 Juli 2018. Saat diwawancarai Pewarta Metromini, Azubair mengaku optimis menuju "Gedung Udaya" atau lembaga DPRD Provinsi NTB yang terletak di Jalan Udayana Nomor 11, Kota Mataram itu, 

Menurutnya, bermodal menjadi Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima selama enam tahun dalam dua periode kepemimpinan almarhum H. Ferry Zulkarnaen ST (2009-2015) sudah sangat cukup untuk menjadi Caleg DPRD Provinsi NTB pada Daerah Pemilihan Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

"Untuk Caleg DPRD Provinsi NTB, saya sudah siap maju. Soal persiapan, tidak ada yang begitu istimewa atau yang berlebihan untuk dilakukan. Seperti halnya calon yang lain, saya melakukan sosialisasi diri, tetap mengharapkan dukungan dan perjuangan bersama masyarakat dan tentunya pula selalu berdoa untuk mendapat ikhtiar yang saya lakukan saat ini," ucap sosok keturanan dari Kerajaan Sanggar itu.

Azubaer tak menafikkan adanya misi pribadi dan misi partai politik dalam usahanya duduk menjadi anggota DPRD Provinsi NTB. Kata dia, semua partai yang ikut Pemilu sudah pasti adalah partai yang reformis. Semua memiliki tujuan yang sama dalam mewujudkan nilai-nilai ideologi pancasila dan penerapan UUD 1945 sesuai dengan mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan KPU dan peraturan lainnya. 

Ia pun menyinggung tentang tim pemenangan dalam kompetisi merebut 11 kursi jatah Dapil  VI yang diperebutkan oleh ratusan Caleg DPRD Provinsi NTB. tMenurutnya, saat ini pihaknya belum membuat tim pemenangan, Namun, untuk Tim Keluarga Besarnya khusunya di wilayah Kecamatan Sanggar dan sekitarnya sudah dibentuk, Kata Azubair, untuk mengikuti Caleg ini, dia tidak mempunyai modal yang fantastis,  Diakuinya, modal yang dimiliki dirinya saat ini, hanya modal kepercayaan dari masyarat dan integritas dirinya sebagai tokoh di Kecamatan Sanggar dan sekitarnya. 

Drs. Azubair HAR, M.Si, Bakal Calon Anggota DPRD Provinsi NTB melalui Partai Amanat Nasional (PAN). METROMINI/Dok
Tak ayal, figur Azubair selain memiliki basis di Kecamatan Sanggar, ia pun cukup memiliki pendukung yang potensial seperti di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima dan Kecamatan Kore, Kabupaten Dompu maupun di kecamatan-kecamatan lainnya. Ia pun mengaku, modal lain dalam mengikuti kegiatan politik ini, dirinya yang dulu pernah menjabat sebagai Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima selama enam tahun adalah modal yang cukup kuat dan menyakinkan dalam usaha mewujudkan tujuangnnya melangkah menjadi anggota DPR Provinsi NTB.

"Saat ini saya tidak membuat tim pemenangan. Saya hanya membangun dan menyentuh Tim Keluarga besar karena memang dalam mewujudkan ikhtiar politik ini, saya maju dengan modal integritas, bukan dengan modal besar. Dan insya Allah, karena pernah menjadi Kepala Dinas selama 6 tahun dan setahun menjadi Kepala Badan Kesbanglimas, menurut saya dari aspek sosialisasi, sejauh ini alhamdullah kita cukup," terangnya.

Diakuinya, dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita tentu ada hambatan dan rintangannya. Dalam hal ini, kata dia, sebelumnya dihembuskan oleh lawan politik dan dipertanyakan pula oleh warga tentang kabar dirinya tidak jadi ikut Caleg DPRD Provinsi NTB. Kata dia, semua itu adalah hoax atau kabar palsu yang sengaja digelindingkan oleh lawan politik yang lain. Untuk itu, ditegaskannya, kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Sanggar, Tambora dan Kilo, agar tidak mendengarkan isu-isu miring atau kabar yang bukan-bukan mengenai pribadinya yan tidak lolos menjadi Caleg. 

"Kabar bahwa saya tidak lolos jadi Caleg adalah trik yang sengaja dimainkan untuk menjatuhkan lawan. Cara seperti itu adalah pola orang-orang yang memahami aham politik dan mencari suara dengan menjatuhkan lawannya. Dan untuk kabar miring tersebut, masyarakat di Sanggar, Tambora dan Kilo tak perlu harus berpengaruh dan mendengarkan kabar miring seperti itu," jelasnya. 

Ia mengatakan, memainkan isu negatif terhadap lawan politik adalah cara yang picik untuk mendapat suara. Dan Alhamdulillahnya, sambung dia, sampai saat ini masyarakat tidak ada yang percaya dengan kabar miring tersebut. Selain karena memang Azubair lolos bersama PAN menjadi Caleg DPRD Provinsi NTB, saat ini masyarakat  khususnya di Sanggar, Tambora dan Kilo masih percaya dan komit dalam memberikan dukungan kepadanya menuju "Gedung Udayana".

"Harapan saya tentunya untuk warga di Sanggar, Tambora dan Kilo serta di wilayah lainnya, soal ada isu bahwa saya tidak lolos, itu adalah cara dari kandidat lain yang memahami politik itu secara picik. Tidak perlu didengarkan karena itu kabar miring saja," terangnya. 

"Setelah saya turun ke tengah-tengah masyarakat. Allahamdulillah masyarakat di Sanggar, Tambora dan Kilo sejak awal tidak percaya dan tidak bergening dengan trik lawan politik yang dimainkan dengan cara yang picik itu,  Saat ini, Insya Allah, masyarakat di Sanggar, Tambora dan Kote, tetap berkomitmen untuk mendukung saya sampai hari pemilihan tanggal 17 April 2019 mendatang," tutup Azubair mengakhiri wawancaranya dengan Pewarta Metromini, di Sanggar. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item