Jaharudin Wakili BUMDes Samili Ngaku Narik Iuran Air Sebulan Saja

Kertas tagihan meteran pompa air di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Kepala Pengelolaan Air Bersih yang masuk dalam usaha BUMDes di Desa Samili, Jaharudin menjelaskan soal iuran dan macetnya mesin air yang ada di Desanya, Kata dia, selaku penanggung jawab penarikan iuran di masyarakat pihak BUMDes melalui dirnya hanya mengurus uang iuran selama satu bulan saja. 

"Pengurus BUMDes Samili hanya melakukan penagihan iuran hanya satu bulan saja. Penagihan sebelumnya dilakukan oleh oknum pengurus BUMDes yang lama. Karena memang BUMDes Samili yang baru ini, baru dibentuk pada bulan Mei 2018," jelasnya.

Diakuinya, pengeloilaan pompa air saat diserahkan oleh Pemda ke Pemdes, saat itu pihak Pemdes tidak menyerahkan langsung pengelolaannya ke BUMDes. Sebelum bulan Mei 2018, ada salah seorang yang melakukan penagihan iuran ini kepada warga dan masuk kepengurusan BUMDes yang lama. 

Baca juga: 


Dia mengaku,  ada sekitar ratusan Keplaa Keluarga (KK) pengguna jasa air bersih yang menjadi pelanggan pihaknya. Dan untuk uang iuran dipatok maksimal Rp30 ribu dan ada juga penarikan yang bervariatif kepada warga. Kata dia, saat tiga hari sebelum bulan Ramadhan lalu, tiba-tiba saja mesin air tidak  berfungsi. Saat itu mesin diperbaiki pada bulan Juli dan saat ini kondisinya rusak lagi. 

"Saya bertanggung jawab pada penagihan air yang dilakukan pada hari Rabu (23/5/2018) lalu. Jumlah KK pengguna jasa air bersih yang terdata 350 KK. Sebenarnya dipatok Rp30 ribu per KK. Tapi karna airnya tidak stabil dan tidak merata ke masyarakat, penarikan ada yang Rp20 ribu dan Rp10 ribu," jelasnya.

"Namun, tiga hari sebelum puasa mesin air itu mati. Saat Idul Fitri, mesin diupayakan untuk diperbaiki, namun hidup cuma dua hari. Pada saat itu, tidak ada yang berani menarik iuran air bersih dan takut berimbas pada nama baik kita juga," tambah Jaharudin, Minggu, 15 Juli 2018.


Ia menambahkan. pada bulan Juni dan Juni 2018, tunggakan listrik mesin air ini sebesar Rp4 juta lebih dari PLN. Di tengah mesin yang rusak dan meteran listrik yag disegel, dalam waktu dua bulan tersebut tidak ada penarikan oleh anggota BUMDes. Kondisi mesin saat ini masih ada, tapi kondisinya sudah dibongkar semua. 

"Untuk penagian di bulan Meri 2018 lalu, saya belum menyerahkan Laporan Petanggung Jawaban (LPJ) ke pihak BUMDes maupun Pemdes Samili. Karna memang pihak oknum pengelola atau pengurus BUMDes yang lama yang melakukan penagihan iuran awal belum melakukan SPJ juga. Setelah SPJ mereka pengurus y6ang lama, baru saya masukan laporan sama Pemdes melalui kepengurusan BUMDes yang baru," tutup dia. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item