Meteran Listrik Disegel, Pengurus BUMDes Samili Bantah Tarik Iuran ke Warga


"Abi Tarmizi: Pengelolaan Pompa Air BelumS epenuhnya  Diserahkan ke BUMDes"


Kertas tagihan meteran pompa air di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Terkuaknya dugaan penilepan uang iuran masyarakat di Desa Samili untuk pembayaran listrik pompa air yang kini disegel oleh pihak PLN. Kini, selaku pihak yang disudutkan, Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima menanggapi keras tudingan oknum warga dalam berita sebelumnya,


Bendahara BUMDes Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Abi Tarmizi menjelaskan, sorotan oknum warga atas keberadaan pompa air di Desa Samili dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Kata dia, selaku pihak pengurus BUMDes merasa kaget dengan berita tersebut. Pasalnya, pengelolaan pompa air saat ini belum sepenuhnya diserahkan oleh pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Samili ke BUMDes Samili. 

"Sebagai pengurus BUMDes Samilim kami merasa kaget dengan pemberitaan yang menyudutkan pihak kami. Dan keberadaan pompa aire di Samili. belum diserahkan  pihak Pemdes ke BUMDes secara pengelolaannya untuk saat i ni," ucap dia via pesan WhatsApp-nya, Jum'at, 13 Juli 2018.

Abi mengaku,  memang benar saat ini meteren listrik pompa air sudah disegel oleh PLN. Dan memang informasi yang beredar pengelolaan pompa air itu nantinya akan dikelola oleh BUMDes. Namun, saat ini Pemdes belum menyerahkan sepenuhnya pada BUMDes Samili.

"Kalau terjadi penyegelan meteran listrik itu benar. Tapi hak pengelolaannya belum sepenuhnya dikelola oleh BUMDes. Dan memang kami dari pihak BUMDes belum menerima penyerahan pengelolaan sepenuhnya dari Kepala Desa," ujarnya.

Terkait dengan penarikan iuran listrik kepada warga, sambung Abi, pihaknya membantah keras jika yang melakukan adalah oknum pengurus BUMDes. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan penarikan iuran itu dan soal pompa air, pada intinya tidak ada hubungaan sama sekali dengan BUMDes untuk saat ini.

"Tidak benar jika pengurus BUMDes yang menarik iuran ke warga soal pembayaran listrik pompa air. Dan memang dari dulu sampai sekarang tidak ada kaitannya masalah ini dengan BUMDes. Makanya, sumber berita awal di Metromini itu memberikan keterangan palsu dan memperkeruh keadaan di Samili saat ini," tutur dia.

Kata dia, diduga ada oknum yang melakukan penarikan iuran dan tidak berkoordinasi dengan pengurus BUMDes. Ditanya nama oknum tersebut? Abi pun merahasiakan nama penagih itu dan menepis dengan menegaskan kelembagaan BUMDes tidak pernah tahu urusan penagihan.

"Intinya, soal penagihan yang dilakukan oleh oknum warga tersebut, bukan mewakili dari pihak BUMDes dan tidak pernah ada kordinasi yang dilakukan oknum tersebut dengan kami," tegasnya. 

Ia pun meminta, pemberitaan selanjutnya dikonfirmasi juga pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Samili. Dan kata dia, masalah ini sudah ada rencana akan dibahas bersama Pemerintah Desa Samili dan pengurus BUMDes. 

"Kita rapatkan dulu malam ini dengan dan mengadakan pertemuan bersama pihak Pemdes Samili. Setelah itu, akan ada pernyataan yang jelas sebagai hak jawab kami nantinya, Intinya, setelah pembahasan akan saya infokan perkembangan terkait masalah ini," tutupnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item